CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
semakin posesif



mel hari ini sedang dikantor ekspedisi karena pengiriman barangnya tidak kunjung tiba. pagi-pagi sekali ia sudah bersiap mau menuju kesana. dan meminta dina menghandle semua pekerjaannya yang lain. dina merupakan karyawannya yang sangat bisa mel handalkan kapanpun. gadis itu cepat belajar dan mengerti dengan penjelasan mel. kini mel akan menggunakan ojek Online menuju kesana ia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi ojek online tersebut dan mengorder sesuai petunjuk aplikasi. tidak berapa lama sang ojol pun tiba. dan mel pun berlalu setelah sebelumnya ia memakai helm yang sang ojol berikan. dan berlalu menuju tempat tujuannya.


abizar datang tak berapa lama mel pergi. mobilnya memasuki pekarangan rumah mel.


saat itu dina baru dari luar membeli sarapan.


" eh tuan abi, Mbak mel baru saja pergi" ucap dina dengan ramah


"pergi? kemana?" ucap abizar


"katanya sih kekantor ekspedisi ada masalah pengiriman barang luar negeri tuan" ucap dina


"oh bgitu, bisa aku minta alamat kantor ekpedisinya yang mel datangi" ucap abizar


"bisa tuan, sebentar saya ambilkan" ucap dina dan berlalu memasuki rumah mel dan keluar sambil membawa kartu nama kantor ekspedisi tersebut dan memberikan kepada abizar.


"tadi mel naik apa kesana" ucap abizar


"naik ojek Online tuan" ucap dina


"ojek Online? "ucap abizar


"ia tuan" ucap dina


"terima kasih ya" ucap abizar sambil menerima kartu nama tersebut


"sama-sama tuan" ucap dina


abizar membaca dimana alamat kantor ekspedisi tersebut dan akan berencana menyusul mel kesana.


"kenapa dia tidak bilang padaku ada masalah dan pergi sendiri kesana" batin abizar khawatir


abizar pun kembali melajukan mobilnya kekantor ekspedisi tersebut yang cukup jauh dari rumah mel. bahkan gadis itu memilih naik ojek dengan jarak yang begitu jauh daripada meminta tolong padanya pikir abizar.


abizar sampai hampir satu jam lebih karena jarak lumayan jauh dan juga terjebak kemacetan. ia melihat mel sedang berbicara dengan seorang pria berseragam kantor ekspedisi tersebut. mereka terlihat akrab dan sangat dekat. bahkan sesekali mereka bercanda.


"menyebalkan sekali, aku mengkhawatirkan dia dari tadi. ehh dia enak-enakkan ngobrol disini" batin abizar kesal.


abizar turun dari mobilnya dan membuka kaca mata hitamnya dan kembali menatap tajam kearah kekasihnya dan lelaki yang bersamanya. ia sangat tidak suka mel akrab dengan pria lain selain dirinya. mel yang tidak menyadari kedatangan kekasihnya tersebut. ia terkejut saat ada tepukan dipundaknya.


"sayang" ucap abizar


"mas abi, ngapain disini" ucap mel heran tidak menduga ada kekasihnya disini


"aku merindukanmu, tidak boleh" ucap abizar sambil matanya menatap tidak suka pada pria yang berbicara dengan kekasihnya.


"oh begitu" ucap mel


"Mbak mel saya masuk kedalam dulu ya" ucap lelaki itu


"oh ia mas, terima kasih ya atas bantuannya dan ini kartu nama saya mas" ucap mel


"sama-sama Mbak" ucap pria itu sambil memberikan kartu namanya juga kepada mel


"untuk apa mereka bertukar kartu nama seperti itu" batin abizar tidak suka.


"kenapa tidak mengatakan padaku ada masalah dipekerjaanmu sayang" ucap abizar


"mas kan sibuk, aku tidak ingin menggang


gu" ucap mel


"untukmu aku akan luangkan segala waktuku sayang" ucap abizar


"tapi aku segan mas" ucap mel


"mulai hari ini kau tidak boleh pergi sendiri dan jika ada masalah dengan pekerjaanmu katakan padaku" ucap abizar


"ia mas maaf" ucap mel


"kenapa tadi kau tadi naik ojek Online, senang ya boncengan dengan ojol" ucap abizar


"biar cepat mas" ucap abizar


"apa kau tadi memeluk ojol itu dari belakang" ucap abizar menduga-duga


"aku hanya memegang pinggangnya agar aku tidak jatuh karena aku menyuruhnya ngebut" ucap mel


"apa?? selingkuh?? " ucap mel


"ia kau selingkuh dengan si ojol itu dan tadi kau juga akrab sekali dengan petugas ekspedisi" ucap abizar tidak suka


" hahaha mas.. mas... naik ojek ya memang harus pegangan" ucap mel


"nah kan kau mengaku sengaja melakukannya" ucap abizar cemburu


"kalau mas yang tadi namanya mas agung, dia tadi membantunya melacak keberadaan paketku" ucap mel


"wah... wah kau akrab sekali ya dengan pria tadi, dan tukar panggilannya" ucap abizar


"panggilan apa? " ucap mel


"aku tidak mau panggilan ku dan dia sama" ucap abizar


"kau kenapa sih mas" ucap mel


"pokoknya aku tidak suka, dan satu lagi aku tidak suka kau akrab dengan lelaki selain aku" ucap abizar tegas


"mas cemburu" ucap mel


"kalau ia kenapa" ucap abizar


"tetapi masa aku tidak boleh bergaul" ucap mel


"tidak boleh kalau berjenis kelamin pria selain aku" ucap abizar


"lah susah dong para kurir dan petugas ekspedisi dan para customerku ada yang pria" ucap mel


"masalah ojol aku akan mengantarmu" ucap abizar


"kurir" ucap mel


"bisaku maafkan" ucap abizar


"ekspedisi" ucap mel.


"kau harus pergi denganku" ucap abizar


"dasar mr posesif" ucap mel sambil menahan tawa


"aku bukan posesif tapi aku pria perhatian pada kekasih pujaan hatiku, apa salah diriku" ucap abizar


"tidak mas, kau maha benar" ucap mel


"kau sudah sarapan sebelum kesini" ucap abizar


"tidak sempat, tadi aku buru-buru" ucap mel


"kau ini, nanti kalau sakit bagaimana" ucap abizar


"aku tidak akan sakit karena tidak sarapan hari ini" ucap mel


"kau ingin pria tadi menjengukmu" ucap abizar


"sudah ahh, mas mulai aneh lebih baik kita cari makan aku ingin makan soto" ucap mel sambil mengelus perutnya.


"ok" ucap abizar sambil mengacungkan jempolnya


merekapun berlalu dari kantor ekspedisi tersebut dan menuju tempat penjual soto terdekat. abizar menuruti kekasihnya tersebut karena mel begitu menginginkan makan soto saat ini.


"kenapa aku jadi posesif sekali dengannya" batin abizar yang menyadari sikapnya sendiri.


abizar dan mel tiba diwarung soto yang diingin mel dan kemudian mereka memesannya. mel begitu semangat saat dua mangkuk soto sudah datang dengan mie dan ceker lengkap dihadapkan mereka. ia menyendokkan lima sendok sambal dan menabur koya juga diatasnya. abizar sudah paham bahwa mel adalah pecinta pedas dan ia memakluminya walau terkadang ia menegur mel karena telalu makan makan sambal.


"sudah sayang, nanti kau sakit perut" ucap abizar saat mel akan menyendokkan sambalnya lagi


"makan soto kurang nikmat kalau tidak pedas mas" ucap mel


mereka pun menikmati soto sambil saling bergurau. abizar yang notabene tidak suka makan pedas menolak saat mel menyendokkan soto pedas miliknya ke depan mulut abizar.


mereka berdua menjadi pusat perhatian diwarung tersebut. bagaimana tidak melihat penampilan abizar yang begitu eksklusif dengan mobil yang terparkir didepan warung soto tersebut.