CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
biasa saja



mel dan tari sudah tiba ditanah air. mereka dijemput oleh arnold suami tari.


"kau bersama tari mel, semua orang mencarimu". ucap arnold


" biarkan saja kami butuh waktu untuk quality time" ucap tari


"baiklah aq akan mengantarmu" ucap arnold


" aku pulang sendiri saja kak" ucap mel


"biarkan saja mel, suamiku ini sedang perhatian dengan adiknya" ucap tari


" baiklah" ucap mel


sepanjang perjalanan didalam mobil arnold mel lebih banyak diam dan dia baru saja mengaktifkan ponselnya yang sejak berada dichina ia matikan. ia menghela nafas panjang.


" tidak usah dipikirkan, segera kabari aku apapun terjadi" ucap tari


" baiklah" ucap mel


"kalian merahasikan sesuatu?" ucap arnold menyambung


" urusan perempuan sayang" ucap tari berbohong pada arnold suaminya


mel tiba dirumahnya saat abizar mobil abizar juga baru sampai. pria yang berstatus suami mel itu terkejut melihat siapa yang turun dari mobil tersebut. abizar langsung turun dan memeluk mel.


" sayang, kau kemana saja?" ucap abizar


mel hanya diam dan berusaha melepas pelukan abizar.


" aku capek mas, mau istirahat" ucap mel lalu ia masuk kedalam rumah


pandangan abizar tertuju pada arnold dan tari.


"kalian tau dan tidak memberitahuku" ucap abizar


tari yang tidak suka prasangka abizar yang tertuju pada suaminya.


" suamiku tidak tau apa-apa, mel bersamaku selama di china kasian sekali dia ditipu suaminya" ucap tari sambil menyindir abizar


" kami pamit " ucap arnold


" dasar suami tidak bertanggung jawab, kau hanya tau menuduh saja" ucap tari


setelah mengucapkan itu tari masuk kembali kedalam mobil lalu melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.


abizar terdiam mendengar ucapan tari. kali ini ia bertindak salah lagi pada mel. ia bergegas masuk kedalam rumah dan ingin meminta maaf pada istrinya itu.


"mel...mel..." ucap abizar mencari mel


"ada apa mas" ucap mel berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa kecewanya pada abizar


"aku minta maaf" ucap abizar


" untuk apa? " ucap mel


" aku telah membohongimu hingga kau sampai menyusul kesana" ucap abizar


"tidak masalah lagi pula aku sekalian liburan bersama tari" ucap mel


abizar berusaha meraih tangan istrinya tetapi mel mengalihkan pembicaraan dan perlakuan abizar.


" aku mau mandi dulu mas" ucap mel


" baiklah" ucap abizar


mel masuk kekamar mandi lalu menyalakan kran air agar abizar tidak bisa mendengar suara tangisan kecewanya.


" ayo mel kau kuat, kau akan bisa sehat kembali mulai besok ayo cari uang untuk beli obat" batin mel sambil menghapus air matanya lalu ia mandi.


abizar menunggu mel mandi, membuat mel sedikit terkejut abizar didepan pintu kamar mandi. abizar bisa melihat wajah sedih dan sisa baru menangis diwajah mel walau wanitanya baru saja selesai mandi.


"aku membuatmu menangis?" ucap abizar


"tidak mas" ucap mel mencoba tersenyum


"lalu apa ini wajah sembabmu dan hidungmu yang merah" ucap abizar


"aku hanya lelah mas, lebih baik kita tidur saja" ucap mel mengalihkan lagi pembicaraan abizar mencoba berlalu dari hadapan abizar.


"mel, jangan seperti ini jangan bersikap tidak terjadi sesuatu begitu, aku tidak suka" ucap abizar


"aku tidak marah dan biasa saja mas" ucap mel


"aku tidak suka kau yang seperti ini mana kau yang marah kau tidak suka kenapa kau tidak ngomel padaku mel" ucap abizar


" aku salah kau harusnya marah padaku" ucap abizar


"aku tidak marah dan mas sudah aku maafkan" ucap mel


" aku tidak mau jawaban itu" ucap abizar


" terserah mas, aku mau tidur karena besok aku mau bekerja kembali" ucap mel yang membuat abizar terkejut


"bekerja?" ucap abizar


"ia mas, aku ingin bekerja lagi" ucap mel


" aku tidak ijinkan" ucap abizar


" ya sudah kalau tidak diijinkan" ucap mel lalu masuk kedalam kamar


"aku yakin kau sangat marah padaku mel, tetapi kenapa kau tidak seperti biasa" batin abizar


abizarpun menyusul mel kekamar dan melihat wanita itu sudah tertidur bahkan. abizar juga bisa melihat wajah lelah mel. abizar ikut berbaring disamping mel. wanita itu bahkan tidak tidur membelakangi dirinya karena marah ia tidur menghadap posisi abizar tidur. mel bersikap biasa saja.


pagi pun menjelang abizar lebih dahulu bangun. pria itu perlahan turun dari tempat tidur agar mel tidak terbangun. ia langsung kedapur ia berniat membuatkan mel sarapan pagi agar istrinya itu kembali seperti dulu dan ini wujud permintaan maafnya. ia membuka ponselnya dan membuka tutorial memasak nasi goreng.


" gitu doang, kecil" batin abizar


tanpa ia sadari mel sudah berdiri didekat pintu dapur memperhatikan suaminya yang sedang mengambil alih tugasnya memasak.


tetapi sebuah senyum terbit diwajah mel melihat abizar ingin menunjukkan penyesalannya.


cukup lama berkutat didapur nasi goreng ala abizar sudah selesai.


"aku sudah lapar boleh aku coba nasi goreng nya" ucap mel yang mengejutkan abizar.


"kau sudah bangun sayang, aku membuatmu sarapan" ucap abizar sambil cengar-cengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" sini mas aku lapar, sudah dikasih bumbu dan dirasa lebih dulu kan" ucap mel


"rasa? astaga aku lupa" ucap abizar


"sini biar aku saja yang rasa dan nilai" ucap mel


" aku rasa nasi gorengku ini rasanya pasti aneh sayang, kita sarapan diluar saja ya" ucap abizar


" aku tidak mau, mubazir" ucap mel


mel mengambil sepiring nasi goreng yang ada ditangan abizar. ia duduk lalu memakan nasi goreng buatan suaminya itu.


"bagaimana sayang?" ucap abizar


"enak" ucap mel tersenyum


" aku tidak percaya, coba aku makan" ucap abizar


" ini milikku, tadi katanya masak untuk aku" ucap mel


" kau pelit sekali" ucap abizar


setelah menghabiskan nasi goreng buatan abizar mel mencium pipi abizar tiba-tiba.


" terima kasih mas nasi goreng ny enak sekali, aku mau mandi dulu " ucap mel


abizar masih membeku ditempat itu sambil memegang pipinya yang tadi dicium mel.


"yes, dia tidak marah lagi, tapi apa ia nasi gorengku enak sekali" ucap abizar heran


ia kembali kedapur dan melihat masih ad sisa sedikit diwajan. ia mencoba nasi goreng itu untuk memastikan rasa enak yang mel katakan. tetapi abizar langsung memuntahkan nasi goreng yang begitu asin.


ia langsung minum banyak air untuk menghilangkan rasa asin tersebut. lalu ia menyusul mel yang baru selesai mandi.


"sayang, maaf ya" ucap abizar dengan wajah menyesal


"kenapa mas" ucap mel sambil mengeringkan rambutnya


" nasi goreng nya" ucap abizar


"tidak apa-apa" ucap mel


"kenapa kau berbohong sayang" ucap abizar


"dari pada dibuang mubazir mas" ucap mel


" cepat pukul aku, aku tidak suka kau yang sekarang" ucap abizar


tetapi kejutan yang abizar dapat mel menc*um bib*r abizar sekilas.