CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
papa mama



setelah menempuh perjalanan yg cukup melelahkan akhirnya abizar dan mel tiba di Indonesia. setelah turun dari pesawat mereka disambut sebuah mobil hitam mewah yang akan mengantar mereka pulang.


sepanjang jalan mel melihat banyak berubah dikota asalnya ini. tiba-tiba ia teringat dengan makam kedua orang tuanya.


"mas, bisa turunkan aku dimakan kedua orang tuaku" ucap mel pada abizar


"kemanapun aku akan menemanimu, setelah itu kita temui mama papa" ucap abizar


mel terdiam, Ia merasa belum siap bertemu mereka. abizar yang mengerti apa yang ada dipikirkan mel pun menggenggam tangan mel untuk memberi kekuatan.


"tenanglah kita hadapi bersama, bukankah kau sudah menganggap kedua orang tuaku seperti orang tuamu sendiri" ucap abizar


" ia mas" jawab mel singkat.


"besok siang kita akan bertemu mama dan papa, aku akan mengantarmu kerumahmu dan aku akan menginap dihotel.


mobil yang membawa abizar dan mel telah tiba didepan rumah mel. mel turun dan abizar membantu menyeret kopernya. rumah itu terlihat gelap tetapi untungnya mel punya kunci cadangan rumahnya sebelum ia pergi lima tahun lalu.


"kau berani dirumah sendiri?" ucap abizar


"tentu saja ini rumahku mas" ucap mel


"baiklah aku akan kehotel, jika kau butuh sesuatu hubungi aku" ucap abizar


"baik mas" ucap mel


mel masuk kedalaman rumah sepeninggalan abizar rumah ini terlihat bersih dan terawat


"baiklah aku Bisa langsung tidur kalau begitu" batin mel


malam pun berganti pagi. cahaya matahari memasuki masuk melalui jendela kamar. mel terbangun dari tidur lelapnya. Ia bergegas mandi dan bersiap.


ia meraih ponsel tetapi belum ada pesan atau panggilan dari abizar.


"mungkin mas abi masih tidur" batin dinda


setelah menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, mel memilih untuk tidur kembali karena ia masih sangat merasa lelah mel tidur Hingga siang hari saat abizar tiba.


saat datang ia langsung masuk dan melihat mel masih tertidur, ia mendekat dan mengelus pipi mel membuat mel terbangun.


"mas sudah datang,..hoamm" ucap mel dengan suara khas orang bangun tidur


"bersiaplah kita akan kerumah dan menemui mama dan papa" ucap abizar.


"apa waktunya sudah tepat mas" ucap mel


"lebih cepat lebih baik" ucap abizar lagi


mel langsung bersiap dan menggunakan riasan tipis diwajahnya.


setiba dirumah keluarga mandala. mel cukup lama turun dari mobil abizar.


"ayo sayang, mereka pasti merindukanmu" ucap abizar


akhirnya mel turun dengan seluruh kekuatan hati. abizar menggenggam tangan mel memberi kekuatan. dan salah satu pelayan rumah itu melihat kehadiran mel dan abizar dan memberitahukan kepada nyonya ivanka.


mel dan abizar masuk kedalaman rumah. dan melihat orang tuanya sedang bersantai diruangan keluarga.


"sayang mama merindukanmu" ucap nyonya ivanka dan beranjak dari duduknya menuju mel.


mel langsung mencium kedua punggung tangan mama abizar disambut pelukan oleh mama abizar.


"kalian balikan" ucap nyonya ivanka


" ia ma, mel akan jadi menantu mama" ucap abizar


"sayang apa abizar memaksamu" ucap nyonya ivanka curiga


"tidak ma" ucap mel


"mama ini bukan mendukung malah jelek-jelekin anaknya sendiri" ucap abizar


"mel apa kau sudah pikirkan matang-matang untuk hidup bersama abi" ucap tuan mandala


"sudah pa" ucap mel.


"mel jika kau perlu waktu, katakan saja sayang masih banyak pria baik diluar sana" ucap tuan mandala


"apa yang papa katakan abi ini anak papa" ucap abizar kesal


"umurmu saja yang tua tapi pikiranmu masih seperti anak kecil jadi papa rasa mel jangan ambil resiko" ucap tuan mandala


"mama rasa papamu benar dan bagaimana dengan sherly tunanganmu" ucap nyonya ivanka


"aku tidak ada apa-apa dengannya dan dia juga sudah menyerah" ucap abizar


"tidak bisa begitu kau harus bicara dengan sherry bersama mel. akhiri baik-baik" ucap nyonya ivanka


"bagaimana nak apa kau mau? " ucap tuan mandala kepada mel


"baik pa mel setuju" ucap mel


"setelah kalian bertemu dan bicara dengan sherry baru papa akan menemui keluarganya"ucap tuan mandala


"mama setuju, orang tua sherly teman baik kita sepatutnya kita jaga perasaan mereka" ucap nyonya ivanka


"mel, apa kau tidak punya seseorang yang istimewa dihatimu selama lima tahun ini" ucap tuan mandala


"tidak pa" ucap mel


"kau setia nak, beda dengan abizar yang sudah ada tunangan" ucap tuan mandala


"aku setia pa, wanita itu saja yang selalu mengejarnya dan papa mama yang memaksaku bertunangan dengannya" ucap abizar tidak terima


"dasar kau saja, dia seperti orang gila saat kau tinggalkan mel" ucap nyonya ivanka


"apa sampai seperti itu ma" ucap mel


"usul mama kau pikirkan secara matang untuk menikah dengan orang g*la ini, mama takut dia kumat" ucap nyonya ivanka


" ya Tuhan kenapa kau beri cobaan seberat ini punya mama papa yang tidak mendukung niat baik anaknya" ucap abizar


semua tertawa diruangan keluarga, begitu terlihat kembalinya kehangatan keluarga dirumah mewah ini. orang tua abizar begitu sangat menyayangi mel dan tidak ingin mel terluka hatinya karena perbuatan abizar walau abizar adalah anak kandung mereka. saling bertukar cerita hingga larut malam. hingga akhirnya mel menginap dikediaman mandala.


keesokan paginya mel bangun lebih awal sengaja agar ia bisa mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarga mandala. Ia berkutat didapur sendiri. dan memasak menu sederhana untuk sarapan pagi dan bekal makan siang untuk tuan mandala dan abizar bawa ke kantor.


abizar menuruni anak tangga saat mel sedang menata meja makan. pemandangan indah yang sudah ia rindukan.


"sepertinya ada yang tidak sabar jadi istriku" ucap abizar saat menuruni anak tangga


"pagi mas, dimana mama papa sarapan sudah siap" ucap mel


"kenapa kau menanyakan mama papa apa kau tidak ingin berlama-lama berdua denganku" ucap abizar


"jangan didengar mel, anak nakal ini memang suka terlalu percaya diri" ucap tuan mandala menyambung


"pagi papa mama ayo Kit sarapan selagi hangat" ucap mel


"harum sekali masakanmu sayang, kau masak apa? "ucap nyonya ivanka


"nasi kuning ma" ucap mel


"perut mama langsung lapar, sudah lama tidak makan itu" ucap nyonya ivanka


mereka pun sarapan dengan sesekali bersenda gurau. tak lupa mel membawakan bekal untuk tuan mandala dan abizar. hingga terdengar suara ponsel mel yang ia letakkan di dekat meja. ekspresi wajah mel berubah ia pamit untuk kekamar saat akan menerima panggilan video. abizar bisa membaca raut wajah yang ditunjukkan mel setelah mel masuk kekamar ia menyusul mel.


📱"hallo" ucap mel menjawab panggilan video tersebut.


📱"Hallo mammy, i miss umammy" ucap stepahani


📱"miss you too sayang" jawab mel


📱"mammy kesini, ayo kita main" ucap stephani


📱" ia nanti sayang" ucap


📱"kaki mammy masih sakit? "tanya stephani


📱"tidak lagi sayang" jawab mel


📱"mammy, papi mau jemput mammy, ya kan papi" ucap stephani


📱" ia sayang" ucap mel


📱bye mammy aku mau ikut Aunty ke mall" ucap stephani sambil melambaikan tangan kecamatan mengakhiri panggilan.


deg


deg


jantung mel berdebar begitu kencang mendengar ucapan tersebut ia terdiam. Ia telah membohongi mereka yang begitu menyayanginya. dan abizar bisa mendengar dan melihat ekspresi mel.