
abizar mengantar mel sampai dirumah. setiba dirumah mel menyarankan abizar agar segera pulang agar segera mengganti bajunya
"terima kasih mas sudah mengantarku, sekarang mas lebih baik pulang" ucap mel
"kau mengusirku sayang, kita kan baru jadian" ucap abizar
"bukan begitu maksudku, tapi pakaian mas basah dan mas bisa sakit" ucap abizar
"aku bawa pakaian ganti dibagasi mobilku, aku akan ganti baju dirumahmu dan ingin berdua denganmu" ucap abizar
"tidak, mas harus pulang besok saja Kesini ini sudah malam tidak baik" ucap mel
"kau takut khilaf denganku ya kalau hanya berdua denganku, aku sih dengan suka rela jika kau khilaf sayang" ucap abizar menggoda dengan menaik turunkan alisnya.
"enak saja, sana pulang" ucap mel
"baru kali ini kejadian baru saja jadian belum sampai satu jam langsung diusir" ucap abizar sambil menghembuskan nafasnya.
"besokkan bisa kesini lagi" ucap mel
"baiklah demi mu, ayo masuk sana kunci pintu dengan baik dan jangan lupa mimpikan aku" ucap mel
"selamat malam mas" ucap mel
"selamat malam sayang" ucap abizar
melpun keluar dari dalam mobil abizar, membuka pintu pagar rumah lalu menguncinya kembali dan membuka pintu rumah seraya melambaikan tangan pada abizar dan masuk kerumah. setelah mel telah masuk rumah abizar menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari rumah mel menuju pulang kerumahnya.
"terima kasih hujan karenamu aku bisa menc•um gadis pujaanku dan menjadi kekasih sungguhannya" batin abizar
hatinya sungguh bahagia sampai dirumah.abizar langsung masuk kamar karena keadaan rumah sudah sepi karena sudah sangat malam. ia sudah tidak sabar memberitahukan kedua orang tuanya tentang hubungannya dengan mel.
keesokan harinya semua anggota keluarga sudah berkumpul kecuali katrine yang masih KKN.
" pagi pa ma" ucap abizar sambil duduk
"pagi sayang, kau sepertinya bahagia sekali pagi bi" ucap mama sambil mengoles selai keroti untuk abizar.
"tentu Ma, aku hari ini sangat bahagia tadi malam aku dan mel sudah resmi berpacaran" ucap abizar.
"benarkah sayang, Mama turut senang mendengarnya semoga langgeng ya" ucap mama dengan raut wajah bahagia
"terima kasih Ma, doakan abi dan mel ya ma" ucap abizar
"tentu saja sayang, Mama akan kawal kalian sampai halal" ucap nyonya rossa dengan semangat.
"kau tidak memaksa gadis itu untukbjadi pacarmu kan bi" ucap papa
"tentu saja tidak pa, ternyata mel juga memiliki rasa yang sama denganku" ucap abizar
"darimana kau tau dia punya rasa yang sama denganmu" ucap tuan mandala
"saat aku berc•iman dengannya pa" ucap abizar keceplosan.
"kau memaksa berc•uman seperti kemarin jadi pencuri, dasar anak nakal" ucap tuan mandala kesal pada abizar
"bukan begitu pa, kemarin aku meminta izin darinya terlebih dahulu dan karena suasana mendukung jadi aku berani" ucap abizar hati-hati.
"bi, jangan lakukan yang diluar batas. kalian itu belum menikah" ucap tuan mandala
"abi hanya menc•umnya pa tidak lebih" ucap abizar
"pokoknya jangan lakukan lagi, aku tidak mau kau mengh•mili anak orang" ucap tuan mandala
"papa ini terlalu berlebihan abi tidak mungkin berani melakukan itu pada mel" ucap abizar
"aku masih ingat tadi kau mengatakan suasana mendukung, aku akan mengawasimu" ucap tuan mandala
"pa, abi bukan anak kecil lagi dan abi juga tau batasannya masa papa curiga sama anak sendiri" ucap abizar
"tenang suamiku sayang, mama akan kawal mereka sampai halal dalam segala hal, dan kita dapat cucu pada waktunya" ucap nyonya rossa menimpali
"abi janji tidak akan macam-macam pada mel, abi akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga abi" ucap abizar
"papa pegang janjimu dan semoga kalian segera menikah" ucap tuan mandala
"terima kasih Ma pa, nanti malam abi akan ajak mel ke rumah" ucap abizar
"mama harus masak enak untuk menyambut kedatangan calon menantu mama, mel suka makan apa bi" ucap nyonya rossa bahagia.
"dia penyuka semua makan ma, matanya akan langsung melotot jika berhadapan dengan makanan" ucap abizar
"abi, mel itu calon menantu mama jadi jangan berani mengejeknya" ucap nyonya rossa.
"jadi abi tidak disayangkan lagi nih" ucap abizar
"kalian kesayangan mama" ucap nyonya rossa
setelah sarapan abizar bergegas berangkat kekantor.hari ini cukup padat baginya. ia hanya menyapa mel melalui panggilan telepon. dan akan mengatakan akan menjemput mel nanti malam untuk makan bersama keluarganya. begitu juga mel gadis itu kini sedang masuk banyak barang baru dan sedang menyusunnya ke rak bertingkat miliknya.
siang ini seorang dokter tampan sudah tiba dibandara setelah beberapa hari ini harus ke Bandung menggantikan papanya. ia sudah tidak sabar bertemu dengan seorang gadis yang mencuri hatinya. ia menenteng paper bag berisi oleh-oleh untuk gadis itu. panggilan telepon membuat ia harus menunda Pertemuannya dengan gadis itu.karena hari ini ia ada jadwal praktek siang.
sedangkan gadis itu yang tak lain adalah mel masih disibukkan dengan orderan dan stock barang. ia tenggelam dengan pekerjaan yang dari awal ia cintai hingga jam makan siang datang gadis itu masih dengan kesibukannya. bunyi suara chat mengalihkan perhatiannya
✉ jangan terlalu sibuk dan jangan lupa makan siang sayang.
itu isi chat dari abizar kepadanya.
✉ ok
hanya itu balasan dari mel.
abizar sedikit kesal dengan mel karena gadis itu hanya membalasnya dengan dua huruf saja.
"dasar" batin abizar
siang berganti malam setelah selesai menyelesaikan urusan dikantor abizar menuju rumah mel. ia sudah tidak sabar bertemu dan menjahili gadis yang baru 2 hari menjadi kekasihnya itu. kini ia tiba dirumah mel terlihat para karyawan mel baru akan pulang.mel masih dengan wajah kusutnya dan belum bersiap.
"menguji kesabaran, bukannya harusnya dia sudah bersiap dan dandan yang Cantik" batin abizar.
"kenapa kau belum bersiap sayang, kita kan akan makan malam dengan kedua orang tuaku" ucap abizar
"maaf mas tadi shock barang baru saja tiba jadi aku cukup sibuk merapikannya hari ini" ucap mel
"ya sudah sana mandi dan dandan yang Cantik, aku akan menunggu 10 menit" ucap abizar
"hah? 10 menit, mandi saja tidak cukup 10 menit" ucap mel
"atau aku perlu yang memandikanmu" ucap abizar
"kau suka sekali membuat tekanan darahku naik mas" ucap mel
mel pun bergegas mandi dan bersiap. ia mandi dan berdandan dengan terburu karena abizar. ia keluar dengan rambut basahnya yang tergerai. ia menghampiri abizar yang sedang menunggunya diteras rumahnya.
"ayo berangkat mas aku sudah siap" ucap mel
abizar menatap gadis yang ada dihadapkannya sungguh menggoda iman kelaki-lakiannya. wangi sabun dan shampoo yang mel pakai menusuk indra penciumannya.
" tuhan dia sungguh sangat menggoda, kuatkan imanku semoga aku tidak akan men•rkamnya saat dimobil" batin abizar.
mel yang melihat abizar melamun sambil menatapnya. ia kemudian melambaikan tangannya tepat diwajah abizar.seketika abizar tersadar.
"ayo kita berangkat" ucap abizar mengalihkan perhatian mel yang heran melihat sifatnya
"kau kenapa mas" ucap mel
"sepertinya aku butuh pengawalan sayang" ucap
"untuk apa, ada yang mengancam dirimu" ucap mel
"ada" ucap abizar
"siapa" ucap mel
"dirimu sayang, aku butuh dikawal sampai halal agar aku tidak men•rkammu sebelum waktunya" ucap abizar
"hah" ucap mel heran dan tidak mengerti arah pembicaraan abizar