CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
sherly dan stephani



stephani duduk dipangkuan sherly selama dimobil. gadis kecil itu seperti sudah lama mengenal sherly


"tante cantik mau kan kerumahku dulu " ucap stephani


"lain kali saja bagaimana sayang" ucap sherly


"please, tante nanti papi akan antar tante pulang" ucap stephani memohon


rendy melirik anaknya yang begitu akrab pada stephani saat lampu merah.


"sayang, tidak boleh memaksa tante ya" ucap rendy mencoba memberi pengertian pada putrinya.


"tidak papi, aku ingin mengenalkan tante cantik pada OMa, nanny dan lainnya" ucap stephani


"baiklah anak cantik tapi sebentar saja ya" ucap sherly


"hore!!! " seru stephani bersemangat


"maaf ya stephani memang begitu jika ia sudah akrab" ucap rendy


"tidak masalah" ucap sherly


setiba dikediaman orang tua rendy, stephani menarik tangan sherly untuk masuk.


"OMa!!!!!!!..... " teriak stephani


"kenapa teriak-teriak non" ucap nanny yang baru turun dari lantai atas


"nanny panggil OMa, ada tante cantikku" ucap stephani


"mbak ini yang kemarin menolong non stephani kan" ucap nanny ramah


"ia buk" ucap sherly


"panggil saja saya nanny, saya pengasuh non stephani" ucap nanny


nanny kedapur dan meminta pelayan untuk menyiapkan minuman untuk tamu setelah itu ia memanggil nyonya besarnya. kemudian ibunya rendy turun bersama nanny lalu menyapa sherly.


"maaf ya lama menunggu" ucap ibunya rendy ramah


"tidak apa-apa tante" ucap sherly sedikit canggung.


"OMa ini tante cantik yang menolong aku" ucap stephani


"tante cantik? " ucap ibunya rendy


"sherly tante nama saya sherly" ucap sherly


"saya ibunya rendy dan stephani adalah cucu saya" ucap ibunya rendy.


"tante cantik ayo kita taman aku punya kelinci" ucap stephani menarik sherly


"sayang, tantenya kan belum minum pasti capek" ucap ibunya rendy


"tidak apa-apa tante saya izin menemani stephani" ucap sherly


"silahkan" ucap ibunya rendy


stephani berpegangan tangan pada sherly menuju taman. sherly tidak menduga gadis kecil ini senang padanya. sampai ia mengajaknya kerumahnya. rendy dan ibunya melihat interaksi stephani dan sherly yang begitu akrab melalui dinding kaca pembatas taman kerumah.


"lihatlah, stephani butuh seorang ibu dia nyaman dengan wanita manapun" ucap ibunya rendy


"mel ibunya ma" ucap rendy


"ren. mama mohon cukup, jangan paksaan hatinya jika ia tidak mencintaimu" ucap ibunya rendy


"hanya mel yang bisa membuat stephani nyaman" ucap rendy


"kau tidak bisa lihat, wanita itu sudah mencuri hati anakmu" ucap ibunya rendy tegas


"itu hanya kebetulan saja" ucap rendy


"beberapa hari ini anakmu terus berceloteh tentang tante cantiknya dan ia melupakan mel" ucap ibunya rendy


"ma... " ucap rendy


"kalau stephani menyukai wanita itu apa yang akan kau lakukan, menikah dengan dia" ucap ibunya


"mana mungkin ma, aku tidak mengenalnya dan kami tidak saling mencintai" ucap rendy


"kau sudah dapat jawaban untuk pertanyaanmu sendiri, sekarang berpikirnya" ucap ibunya rendy lalu ia berjalan menuju taman bergabung dengan cucunya dan juga sherly.


ibunya rendy melihat cucu begitu nyaman dan suka dengan wanita yang baru ia kenal ini. ia juga melihat ia sabar menghadapi stephani yang manja.


"sayang sudah dulu ya tantenya pasti capek" ucap ibunya rendy


"tante capek, maaf ya tante" ucap stephani


"tidak sayang tapi ini hampir sore tante harus pulang" ucap sherly


"ya..... aku tidak ada teman main lagi" ucap stephani sedih


"tante pasti akan main kesini lagi kok" ucap sherly


"tante berjanji" ucap sherly sambil menakutkan kelingkingnya di kelingking stephani


nanny membawa stephani kedalaman rumah untuk pembersihkan gadis kecil itu karena hari sudah sore.


"terima kasih ya nak, kau membuat stephani bahagia" ucap ibunya rendy


"Oh, tidak masalah tante" ucap sherly


"ibunya stephani meninggal saat melahirkan dirinya jadi mohon dimaklumi ya jika ia manja denganmu" ucap ibunya rendy


"tidak apa-apa kok tante namanya juga anak kecil" ucap sherly


"dimana rumahmu nak" ucap ibunya rendy


"dipelita tante" ucap sherly


"kau sudah menikah" ucap ibunya rendy


"belum tante" ucap sherly


"kau wanita cantik dan baik sama seperti yang stephani katakan" ucap ibunya rendy


"terima kasih tante" ucap sherly


pelayan membawakan cemilan dan minuman ketaman untuk dinikmati sherly dan ibunya rendy. hari hampir gelap sherly ikut pulang dan rendy tanpa stephani karena gadis kecil itu tertidur setelah meminum susunya. selama dimobil baik sherly dan rendy hanya diam. sherly sempat melirik rendy


"ganteng sih tapi es balok" batin sherly


"kenapa kau melirikku" ucap rendy


"kau terlalu percaya diri" ucap sherly


"kau mau aku antar ke mall atau rumah" ucap rendy


"rumah saja, nanti mobil biar supirnya yang mengambilnya" ucap sherly


rendy kemudian melirik sherly.


"apa aku keterlaluan, dia kan sudah menolong dan baik padaku" batin rendy


sesampai dirumah sherly wanita itu langsung turun dan meminta satpam rumahnya membuka pintu gerbang


"sebentar" ucap rendy


"ada apa? " ucap sherly


"maaf" ucap rendy


"untuk apa? " ucap sherly


"kemarin aku memilihmu yang tidak-tidak" ucap rendy


"no problem aku sudah maafkan" ucap sherly


"boleh aku minta no ponselmu" ucap rendy ragu


"apa?? " ucap sherly aneh


"no ponselmu untuk stephani" ucap rendy


"dasar laki-laki kulkas gengsi sekali mau minta no ponselku" ucap sherly dalam hati


sherly dan rendypun saling bertukar nomor ponsel. lalu rendy izin pulang.


sherly pun masuk kedalam rumahnya lalu mencari supirnya untuk mengambil mobilnya


" pak ambil milikku di mall x ya"ucap sherly


"emang mobilnya kenapa non" ucap pak supir


"ketinggalan pak" ucap sherly dan berlalu menuju kamarnya


"dasar orang kaya, masa mobil sendiri bisa ketinggalan" ucap pak supir dalam hati


rendy sepanjang perjalanan memikirkan kata-kata ibunya tentang seorang ibu untuk putrinya.


"wanita itu cantik juga dia juga baik" batin rendy tanpa sadar memuji sherly.


rendy berencana besok menemui mel dan abizar. ia memutuskan tidak akan memaksakan hati mel lagi seperti perkataan mamanya. kali ini rendy tidak akan egois ia akan membuka hatinya lagi untuk wanita lain yang akan menerima dan menyayangi putri semata wayangnya.


sedangkan sherly setelah selesai mandi. ia duduk didepan meja riasnya dan tersenyum dengan hari yang ia lewati hari ini yang berakhir dirumah stephani. bermain dengan gadis itu membuat ia rindu dengan gadis kecil itu.


"masa aku duluan yang menghubunginya, tadi kan dia yang meminta nomor ponselku" ucap sherly dalam hati.


ia mengurungkan niatnya menghubungi rendy, sherly memilih menunggu telepon dari stephani terlebih dahulu. ia tidak mau rendy menganggap dia wanita gen*t.


" Duren duda keren " ucap sherly dalam hati sambil senyum.


ia menggeleng-gelengkan kepalanya saat ia memikirkan rendy.