CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
Tom and jerry



seminggu paska kejadian dirumah mel dimana riko yang ingin menodainya gadis itu.mel lebih banyak diam. dia masih trauma dan tidak percaya riko yang ia anggap seperti kakaknya sendiri ingin melakukan perbuatan keji padanya. mel dan abizar juga sudah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan dan kesaksian apa yang menimpa mel. polisi juga menerangkan bahwasanya riko adalah DPO mereka dengan kasus penggunaaan dan penjualan obat-obatan terlarang dan minuman ke••s. sungguh mel tidak menyangka riko sudah lama tersangkut kasus nar••ba dan kini hukuman pidana menantinya.


walau sebenarnya ia masih trauma tapi ia merasa tidak baik terus tinggal dikediaman abizar.apalagi keluarga abizar yang lain sedang tidak ada dirumah. tuan dan nyonya rossa sedang diluar kota sedangkan katrine sedang memginap dikost temannya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya secara kelompok.


"hei aku ingin kembali kerumahku bolehkan ucapnya saat sedang makan siang bersama abizar


"lebih baik kau disini saja dulu, aku tau kau masih trauma kalau disini aku bisa mengawasimu" ucap abizar.


"tidak, aku sudah jauh lebih baik dan berani untuk tinggal dirumah lagi.aku juga harus melanjutkan usahaku" ucap mel


"serius apa kau yakin, apa perlu menyewa body guard untukmu " ucap abizar


"tidak usah itu terlalu berlebihan" ucap mel


"kau ini kenapa memanggilku seperti itu, cepat ganti panggilanku "ucap abizar tidak suka


"jadi aku harus memanggilmu apa" ucap mel


"apapun tapi jangan yang tadi hei hei tidak sopan sekali aku ini lebih tua darimu" ucap abizar


"aku akan memanggilmu kakak saja seperti yang katrine lakukan padamu" ucap mel


"kau bukan saudara ataupun adikku" ucap abizar


"aku memang adikmu, usiaku dan katrine kan sama" ucap mel


"aku tidak mau"ucap abizar lalu meninggalkan mel dimeja makan


"dasar pemarah, sudah tua tapi seperti anak kecil" ucap mel


"apa kau bilang tadi" ucap abizar


"sudah tua" ucap mel


abizar hanya memberi pelototan kepada mel, tapi gadis itu mengulurkan lidahnya.


"aku tidak mau jadi kakakmu, aku mau jadi kekasihmu gadis menyebalkan" batin abizar.


mel bergegas mengepak pakaiannya kemudian ia mengambil ponselnya menghubungi salah satu karyawannya untuk mencari orang untuk membersihkan rumahnya karena besok ia akan kembali pulang. setelah selesai menghubungi karyawannya ia bergegas mandi.


abizar ingin sekali melarang mel untuk kembali kerumahnya. masih ada rasa khawatir terbesit dihati abizar. lelaki itu memikirkan cara agar bisa menunda mel untuk kembali. dan ia berpikir akan meminta bantuan arnold. ia pun menghubungi arnold untuk meminta bantuannya.abizar menceritakan kekhawatirannya terhadap mel.


📞selamat siang tuan, hari ini saya akan pitting terakhir baju pengantin


📞apa hubungannya depanku, aku minta solusi bukan minta jadwalmu


📞anda ajak saja mel ketempat kami pitting baju nanti biar tari yang menunda mel pulabg


📞baiklah kirim saja lokasinya kami akan kesana.


abizar kemudian beranjak dari duduknya dan menuju kamar mel, pintu kamar gadis itu tidak dikunci.ia mendengar suara air dikamar mandi dan suara mel yang sedang bersenandung. saat abizar akan duduk diatas kasur. terdengar suara pintu kamar terbuka. mel keluar hanya menggunakan handuk pendek dengan rambut basahnya yang tergerai.gadis itu masih sibuk menggunakan handuk kepala untuk mengeringkan rambutnya. hingga ia tidak menyadari keberadaan abizar.


"seksi"ucap abizar memandang keindahan yang tersuguh didepan matanya.


"ahhhh!!! apa yang kau lakukan dikamarku" ucap mel terkejut. sambil menyilangkan tangan did•danya.


"aku menunggumu kenapa lama sekali mandinya" ucap abizar


"sana tunggu diluar aku mau ganti baju" ucap mel yang sudah bersembunyi dibalik pintu kamar mandi.


"kenapa bersembunyi begitu, pikiranmu mes•m sekali ya" ucap abizar.


"kau yang mes•m masuk kekamar seorang gadis seenaknya"ucap mel tidak terima


"ini kan rumahku dasar gend•t" ucap abizar


"apa kau bilang aku gend•t"ucap mel tak terima


"ia kau memang gend•t jadi aku tidak mungkin berna•su padamu" cibir abizar.


mel keluar dari kamar mandi dengan handuk pendeknya tadi dan melepas handuk dikepalanya.kini rambutnya setengah basahnya tergerai ia melangkah mendekati abizar. dan kini mel sudah dihadapkan abizar


"hei kau mau" ucapnya abizar terbata kepada mel bahkan tubuhnya sudah panas dingin melihat mel seperti ini.


"kau bilang aku gend•tkan apakah itu benar " ucap mel manja sambil mengelus waj•h abizar


"tidak kau... seksi sekali" ucap abizar secara tidak sadar ia masih terpana melihat mel dihadapannya dengan begitu dekat.


"tapi tadi kau bilang gend•t" ucap mel sambik menangkup wajah abizar.


"tidak kau sangat seksi, kau membuatku ingin... " ucap abizar sambil terus menelan air liur dengan susah.


mel tersenyum dan semakin ingin mengerjai abizar. ia mendorong abizar keranjang membuat lelaki itu terlentang pasrah. mel tidak ingin tanggung-tanggung mengerjai lelaki ini. mel mena•ki tubuh abizar seketika jantung abizar berdebar sangat kencang. mel membuka handuknya yang ternyata ia memakai baju model kemben dan hot pant tidurnya.


"kenak kau, dasar mes•m pikiranmu kotor sekali" ucap mel sambil mengambil bantal membekap wajah abizar karena kesal.


abizar membalikkan tubuh mel sehingga posisi mereka berbalik kini mel yang ada dibawah tubuh abizar.


"kau berani mengerjaiku" ucap abizar


"kenapa tidak" ucap mel menantang


"bagaimana kalau aku menginginkanmu" ucap abizar.


"tidak akan" ucap mel cibir mel


abizar mendekatkan bi••rnya ke bi••r mel ketika hendak akan menc••m mel.


air mata mel langsung keluar seperti anak sungai yang begitu deras.


"kau curang berani mengerjaiku, aku balas kau menangis, hei aku cuma bercanda" ucap abizar sambil bangkit dari tubuh mel.


"kau jahat huaaa.....huaaaa"ucap mel sambil menangis


"kan kau duluan" ucap abizar


"kau yang duluan" ucap mel


"kenapa jadi aku" ucap abizar


"kau bilang aku gend•t" ucap mel kesal


"kau memang gend•t kenapa kau marah" ucap abizar


"tapi tadi kau bilang aku seksi" ucap mel


"mana ada aku berkata begitu" ucap abizar berkilah


" tadi kau mengatakannya" ucap mel


"kau pasti salah dengar tadi" ucap abizar


"tidak, tubuhmu saja tadi panas dingin saat aku sentuh" ucap mel


"kau mulai pintar mengarang cerita" ucap abizar


"aku tidak mengarang ini sesungguhnya bahkan tubuh bergetar" ucap mel


"kau menyebalkan sekali, cepatlah bersiap arnold mengajak kita bertemu"ucap abizar


" mau kemana" ucap mel


"ikut saja jangan banyak tanya" ucap abizar dan berlalu.


"gadis aneh, kenapa aku bisa menyukai gadis seperti itu"batin abizar