CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
panggil aku mas



mel terbangun saat mendengar suara berisik tuan mandala dan abizar.


hoammm!!


"kau sudah bangun nak" ucap tuan mandala


"sudah pa, maaf aku ketiduran disini" ucap mel


"Rendy belum juga datang nak" ucap tuan mandala


"sepertinya belum pa, aku sudah mencoba menghubungi tapi tidak nyambung" ucap mel


"mungkin dia banyak pasien atau kena macet sabarlah" ucap tuan mandala.


mel mencoba menghubungi Rendy berulang kali tidak juga menyambung. ia kemudian menghubungi tari. tari menjawab dan mengatakan kakaknya pergi mendadak ke bandung karena harus menggantikan papa mereka untuk seminar. mendengar itu mel pun menutup panggilan teleponnya.


"pa aku pulang dulu ya, sepertinya kak Rendy tidak jadi menjemputku dia sedang ada urusan diBandung" ucap mel


"ayo kita makan malam dulu ya sayang please" ucap tuan mandala memohon.


"baiklah pa" ucap mel pasrah


mel makan bersama keluarga mandala. ia terus melirik jam yang ada ditangannya. abizar yang mengerti apa yang dipikirkan mel. segera menyudahi makannya.


"ayo aku antar kau pulang " ucap abizar


"tidak usah aku bisa naik taksi online" ucap mel


"sudahlah, ini sudah malam biar aku mengantarmu mel" ucap abizar


"ia nak lebih baik kau diantar abizar agar lebih aman dan papa tidak khawatir" ucap tuan mandala


"baiklah pa" ucap mel


mel menyudahi makannya dan beranjak dari duduknya.


"kenapa tidak dihabiskan makanannya sayang" ucap nyonya rossa


"mel, sudah kenyang ma" ucap mel


"ya sudah hati-hati dijalan, bi bawa mobilnya jangan ngebut" ucap nyonya rossa


"siap ma" ucap abizar


"pa Ma mel pamit" ucap mel sambil mencium tangan tuan mandala dan nyonya rossa.


selama perjalanan menuju rumahnya mel hanya diam di dalam mobil.


"kau kecewa karena dokter kesayanganmu itu tidak menjemputmu" ucap abizar


"jangan suka ikut campur" ucap mel tanpa melihat abizar ia kesal dengan. pertanyaan tidak bermutu abizar


abizar ingin melanjutkan kata-katanya tetapi ponselnya berdering dan itu telepon dari Rendy. lelaki itu minta maaf pada mel karena tidak mengabari mel sebelumnya dan mengatakan tidak bisa menemani mel ke acara Ricky besok.


"kekasihmu itu menelepon lagi, dia bucin sekali sepertinya kepadamu" ucap abizar menyindir


"ini satu alasan kenapa aku tidak mau kau antar pulang" ucap mel makin kesal


"bukannya berterima kasih" ucap abizar


"sudah turunkan saja aku didepan biar aku naik angkot sampai rumah" ucap mel yang sudah kesal


"kau mudah sekali marah, aku kan hanya bercanda" ucap abizar


"cepat berhenti atau aku lompat dari mobilmu ini" ucap mel


"ok aku minta maaf dan tidak akan mengulangnya lagi" ucap abizar sambil menghentikan mobilnya


"bagus, cepat jalan" ucap mel


"benar-benar tidak bisa dikasih hati perempuan ini dia kira aku sopirnya, ya tuhan kenapa aku bisa cinta dengan makhluk pemarah seperti ini" batin abizar.


mobil abizar sudah sampai didepan pagar depan rumah mel. gadis itu turun tanpa mengucapkan sepatah katapun pada abizar. membuat abizar sedikit kesal dan ia turun dari mobilnya juga.


"hei kau gadis pemarah, kau tidak berniat mengucapkan terima kasih padaku karena aku sudah mengantarmu" ucap abizar


"kau pamrih sekali tuan, jadi berapa ongkosnya" ucap mel sambil merogoh tasnya dan mengeluarkan uang.


"apa ini" ucap abizar


"tentu ongkosku karena kau sudah mengantarku sampai dengan selamat tuan, ini tanda terima kasihku" ucap mel


"kau kira aku supir angkot" ucap abizar


"kau kenapa memanggilku seperti itu kau kira aku sudah tua" ucap abizar


"kan memang ia sudah tua. lagi pula aku mencoba sopan padamu tuan" ucap mel


"aku tidak mau ganti panggilan mu itu"ucap abizar


"oke kak abi" ucap mel


"tidak aku tidak mau" ucap abizar lagi


"bang abi" ucap mel


"kau kira aku tukang parkir enak saja" ucap abizar tidak terima


"jadi kau mau dipanggil apa, buat naik darah saja" ucap mel


"panggil aku mas" ucap abizar


"apa" ucap mel sambil menutup mulutnya menahan tawa.


hahahahahahha!!!!


mel langsung tertawa terbahak mendengar permintaan abizar. mel merasa perutnya sangat sakit mendengar permintaan abizar.


"kenapa kau tertawa" ucap abizar kesal


"bagaimana aku tidak tertawa permintaanmu aneh" ucap mel


"apa yang aneh" ucap abizar


"aku saja tidak sanggup memanggil seorang pemarah sepertinya dengan sebutan mas" ucap mel tertawa kembali


"pokoknya kau harus memanggilku mas mengerti" ucap abizar


"sebentar.... sebentar.......coba aku coba mas abi. " ucap mel menahan tawanya


"kau ini tidak sopan sekali dengan orang yang lebih tua, kau malah mentertawakanku" ucap abizar mulai kesal.


"ok aku akan memanggilmu seperti itu saat kita berdua saja ya" ucap mel


"aku tidak mau" ucap abizar


"itu seperti panggilan ibuku pada ayah dulu, kita bukan suami istri jadi jangan sok mesra" ucap mel


"ya sudah kita menikah saja sekarang" ucap abizar


"aku tidak suka cara bercandamu yang ini" ucap mel kesal


"kau sudah tau kan bagaimana perasaanku kepadamu selama ini" ucap abizar


"tapi, aku tidak suka pria yang suka emosian dan pemarah sepertimu kau bukan tipeku" ucap mel


"bantu aku berubah mel" ucap abizar meraih kedua tangan mel.


deg... jantung mel berdetak saat abizar menggenggam erat kedua tangannya.


"aku takut terluka lagi mas, lebih baik seperti ini menjadi teman rasa saudara" ucap mel memanggil sebutan yang membuat abizar senang dan tersenyum.


"mel, aku ingin kau merubahku menjadi abizar yang jauh lebih baik" ucap abizar


"jangan berubah karena aku tapi berubah demi dirimu sendiri mas" ucap mel


"tapi aku ingin kau membantuku, aku ingin kau orang pertama yang melihat aku berubah" ucap abizar melepas genggamannya dan menangkup wajah mel.


"baiklah, hanya kali ini tanpa memaksa"ucap mel


"jadi kita pacaran" ucap abizar senang


"belum, aku ingin melihat usahamu dulu berubah menjadi lebih baik" ucap mel


"terima kasih" ucap abizar yang masih menangkup wajah mel ia mencium kening mel dan pipi kanan dan kiri gadis itu.


"dasar kur•ng ajar kau ambil kesempatan"ucap mel mendorong abizar dan memukul-mukul abizar.


abizar berlari menghindari mel ia merasa menang dapat menci•m gadis itu tanpa perlawanan. mel kemudian terus mengejar lelaki yang tadi menc•umnya tanpa permisi itu. mereka akhirnya kejar-kejaran mengelilingi mobil abizar.abizar tertawa puas bisa mencium mel sedang gadis itu begitu kesal dengannya. ia terus mengejar abizar dan ingin memukul pria itu karena berani menciumnya tanpa ijin. tanpa mereka sadari mereka jadi tontonan satpam komplek.


"Mbak mel sama pacarnya kok kayak bocah kejar-kejaran begitu" ucap satpam udin


"biarin aja din, kalo orang lagi jatuh cinta dunia milik berdua kita cuma ngontrak" ucap satuan somad