CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
hari pertunangan



dekorasi indah nan simple mendominasi setiap sudut rumah mel dan tertulis disana inisial nama mel dan abizar. segala persiapan sudah dirampungkan. kini mel sedang dikamar bersama tari dan MUA yang akan merias mel.


"kau jangan tegang begitu, kau bertunangan bukan mau wajib militer" ucap tari menggoda


"aku gugup ri, apa kau tidak merasakan seperti itu saat bertunangan dengan kak ar waktu itu" ucap mel


"dia yang gugup karena mendapatkanku" ucap tari.


"aku mandi dulu ya" ucap mel


"dimana kau meletakkan kebayamu" ucap tari sambil membuka lemari mel


"sebelah kiri ri" ucap mel sambil berteriak dari kamar mandi


kini mel telah selesai mandi, tari membantunya memakai kebayanya yang sangat pas di tubuh mel. setelah selesai menggunakan kebayanya kini mel duduk didepan meja riasnya ini saatnya sang MUA untuk meriah wajahnya agar terlihat semakin cantik dihari pertunangannya.



saat sedang dirias ponsel mel berdering dan panggilan tersebut dari abizar. tari yang menerima telepon dari abizar.


"ada apa mel sedang sibuk" ucap tari


"kenapa kau yang mengangkat, cepat kirim photonya sedang apa" ucap abizar


"hei tuan pertunangan kalian dua jam lagi, jadi sabar ya" ucap tari


"cepat aku ingin video call aku ingin melihat calon istriku." ucap abizar


"tidak boleh, nanti saja saat acara bye-bye" ucap tari


mel tidak menanggapi apapun, gadis itu mengantuk saat di makeup


"hei nona kau jangan tidur, kalian memang pasangan yang cocok sama-sama menyebalkan" ucap tari


mama tari masuk dan melihat mel sudah rapi dan cantik.


"kau sangat cantik mel, semoga kau bahagia selalu ya nak" ucap mama tari


"terima kasih tante" ucap mel


kini rombongan keluarga abizar telah datang dan disambut oleh orang tua tari sebagai pengganti orang tua mel. mereka membawa seserahan untuk sang calon pengantin wanita dan diterima oleh orang tua tari. setelah itu abizar dan keluarga dipersilahkan masuk kedalam rumah.



senyum kebahagian terpancar dari wajah abizar dan ia juga menanti mel kehadiran mel diruangan ini.



abizar tampak gagah dengan setelan jasnya tapi kali ini jas yang ia kenakan adalah pilihan mel, jadi kini ia merasa tampil sangat berbeda. acara dibuka oleh MC. perwakilan keluarga abizar yaitu om nya setelah silahturahmi menyampaikan niat dan tujuan kedatangan keluarga abizar Kesini. perwakilan keluarga mel menanggapi maksud dan tujuan keluarga abizar. dan tiba saatnya mel dipanggil keluar dari kamar. mama tari menjemput mel kekamarnya.


"kau sudah siap sayang, bismillah ya" ucap mama tari


"sudah tante, bismillah" ucap mel


mel keluar dari kamarnya digandeng oleh mamanya tari kini pandangan tertuju padanya. semua kagum melihat kecantikan mel begitu juga dengan abizar yang tersenyum telah melihat calon istrinya tersebut. mel kini duduk diapit oleh kedua orang tua tari.


melnmenatap abizar yang juga diapit kedua orang tuanya. mel tidak pernah membayangkan hubungannya dan abizar sudah sampai dijenjang ini. ia hanya melempar senyumnya kepada abizar dan yang lainnya yang hadir disini. MC kemudian. memulai acara lagi.


"mas abizar, benar yang ada dihadapkannya sekarang adalah melati putih yang akan kau jadikan sebagai istrimu kelak" ucap mc


"benar" ucap abizar


"kalau Mbak mel bagaimana benar ini calonnya yang bernama abizar mandala krisna" ucap mc


"benar" ucap mel


"sebelum tukar cincin, coba mas dan mbaknya berdiri dulu didepan sekarang masnya ungkapkan perasaan dan lamarannya didepan semua orang" ucap mc


abizar dan mel maju kedepan. dan abizar dengan gugup akan mengutarakan isi hatinya kepada mel.


"melati putih, kau adalah adalah anugerah terindah dihidupku yang diberikan Allah padaku, semangatku.maukah kau menjadi separuh jiwaku, pelengkap hidupku, menjadi ibu dari anak-anak kita dan menua bersamaku, maukah kau meneriaki dengan segenap jiwa ragamu" ucap abizar


semua yang ada diruangan itu terharu bahagia mendengar kata-kata mel dan abizar. setelah itu nyonya rossa bangkit dari duduknya dan memakaikan cincin kepada mel calon menantunya lalu ia memeluk dan mencium kening mel. setelah itu dilanjutkan dengan sesi perkenalan kedua keluarga dan dilanjutkan dengan jamuan.


abizar kini duduk samping mel sambil menyantap cake.


"kenapa kau tidak makan sayang, apa mau aku suapin" ucap abizar


"aku sebenarnya lapar mas, hanya saja memakai kebaya seperti itu membuat aku kesusahan bernafas" ucap mel


"hahaha kau ini lucu sekali sayang, saat resepsi pernikahan kita kau akan memakainya dari pagi hingga sore" ucap abizar


"seperti yang dipakai tari kemarin" ucap mel


"benar sekali" ucap abizar


"aku harus diet agar tidak sesak seperti ini" ucap mel


"jangan nanti kau tidak terlihat s•ksi lagi sayang, aku yang rugi" ucap abizar


"mas ini rame orang lho" ucap mel menutup mulut abizar dengan tangannya


"pokoknya aku tidak mau kau diet, aku tidak mau kau tidak s•ksi memakai l•ngeri dimakan pertama kita" ucap abizar


"astaga mas, kau ini nanti didengar orang malu" ucap mel


"aku tidak perduli" ucap abizar


"aku kesana dulu ya, mau menyapa keluarga mas" ucap mel


"tidak usah kau temani aku saja disini" ucap abizar.


tari datang sambil menggendong audrey bersama arnold ia ingin mengucapkan selamat kepada mel sahabatnya.


"selamat ya mel sayangku dan sukses hari H" ucap tari


"terima kasih kau sudah banyak membantuku" ucap mel


"ahh kau ini seperti orang lain saja" ucap tari


"selamat tuan" ucap arnold


"terima kasih arnold dan kami akan mengalahkan kalian dan punya anak yang banyak" ucap abizar


"mas, mulai deh maaf ya kak ar" ucap mel


setelah mengucapkan selamat tari pulang lebih dulu dari kedua orang tuanya yang menunggu keluarga abi yang pulang lebih dulu.


setelah selesai jamuan selesai orang tua abizar dan para rombongan Pulang.tinggalah abizar disana.


" mas aku ganti baju dulu ya" ucap mel


"kenapa cepat sekali" ucap abizar


"aku ingin kau membantunya membereskan rumah selagi mas belum pulang" ucap mel


"kau pintar sekali ya, menguras tenaga orang"ucap abizar


"mas, nanti setelah kita menikah harus bekerja sama" ucap mel


"kerja sama buat anak aku mau sekali sayang" ucap abizar


"dasar M•sum" ucap mel


"sudah sana ganti baju" ucap abizar


"mas tunggu sebenar ya aku tidak akan lama" ucap mel


abizar menunggu mel sambil menatap figura almarhum kedua orang tua mel.


"ayah bunda restui kami, percayalah aku begitu mencintai putri kesayangan kalian itu dan aku berjanji akan senantiasa membahagiakannya lahir dan bathin" ucap abizar sendiri