
pagi ini Rendy menuju rumah mel karena tadi malam ia tidak jadi menemui mel. ia sudah sangat tidak sabar bertemu dengan mel ia membawa oleh-oleh dari Bandung dan juga membawa bucket bunga mawar merah untu mel. Rendy sampai dirumah mel saat gadis itu sedang sibuk dengan orderannya.
"hai mel" ucap Rendy yang mengejutkan mel
"hai kak, kapan kakak kembali dari Bandung" ucap mel menghentikan aktivitas mel.
"kemarin, ini buatmu mel menyerahkan paket bah dan buket bunga " ucap rendy
"waw aku dapat oleh-oleh nie ada bunga juga, terima kasih kak" ucap mel.
"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat mel" ucap rendy
"kemana kak" ucap mel
"ke yayasan keluargaku yang pernah aku ceritakan padamu" ucap rendy
"aku mau Kak, aku ingin bertemu anak-anak disana" ucap mel
"ayo" ucap rendy
"tapi nanti kita mampir ditoko kue ya kak, aku ingin membeli kue untuk mereka" ucap mel
"siap bu bos" ucap mel
mereka pun bergegas keyayasan itu, mel sempat berhenti ditoko roti dan membeli roti coklat yang banyak untuk anak-anak disana. dan mereka sampai diyayasan tersebut. mereka datang saat ada beberapa sosialita sedang berkunjung dan memberikan donasi kepada yayasan milik keluarga Rendy. salah satu sosialita itu adalah nyonya rossa. gadis itu jalan beriringan dengan Rendy masuk kesebuah ruangan yang merupakan kantor dimana saat itu arnold sedang disana juga. sedangkan Rendy masuk ketoilet didalam ruangan tersebut.
"hai mel kau disini" ucap arnold
"hai kak, ia kak Rendy yang mengajakku kesini" ucap mel
"tari merindukanmu mel, dia sudah tidak aku jinkan kemana-mana karena kakinya sering kram dan bengkak kalau terlalu lama berjalan" ucap arnold
"kapan tari akan melahirkan kak" ucap mel
"perkiraan sih satu bulan setengah lagi, tapi kata dokter bisa maju atau mundur" ucap arnold
"aku sudah tidak sabar melihat keponakanku" ucap mel
"kau kapan menyusul mel" ucap arnold
"tunggu saja kak" ucap mel
Rendy keluar dari kamar mandi dan bergabung dengan mel dan arnold
"apa yang kalian bicarakan" ucap rendy
"tidak, aku hanya menanyakan kabar tari kak" ucap mel
"kau merindukan dibujuk yang bawel itu" ucap Rendy
"tentu saja kak" ucap mel
"bagaimana kalau kita video call dia, aku mau melihat wajah isinya melihat kita berkumpul" ucap Rendy.
benar apa yang dikatakan Rendy, tari benar-benar kesal melihat mereka berkumpul tapi apa daya ia tidak diizinkan keluar lagi oleh suaminya arnold dan juga mamanya karena ia sudah hamil tua.
sedangkan nyonya rossa melihat mel masuk keruangan itu bersama seorang pria. ia langsung menghubungi abizar dan mengatakan pada abizar untuk menanyakan mel sedang berada dimana. abizar hanya mengirim pesan pada mel. gadis itu hanya membalas bahwa ia sedang dirumah. dan ia memberitahukan kepada ibunya isi balasan pesan dari mel. nyonya rossa tidak habis pikir mengapa mel berbohong kepada abizar. ia terus memantau ruangan yang tadi mel masuki. ia sempat melihat mel keluar lagi bersama pria tadi memasuki kamar belajar anak-anak penderita kanker tersebut. nyonya rossa sempat memgambil gambar dan video mel dan pria itu dan mengirimkannya kepada abizar. seketika itu abizar begitu marah karena merasa dibohongi oleh mel. nyonya rossa masih tetap disana saat mel keluar lagi dari ruang belajar anak-anak tersebut dan kembali pergi menaiki mobil bersama pria tersebut.
ponsel mel berdering tertulis nama abizar disana ia mengangkat panggilan abizar
"ia halo mas" ucap mel
"kau dimana" ucap abizar
"lagi dirumah" ucap mel
"aku sedang dirumah aku tunggu kau sekarang" ucap abizar yang begitu marah mendengar mel berbohong lagi padanya
Rendy mengantar mel yang mengantar mel. melihat perubahan wajah mel seperti khawatir.
"ada apa mel" ucap rendy
"tidak ada kak" ucap mel berbohong
mobil terus melaju dan tiba masuk kedalaman pekarangan mel karena pagar tersebut terbuka. mel turun dari mobil diikuti oleh Rendy yang juga turun. disana sudah ada abizar menunggu mel diteras depan.
"wow, kau sudah pintar berbohong sayang" ucap abizar
"mas, aku bisa jelaskan" ucap mel
"kau membohongiku dengan pergi dengan laki-laki ini" ucap abizar kesal sambil menunjuk kearah rendy
"tadi kak rendy mengajakku pergi ke yayasan mereka apa itu salah" ucap mel
"dia tidak bersalah aku yang tadi mengajaknya" ucap rendy
"asal kau tau gadis ini kekasihku, kenapa kau mengajak kekasih orang" ucap abizar
"apa! kekasih" ucap rendy terkejur
"oh, dia tidak memberitahukanmu statusnya kini" ucap abizar
"benarkah itu mel" ucap rendy
mel hanya mengangguk, rendy benar-benar terkejut bahwa kini mel telah menjadi kekasih abizar. tapi ia tidak habis pikir bagaimana bisa.mel dan abizar adalah musuh dan ia melihat sekarang abizar memarahi mel.
"ya sudah kau tidak perlu marah padanya" ucap rendy
"aku marah atau tidak itu terserahku" ucap abizar
"aku tadi yang mengajaknya dan tadi kami bertiga bersama arnold bukan berdua" ucap Rendy membela mel
"sudah Kak, biar ini jadi urusanku dan dia, kau tidak bersalah" ucap mel
"wah.. wah... wah...kalian saling membela menj•jikkan sekali" ucap abizar
"kau salah paham mas, jadi jangan asal bicara kak Rendy itu temanku" ucap mel
"terus saja kau membelanya jadi bagaimana dengan bukti ini" ucap abizar sambil menunjukkan gambar dan video kebersamaan mel dan rendy
"kau salah paham, tidak ada yang perlu kau khawatirkan, tadi aku mengunjungi anak-anak penderita kanker yang ada diyayasan kak rendy" ucap mel
"alasan!!!" teriak abizar sambil menolak tubuh mel
"hei, kau jangan kasar dengan perempuan" ucap rendy mulai tersulut emosi
"kau tidak usah ikut campur" ucap abizar yang sudah terbakar cemburu
"kak, aku mohon pulanglah biar aku selesaikan masalah dengan mas abi" ucap mel
"tapi mel" ucap rendy
"aku mohon" ucap mel
Rendy dengan berat hati pergi meninggal kan abizar dan mel.
"siapa yang mengirimmu gambar dan video itu" ucap mel
"kau tidak perlu tau" ucap abizar
"kau memata-mataiku" ucap mel
"terserahku kau milikku sekarang jadi kau dalam pengawasanku" ucap abizar
"aku bukan barang" ucap mel
"kau berani melawan denganku" ucap abizar
"sebenarnya kau kenapa mas, apa tidak bisa berpikir dulu sebelum bertindak dan menuduhku sembarangan" ucap mel
"menuduh, bukannya kenyataan kau berbohong padaku" ucap abizar
"ya aku memang berbohong padamu, aku minta izin juga kau tidak akan memberi" ucap mel
"oh kau sudah merencanakannya dari awal, kau kira aku orang bodoh yang mudah kau tipu" ucap abizar.
"lebih baik kau pulang mas tenanglah dirimu baru kita bicara lagi" ucap mel
"tidak, kita harus selesaikan sekarang" ucap abizar
"apa yang mau kau selesaikan mas" ucap mel
"jangan pernah bertemu dengannya tanpa seijin dariku" ucap abizar.
"tidak mungkin dia kakak sahabatku, keluarga mereka sudah baik sekali padaku selama ini, bahkan sebentar lagi tari melahirkan" ucap mel
"pokoknya tidak boleh bertemu dengannya maupun keluarganya" ucap abizar
"aku tidak bisa melupakan kebaikan keluarga mereka" ucap mel
"lupakan mereka, bukannya keluargaku lebih berjasa kepadamu" ucap abizar
"kau jahat" ucap mel lalu berlari kekamarnya dan menguncinya
"kau bilang kau mau berubah mas, tapi kau selalu mendahulukan emosimu dan amarahmu daripada penjelasanku"batin mel sambil menangis