CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
melamar



malam berganti pagi mereka akan bersiap kembali kekapal siang nanti untuk berlayar kembali menuju singapura. abizar mengajak mel untuk naik pralayang di thai sky adventure bersamanya sebelum mereka meninggalkan Thailand, tetapi mel menolaknya. abizar mengajaknya berbelanja juga tidak mau akhirnya mel menyetujui saat abizar mengajaknya pergi ke museum teddy bear. ia merasa kekasihnya kekanakan sekali. disaat gadis lain memilih diajak berbelanja oleh kekasih mereka atau memilih pergi ketempat romantis untuk berkencan. demi mel abizar memenuhi permintaan kekasihnya untuk menarik perhatian dan hatinya. mereka berdua sudah pergi pagi-pagi sekali menuju museum itu tanpa pemandu wisata karena abizar sudah beberapa kali datang ke negara ini. tetapi kali ini kedatangannya begitu spesial karena ia datang bersama mel kekasihnya.


mereka menaiki taksi menuju kesana. mel begitu semangat menuju museum itu. sepanjang perjalanan ia terus menikmati pemandangan yang disajikan negara ini dibalik kaca mobil taksi yang membawa ia dan abizar.


"aku ingin melamarmu disana mel dan menjadikanmu milikku seutuhnya" batin abizar sambil menatap gadis yang ada disampingnya yang sedang asik memandangi negara yang baru pertama kali ia datangi.


"Bagaimana menurutmu negara ini" ucap abizar membuat mel memalingkan wajahnya kearah abizar.


"Bagus" ucap mel


"apa kau ingin tinggal disini lebih lama" ucap abizar


"tidak" ucap mel


"kenapa tidak, aku melihat ekspresimu sangat senang" ucap abizar.


"aku tidak mau jauh dari orang yang aku sayangi" ucap mel


"siapa orang yang kau sayangi" ucap abizar penasaran.


"orang tuaku" ucap mel cepat


"kalau aku" ucap abizar


"kenapa kau" ucap mel


"apakah kau menyayangiku juga mel" ucap abizar pelan


"Kak... abi aku sudah menganggapmu seperti kakakku dan temanku" ucap mel


"sudah berapa kali aku katakan kalo aku bukan kakakmu" ucap abizar kesal dan tidak terima.


"aku merasa aneh jika hubungan ini berubah" ucap mel


"aku akan membuatmu mencintaiku" ucap abizar yakin.


"tapi kak.... " ucap mel


"bukankah kemarin kau setuju menjadi kekasihku" ucap abizar


"aku hanya tidak enak hati kak" ucap mel


"tidak bisa pokoknya kau tetap kekasihku titik" ucap abizar


"Kak kita saja lebih sering bertengkar dan berdebat itu tanda jika kita tidak cocok kekasih" ucap mel


"aku kan sudah minta maaf dan berjanji akan jadi berubah untukmu" ucap abizar


"bukankah tidak baik hubungan yang dipaksakan" ucap mel


"apakah kau pernah dengar benci bisa jadi cinta" ucap abizar tidak mau kalah.


"tidak mungkin" ucap mel


"aku akan menjadikannya mungkin" ucap mel.


taksi tiba dimuseum tersebut. abizar dan mel berjalan berdampingan memasuki museum itu setelah membeli tiket masuk. tempat itu tampak sepi karena masih pagi. abizar sempat melihat rombongan anak TK akan memasuki museum itu juga bersama mereka.


"apa aku tidak salah tempat melamar dia disini" batin mel.


abizar pamit beralasan pergi ke toilet dan menyuruh mel untuk masuk duluan. sedangkan abizar keluar museum untuk mencari bunga untuk mel. ia akan melamar mel di mesium itu.


ia mendapatkan bunga dari seorang gadis kecil penjual bunga. seorang gadis kecil berusia kira-kira 10 tahu yang biasa begadang di area museum tersebut. ia memborong bunga gadis kecil tersebut dan meminta gadis itu untuk merangkai bunga tersebut menjadi satu bagian seperti sebuah buket. gadis itu menyanggupinya dan terangkailah buket mawar merah yang indah.


abizar kemudian membayar dengan mata uang mereka dan memberikan uang lebih kepada gadis kecil penjual bunga tersebut. terlihat ia begitu senang.


abizar kembali ke museum itu dengan membawa bucket mawar tersebut sambil mencari mel kekasihnya. ia menemukan mel sedang mengambil gambar beruang teddy bear yang begitu lucu dan menggemaskan disana melalui ponselnya



gadis itu sangat senang selain pengunjung masih sepi ia jadi puas berkeliling dan mengambil gambar disana.


"tentu aku sangat senang kak, terima kasih ya kak" ucap mel


"mel, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" ucap abizar yang sangat gugup.


"apa" ucap mel singkat.


abizar memberikan bucket bunga mawar yang tadi ia beli kepada mel. ia kemudian berlutut dihadapan gadis itu.


"Kak abi, apa yang kakak lakukan" ucap mel yang tidak menyangka apa yang abizar lakukan.


"mel, aku sudah tidak bisa menahan untuk mengatakan ini" ucap abizar.


"apa yang ingin kak abi katakan" ucap mel


"mel, aku sangat mencintaimu aku ingin melamarmu" ucap abizar


"apa" ucap mel


"mel aku ingin kau jadi istriku, will you marry me baby" ucap abizar sambil meraih tangan kanan mel dan menggenggamnya.


"astaga Kak apa yang kau lakukan, lihatlah orang-orang melihat kearah kita" ucap mel


"aku ingin kau menjadi milikku satu-satunya dan aku ingin mencintaimu seutuhnya" ucap abizar sungguh-sungguh.


"aku......... " ucap mel terbata


"jawablah mel, apakah kau menerimaku" ucap mel


"Kak, ini terlalu cepat bagiku kita bahkan belum mengenal satu sama lain lebih dalam" ucap mel


"kau menolakku mel atau ada orang lain dihatimu" ucap abizar.


"tidak ada siapapun dihatiku kak" ucap mel


"termasuk aku" ucap abizar


"Kak, kenapa kau jadi begini aku butuh waktu untuk mencerna hubungan kita" ucap mel


"mel, asalkan kau mau belajar mencintaiku, membalas cintaku semua bisa kita lewati " ucap abizar


"kak kita awalnya musuh, aku menolongmu mungkin kau hanya merasa berhutang budi kepadaku karena menyelamatkanmu waktu itu" ucap mel


"tidak mel, aku serius mencintaimu bahkan mama dan papa sudah tau tentang perasaanku padamu" ucap abizar


"kak menikah itu komitmen seumur hidup, bukan hanya masalah cinta dan ingin memiliki" ucap mel


"aku ingin menikah denganmu, aku tidak akan terus berlutut dihadapkannya jika kau tidak menjawabku" ucap abizar


"maafkan aku Kak, aku tidak bisa" ucap mel


"kenapa, beri aku alasan yang masuk akal" ucap abizar.


"aku hanya akan menikah, dengan orang yang aku cintai begitu juga dengan sebaliknya sampai maut memisahkan" ucap mel.


" aku mampu melakukannya, kenapa kau tidak memberikanku kesempatan" ucap abizar tak putus asa


"ini bukan masalah kemampuan diri Kak, tapi ini masalah hati" ucap mel


"serahkan hatimu kepadaku dan aku akan membahagiakanmu" ucap abizar


"kau selalu memaksa kehendakmu dari itu kita tidak cocok, lebih baik kita kembali kepelabuhan nanti kita ketinggalan kapal" ucap mel mencoba melepaskan tangan yang digenggam abizar sedari tadi.


"biarkan saja kapal itu pergi" ucap abizar


"jika kau tidak ingin pergi bersama aku akan panggil taksi sendiri" ucap mel.


mel melepas tangan genggaman abizar dan berlalu menuju pintu keluar museum. ada perasaan aneh dihati mel saat meninggalkan abizar yang masih berlutut disana, tapi mel tidak bisa membohongi hatinya bahwa ia belum berpikir untuk menikah apalagi dengan abizar. abizar yang selalu berdebat saat bersama dengannya dan abizar yang selalu memaksa kehendaknya harus sesuai dengan keinginannya. mel sempat menoleh kebelakang abizar masih tetap dalam posisi berlututnya.


"maaf kak jika kau merasa diriku jahat dan tidak tau berterima kasih atas perlakuan baik dan manismu padaku selama ini" batin mel