CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
china



mel bangun seperti biasa dan melihat abizar tidur memunggungi dirinya mereka tidur diruang tamu karena kamar dirumah mel hanya satu dan digunakan oleh kedua orang tua abizar. ia mencoba membangunkan abizar tapi pria itu tidak bergeming. mel pun memutuskan untuk menyiapkan sarapan untuk mertua dan suaminya.


mel sudah berkutat didapur dan sarapan hampir siap saat mama abizar menghampirinya.


"pagi sayang" ucap nyonya rossa


"pagi ma, bagaimana tidurnya?" ucap mel


"sangat nyenyak" ucap nyonya rossa


"maaf ya ma, tidak senyaman dirumah mama" ucap mel


"tidak masalah sayang, lihat saja papa saja belum bangun" ucap nyonya rossa


" mama dan papa mau sarapan apa?" ucap mel


"apa saja" ucap nyonya rossa


" ya udah mama duduk aja biar mel yang buat semuanya" ucap mel


"abi pasti merasa sangat beruntung memilikimu sayang, mama jadi tidak sabar punya cucu dari kalian berdua pasti tampan dan cantik" ucap nyonya rossa


mel terbatuk mendengar ucapan mertuanya itu karena ia belum memberi hak abizar atas dirinya dan kali ini ia benar-benar merasa sangat jahat.


" kau tidak apa-apa sayang" ucap nyonya rossa khawatir


" tidak ma" ucap mel


mel berburu menyiapkan sarapan ia memasak nasi goreng untuk suaminya dan memasak lauk dan sayur sederhana untuk mertuanya.


melihat kedua mertuanya sudah bangun mel bergegas kekamar untuk mempersiapkan pakaian abizar untuk kekantor tetapi saat ia masuk ternyata abizar sudah rapi dengan setelan jasnya dan berlalu begitu saja dari hadapan mel.


"kapan mas abi mandinya aku tidak melihat dia kekamar mandi" batin mel


mel keluar dari kamar ia menhidangkan makanan dan sudah menyiapkan kotak makan siang untuk abizar suaminya. abizar terlihat sibuk dengan ponselnya bahkan belum ada obrolan antara mel dan abizar pagi ini. kedua orang tua abizar sudah dimeja makan. abizar duduk setelah mel duduk.


"mama tidak sabar punya cucu dari kalian ya kan pa" ucap nyonya rossa membuka obrolan


"sabar ya ma mereka kan masih pengantin baru" ucap tuan mandala


"ia pa, mama kan hanya menyemangati mel dan abi saja" ucap nyonya rossa


"abi akan china hari ini" ucap abizar yang mengejutkan semua orang


"bukankah kau mengambil cuti bi" ucap nyonya rossa


"ia ma, tapi sekarang aku memang harus kesana" ucap abizar


"ajaklah mel sekalian kalian bulan madu disana" ucap tuan abizar yang membaca wajah terkejut mel


"abi hanya sebentar dan ini masalah kerjaan pa" ucap abizar


" berapa lama?" ucap nyonya rossa


"dua minggu" ucap abizar


"itu lama bi, mama tidak mau tau kau harus mengajak mel" ucap nyonya rossa


" tidak bisa ma, nanti disana abi juga tidak bisa menemani mel" ucap abizar


" kau tidak apa-apa kan sayang" ucap nyonya rossa


" tidak ma" ucap mel pelan


"abi berangkat dulu ya ma pa" ucap abizar mengacuhkan mel


mel mengikuti abizar dari belakang ia merasa abizar marah terhadapnya.


"mas tunggu" ucap mel


"ia" ucap abizar ketus


"aku siapkan keperluan mas dulu ya" ucap mel


"tidak perlu, asistenku sudah mempersiapkan semuanya" ucap abizar


" jadi aku bisa bantu apa" ucap mel


"tidak ada, aku pergi dulu" ucap abizar pergi begitu saja tanpa menatap mel dan tanpa menciumnya


"aku salah apa?, kenapa aku merasa mas abi menghindariku" batin mel tanpa terasa air matanya mengalir dan cepat-cepat ia hapus karena mertuanya sedang ada dirumahnya.


mel masuk kembali kerumah dan ia kembali bergabung dimeja makan bersama mertuanya. tuan mandala membaca seperti ada yang tidak beres dengan abizar dan mel. begitu juga yang ada dalam pikiran istrinya nyonya rossa.


"mel, daripada dirumah ini sendiri ikut mama sama papa aja ya kerumah" ucap nyonya rossa


"terima kasih ma, mel tunggu mas abi dirumah saja" ucap mel


"apa kalian bertengkar kemarin" ucap nyonya rossa


" tidak ma, bahkan kami tadi malam makan direstoran seafood favorite mama" ucap mel


" mungkin abi lagi ada masalah dikantor ma" ucap tuan mandala


" mungkin mas abi lagi cape aja dan ada masalah kantor juga" ucap mel


" yang sabar ya mel, abizar memang suka begitu kalau lagi ada masalah semua kena imbas" ucap nyonya rossa


mel terdiam dan menelaah ucapan sang mertuanya


"semua ini karena aku, karena haknya yang belum aku beri" batin mel


kedua mertuanya akhirnya pulang disiang harinya. mel mencoba menghubungi abizar tetapi ponselnya tidak aktif.


mel pun membulatkan tekatnya menyusul abizar kechina. ia meminta tolong mertuanya untuk alamat dan memohon merahasiakan semua ini dari abizar sebagai kejutan.


mel bergerak cepat ia mempersiapkan segalanya setelah mendapatkan alamat dimana abizar. dan besok pagi ia akan berangkat. mertua mel berencana memfasilitasi perjalanan mel tetapi gadis itu menolak.


hampir tujuh jam mel menempuh perjalanan dan tiba di bandara internasional capital china. ini pertama kali ia menginjakkan kaki dinegara ini. berbekal alamat hotel dimana abizar.


"aku yang salah dan aku akan minta maaf" batin mel


tanpa sepengetahuan mel dan mertuanya abizar tidak berangkat kechina ia hanya memerintahkan asistennya untuk kesana dan abizar masih di Indonesia ia hanya membutuhkan waktu sendiri menenangkan pikiran. karena dalam benaknya mel selalu menolak permintaannya.


hampir seminggu berlalu dan masih seperti itu. abizar teringat mel ia mencoba menghubungi wanita itu tetapi ponselnya tidak aktif. abizar menghubungi mamanya seolah menanyakan kabar mereka dan mel.


πŸ“žhallo sayang bagaimana honeymoonnya sampai tidak ingat mengabari mama dan papa


tanya nyonya rossa


πŸ“ž maksud mama apa?


jawab abizar heran


πŸ“ž kau dan mel sedang bulan madu kan disana?


tanya nyonya rossa


πŸ“ž ma, abi telpon mama karena mel tidak bisa dihubungi


ucap abizar


πŸ“ž maksudmu kau tidak sedang bersama mel


tanya nyonya rossa


πŸ“ž tentu saja tidak ma


jawab abizar


πŸ“žastaga bi, mel menyusulmu sendiri kesana ia ingin membuat kejutan untukmu


ucap nyonya rossa


πŸ“ž apa??


jawab abizar


πŸ“ž ini sudah satu minggu ia menyusulmu nak


ucap nyonya rossa


telepon diputus abizar sepihak, ia tidak menyangka istrinya menyusul dirinya yang tidak pergi kechina


"Ya Tuhan dimana mel" batin abizar


abizar menghubungi asistennya dan menanyakan apakah istrinya ada datang kehotel dimana ia harusnya menginap dinegara itu. asistennya mengatakan bahwa ia tidak bertemu istrinya atau didatangi oleh mel.


" kau benar-benar nekat mel ini salahku dan aku terlalu egois" batin abizar


ia meminta asistennya melacak keberadaaan mel disana dan abizar akan terbang kechina.


Tuan mandala yang mengetahui bahwa abizar tidak bersama mel begitu marah pada abizar dan khawatir terhadap menantunya.ia langsung menghubungi abizar.


πŸ“ždimana kau bajing*n


ucap tuan mandala


πŸ“ž pa


ucap abizar


πŸ“ž kenapa selalu begini, lari dari masalah


ucap tuan mandala


πŸ“ž abi akan temukan mel pa


ucap abizar


πŸ“ž jika aku yang lebih dulu menemukannya kau akan tau akibatnya


ucap tuan mandala