
mel terus menangis dikamarnya.hatinya begitu hancur mendengar ucapan dari abizar. ia tidak menyangka keputusan abizar yang begitu mengejutkan dirinya. tanpa ia sadari sahabatnya tari datang berniat untuk mengajaknya makan malam merayakan ia yang baru selesai diwisuda.
tari masuk kerumah mel tak terkunci. ia berkali memanggil mel tetapi gadis itu tidak juga menyahutinya. ia terus masuk kerumah mel dan mendengar tangis Pilu dari dalam kamar mel.
"mel, kenapa dia menangis" batin tari
tari membuka kamar yang tidak tertutup rapat tersebut. ia melihat sahabatnya memeluk lututnya dan tertunduk dilututnya dengan bahunya bergetar naik turun. tari mendekat kearah mel dan berjongkok dihadapkan mel
"mel, kau kenapa menangis, apa yang terjadi mel" ucap tari khawatir
"diaaa ri, diaaa jahat padaku" ucap mel senggukan
"siapa? " ucap tari tidak mengerti
"mas abi menunda pernikahan kami tanpa memberitahu aku" ucap mel
"apa? kalian bertengkar? " ucap tari
mel pun menceritakan awal masalah abizar dan mel yang membuat tari emosi. dengan sikap abizar yang terlalu posesif.
"dia tidak menunda ri, dia ingin mengakhiri semuanya" ucap mel menangis
"B•rengsek kau abizarrr" ucap tari begitu emosi mendengar penuturan mel
tari langsung memeluk mel untuk menenangkannya. tari pun menghubungi arnold yang masih menunggu didepan dan mengatakan keadaan mel. arnoldpun turun dari mobil sambil menggendong putrinya dan langsung masuk kerumah mel dan melihat keadaan mel yang begitu memprihatinkan. mereka pun memutuskan tidak jadi makan malam dan mengajak mel menginap dirumah mereka akan mel lebih tenang dan bisa ngobrol dengan tari dengan nyaman. mel pun mengikuti ajakan mereka. sepanjang jalan mel hanya diam melamun.
"aku akan m•mbunuh bosmu itu karena menyakiti mel aku menyesal " ucap tari kesal
"mi... "ucap arnold
"apa pagi membelanya, lihat apa yang dia lakukan pada sahabatku" ucap tari
"kita bisa bicara baik-baik mi" ucap tari
"tidak, aku akan membawa mel kejerman dan aku akan memberitahukan kak rendy" ucap tari
"mami harus bertanya dulu kepada mel" ucap arnold
"aku yakin mel mau, lelaki br•ngsek seperti abizar tidak bisa diberi hati dan kesempatan" ucap tari.
dan merekapun sampai dirumah dan kebetulan mama tari ada disana. dan baby audrey diberikan kepada omanya. dan mereka berbicara dikamar tamu. mel tetap diam sambil melamun duduk dipinggiran tempat tidur. ia rasanya tidak punya kata-kata lagi untuk disampaikan. arnold mendekati mel dan duduk disamping gadis yang sembab matanya tersebut.
"mel, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"ucap arnold
"akuuuu tidak tau kak" ucap mel bergetar
"coba kau hubungi tuan abi sekarang aku ingin mendengarnya" Ucap arnold
"ia pasti tidak akan mau mengangkat panggilan dariku kak" ucap mel
arnold membujuk mel lagi untuk menghubungi abizar dan akhirnya mel mau. dan hampir 6 kali panggilan abizar tidak menanggapinya dan panggilan terakhir nomornya sudah tidak aktif lagi. arnold pun menasihati mel tentang pasang surut suatu hubungan apalagi menuju pernikahan. ia mencoba memberi penjelasan dan nasehat pada mel agar gadis ini kuat dan tabah. dan esok hari ia meminta mel terus menghubungi abizar lagi. sampai mereka bisa menyimpulkan keputusan yang bisa diambil setelah ini.
"ikutlah dengan kami ke jerman bulan depan, aku akan mengambil spesialist disana" ucap tari
"pekerjaanku disini bagaimana ri" ucap mel
"kau memikirkan pekerjaan apa pria br•ngsek itu" ucap tari
"di negara asing, bagaimana aku nanti kedepannya ri" ucap mel
"kau pasti bisa hidup yang baru dan melupakan semua kesedihanmu aku dan Kak Rendy akan membantu" ucap tari
"aku akan memikirkannya sambil aku mengamati sikap mas abi, aku aku menyerah jika memang sudah waktunya" ucap mel
mel terus mencoba menghubungi abizar tetapi nomornya masih tidak aktif. ia juga mengirim beberapa pesan padanya tetapi tidak ditanggapi.
"aku akan berusaha sampai aku lelah lalu berhenti perduli dan pergi" batin mel
gadis itu pun menangis sambil tertidur dan terlelap karena lelah. keesokan paginya ia membuka ponselnya dan abizar tetap tidak membalas pesannya dan tidak menghubungi dirinya kembali. mel pun tetap berusaha menghubungi abizar walau pria itu tidak pernah mengangkat telepon darinya. mel memutuskan ikut dengan arnold kekantor abizar walau arnold tidak menyetujui itu tetapi mel tetap memaksa. mel perlu bicara dengan abizar walau ia terlihat kacau dengan wajah pucat dan mata sembab. tetapi akhirnya mel ikut juga kekantor bersama arnold. sekretaris abizar sempat melarang mel masuk atas perintah abizar.
"kenapa kau menghindariku mas, kau tidak memberi kesempatan padaku untuk bertanya" batin mel
mel menunggu diluar ruangan abizar ia duduk dikursi sambil menunggu abizar yang tidak kunjung keluar dari ruangan saat hari hampir masuk jadwal makan siang. abizar keluar dari ruangan tersebut dan melihat mel disana.pria itu membuang mukanya. tetapi langkahnya dihentikan oleh mel.
"kita perlu bicara" ucap mel
"aku sibuk, tidak ada yang perlu kita bicarakan untuk saat ini" ucap abizar
"kau ingin kita berdebat disini mas" ucap mel
"masuk, waktumu tidak lebih dari satu jam" ucap abizar
abizar masuk lebih dulu, mel menyusul kemudian sambil ia memegang kepalanya yang mulai terasa pusing.
"katakan" ucap abizar
"apa maksud dari semua ini mas" ucap mel
"aku hanya menuruti kemauanku yang ingin bebas" ucap abizar
"kau marah karena undangan itu, sampai seperti ini" ucap mel
"kau datang hanya untuk membahas ini" ucap abizar
"ia" ucap mel singkat
"lebih baik kita break saja dulu dan kau bisa menikmati kebebasan yang kau inginkan itu" ucap abizar
"break?" ucap mel
"ia" ucap abizar
mel membuka cincin pertunangan mereka dan kalung yang abizar berikan saat pertama kali menyatakan cinta pada mel dan meletakkan dua benda tersebut diatasi meja kerja abizar.
"aku turuti keinginanmu, aku permisi" ucap mel
lalu berlalu dari ruangan abizar.
abizar mengejar mel yang menuju lift ia semakin marah dengan apa yang baru saja mel lakukan.
"apa maksudmu?" ucap abizar sambil mencekal lengan mel
"selesai" ucap mel menghempaskan cekalan abizar pada tangannya
lift terbuka dan mel buru-buru masuk. hingga lift itu tertutup abizar bisa melihat tatapan tajam mel.
"s•alan....... br•ngsek berani sekali dia " ucap abizar sambil memukul udara.
mel langsung naik taksi setelah keluar dari gedung kantor abizar dan mengambil ponsel ditas kecilnya dan menghubungi tari sahabatnya.
"aku ikut denganmu ri, bawa aku jauh dari sini" ucap mel sambil menangis lagi membuat hatinya semakin sakit.
"tenangkan dirimu kita bicara dirumahku ya" ucap tari