CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
modus



adegan kincir angin itu berakhir saat suara keramaian menyadarkan mereka. sebelum mereka akan turun.


"hei,kenapa kau masih menatapku sayang" ucap abizar


"ayo turun" ucap mel malu


"aku mau lagi naik ini seru ternyata" ucap abizar menggoda mel


"dasar" ucap mel sambil mencubit lengan abizar


"aww, sakit sayang" ucap abizar


"rasakan" ucap mel kesal


"kau membuat phobiaku hilang, jadi aku ingin naik itu lagi tiga putaran lagi" ucap abizar


"kau bisa mabuk mas" ucap mel


"mabuk cinta kan sayang, aku tidak masalah" ucap abizar


"kau memang benar-benar mabuk mas, sepertinya kau harus minum air kepala secepatnya karena kau m•sum sekali dan bertingkah aneh hari ini" ucap mel


"tapi kau suka kan buktinya kau membalas c•umanku tadi" ucap abizar


"astaga mas, kau tidak malu didengar orang lain" ucap mel


"buat apa malu, aku kan mencium calon istriku" ucap abizar


"dasar modus" ucap mel


mel berjalan lebih dulu dan diikuti abizar dari belakang, ia sangat haus dan ini mencari minuman dingin dan segar dipasar malam ini, dan ia menemukan seorang penjual es kelapa muda yang sedari siang ia cari.


"bang, es kelapanya campur susu dan alpukat ya satu" ucap mel


"ok mbak" ucap sang penjual


"kenapa hanya satu aku mau juga sayang" ucap abizar


"berikan dia kelapa hijau Utuh tanpa gula tanpa es" ucap mel


"kenapa kau memesan yang berbeda untukku sayang" ucap abizar


"memang beda mas, ini untuk obat melancarkan peredaran darah agar mas tidak mikir aneh dan m•sum lagi" ucap mel asal


"aku tidak mau" ucap abizar


"kelapa hijau sangat baik bagi pria tuan menghindari disfungsi er•ksi dan menambah produksi sp•rma" ucap sang penjual


"benarkah" ucap abizar


"tentu saja tuan" ucap sang penjual dengan semangat


"baik aku pesan tiga kepala hijau demi calon istriku ini, sepertinya ia sudah tidak sabar" ucap abizar


mel tersedak mendengar perkataan abizar sepertinya ia terkena orang leluconnya sendiri.


"uhuk... uhukk mel terbatuk karena tersedak


"sayang kau kenapa?" ucap abizar


"aku tidak apa-apa mas" ucap mel


"astaga kenapa jadi semakin menjurus seperti ini, kenapa aku bisa-bisanya memesan kelapa hijau untuknya masnya pasti semakin salah paham akan niatku" batin mel


"sayang l•ngeri dan kelapa hijau pasangan yang serasi ya apalagi dimalam seperti ini" ucap abizar menggoda mel


"jangan harap sebelum menikah" ucap mel


"hei sayang kenapa jadi kau yang m•sim sekarang" ucap abizar


"kan mas duluan yang mulai" ucap mel


"maksudku kan setelah kita menikah" ucap abizar.


"mas kau yakin akan menghabiskan tiga kelapa itu sekaligus" ucap mel


"tentu saja jika baik untuk kesehatan apalagi berpengaruh untuk malam pertama kita nanti" ucap abizar


"kan mulai lagi" ucap mel mulai kesal.


abizar hanya tertawa dengan ekspresi cemberut mel. abizar kemudian menghabiskan tiga kelapa hijau tersebut. dan abizar ternyata sangat menyukainya air kelapa hijau itu. setelah menghabiskan air kelapa hijau tersebut mereka memutuskan untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. mereka keluar dari pasar malam tersebut dan berjalan menuju mobil mereka. mel sudah berulang kali menguap karena sangat ngantuk.abizar melirik kesamping dan melihat mel sudah tertidur. abizar melajukan mobilnya kerumahnya karena ia juga sangat lelah ia akan membawa mel bersamanya. ia tidak peduli gadis itu akan marah kepadanya nanti.


setelah sampai dirumah ia langsung menggendong mel kekamar katrine. dibantu oleh mama membuka pintu. setelah meletakkan mel dikasur bersama katrine abizar keluar kamar adiknya berniat untuk kekamarnya.


"sayang kalian dari mana" ucap nyonya rossa


"dari pasar malam ma" ucap abizar sambil menguap


"apa? pasar malam?" ucap nyonya rossa


"wahana ditanah lapang yang ada kincir anginnya ma"ucap abizar


"tadi mel meminta kesan jadi abi turuti saja, ternyata seru" ucap abizar


"dasar kalian ini seperti anak kecil saja" ucap nyonya rossa


"sudah ya Ma, abi ngantuk mau tidur" ucap abizar


"baik sayang" ucap mama


"seorang CEO kepasar malam dengan setelan jas, dasar bucin" batin nyonya rossa


keesokan harinya mel terbangun dari tidurnya ia mendudukkan dirinya dan meregangkan tubuhnya.


"sudah bangun" ucap abizar mengejutkan mel


"mas, apa yang kau lakukan disini" ucap mel panik


" ini kan rumahku jadi terserahku sayang" ucap abizar


"rumahmu" ucap mel lalu memperhatikan sekitarnya dan menyadari ia sedang tidak berada dirumahnya


"sudah sadarkan sayang, sana mandi lalu kita sarapan" ucap abizar


"kenapa aku bisa ada dirumah mas abi" ucap dinda aneh


"karena aku tadi malam menyetir sangat ngantuk dan lelah, jadi aku membawamu kesini" ucap abizar


"maaf" ucap mel


"kenapa minta maaf" ucap abizar


"aku membuat mas kelelahan" ucap mel


"sudahlah, mandi sana setelah sarapan aku antar pulang" ucap abizar


"terima kasih calon suami" ucap mel


"oya, satu lagi, kenapa kau jika tidur seperti orang mati dan tidak sadar aku menggendongmu sampai kekamar katrine, kau sengaja ya" ucap abizar


"enak saja" ucap mel


abizar keluar dari kamar katrine dan mel memutuskan untuk mandi setelah sebelumnya mengunci pintu kamar katrine. setelah itu ia langsung masuk kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. setelah itu ia bergabung kemeja makan bersama abizar dan keluarga.


"menantu mama yang cantik sudah bangun ternyata, nyenyak tidurnya sayang" ucap nyonya rossa


"ia ma" ucap mel


"ayo sarapan sayang, kau ingin apa" ucap nyonya rossa


"biar mel ambil sendiri ma" ucap mel


"baiklah sayang" ucap nyonya rossa


"Kak mel, kenapa kau bisa tidak sadar saat digendong kak abi" ucap katrine


"karena dia terlalu nyaman dalam gendongannya kat" sambung abizar


"sana cepat menikah" ucap katrine


"aku mau banget dan mau lagi malah" ucap abizar


"mau lagi apa kak" ucap katrine


"naik kincir angin" ucap abizar


"apa itu" ucap katrine


"kau tidak perlu tau nanti kau membawa kekasihmu kesana lagi" ucap abizar


"kenapa aku tidak boleh kesana kak" ucap katrine bingung


"karena kau akan jadi korban modus kat" ucap mel menyambung


"korban modus" ucap katrine


"ia kat" ucap mel


"korban modus kak abi maksudnya" ucap katrine


"ia" ucap mel


"kalau itu aku tidak heran kak" ucap katrine


mereka yang ada dimeja makan pun tertawa kepada abizar.


"tidak masalah ditertawakan yang penting tadi malam aku menang banyak" batin abizar sambil tersenyum


"kenapa mas abi senyum-senyum begitu, ada rencana apa lagi dia" batin mel


mel dan abizar sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. bahkan sekarang mereka sedang saling menatap satu sama lain. sambil abizar mem•nyunkan bibirnya.