CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
kembalilah



sudah tiga jam lebih mel didalam ruangan operasi tapi tak kunjung pintu ruangan itu terbuka. semua orang yang menunggu diluar sangat cemaskan keadaannya. tari terus menangisi sahabatnya begitu juga dengan nyonya rossa.


"pa, apakah mel akan baik-baik saja ini sudah tiga jam lebih"ucap nyonya rossa


"berdoalah Ma, papa yakin dia gadis yang kuat, papa akan melakukan apapun demi kesembuhannya bahkan membawa mel keluar negeri bila diperlukan"ucap tuan mandala.


"mama takut pa "ucap nyonya rossa memeluk suaminya kembali.


tuan mandala mendekati tari dan arnold yang juga berada disana.


"kalian pulanglah, biar aku dan istriku yang disini" ucap tuan mandala


"tidak tuan kami akan menunggu mel sampai operasi selesai" ucap arnold


"izinkan saya menunggu mel tuan saya sahabatnya.ucap tari


"baiklah kalau begitu jika itu yang kalian inginkan, terima kasih karena kalian begitu menyayangi mel" ucap tuan mandala.


tatapan tuan mandala kemudian mengarah ke abizar.


"kau sebaiknya pulang dan beristirahat dirumah, kau juga terluka tadi" ucap tuan mandala.


"aku akan tetap disini" ucap abizar.kali ini benar-benar menyesal atas Tindakannya kepada gadis yang sedang berjuang didalam ruang operasi.


saat itu juga keluar seorang suster keluar.


"keluarga pasien melati"ucap suster tersebut


"kami keluarganya sus" ucap tuan mandala mendekati suster tersebut.


"pasien melati kritis tuan kami akan membawanya ke ruang ICU " ucap suster tersebut.


tuan mandala dan yang lain panik mendengar kondisi mel saat ini dan mereka melihat brankar didorong oleh para perawat yang dimana mel terbaring dengan berbagai alat medis yang melekat ditubuhnya menuju ruang ICU.


"pa, melati" ucap mama terisak melihat keadaan mel.


"sabar Ma, kita akan berusaha melakukan yang terbaik untuknya".ucap tuan mandala


tari menatap benci pada abizar dan melangkah mendekati lelaki itu.


"sudah puas kau sekarang kau pasti senang melihat mel kami seperti itu"


"mel terlalu baik mengorbankan dirinya untukmu tuan abizar mandala krisna yang terhormat.


"aku tidak mengerti apa yang dipikirkan sahabatku itu sampai ia mau menyelamatkanmu dan mempertaruhkan nyawanya, padahal kau selalu jahat padanya".


"lebih baik mulai sekarang kau jangan dekat-dekat lagi dengan mel"


"aku mohon jauhi mel dan pergilah dari sini"


ucap tari mengungkapkan seluruh isi hatinya sambil menangis terisak kepada abizar.


kali ini hati abizar begitu terasa sesak setelah mendengar kata-kata tari uang sebenarnya benar adanya. tuan mandala mendekati putranya itu.


"lebih baik kau pulang, aku akan mengabari perkembangan mel kepadamu bi "


"papa mohon kali ini kau dengarkan papamu ini"


"mel membutuhkan kita bersatu bukan bertengkar seperti ini" ucap tuan mandala sambil menepuk pundak abizar.


abizar kali ini menuruti permintaan papanya ia pulang bersama adiknya katrine. selama didalam mobil ia hanya diam hingga sampai dirumah. katrine langsung masuk kekamarnya begitu dengan juga dengan abizar.


"oh Tuhan selamatkan gadis itu"


"aku memang sempat membencinya tapi tidak berniat membuatnya celaka seperti ini"


"aku juga merasa sangat bersalah padanya"


"aku bahkan tidak menyangka dia menyelamatkanku" ucap abizar dalam hatinya. sekarang perasaannya tidak tenang memikirkan nasib gadis itu yang selama ini jadi musuhnya


batin abizar. kemudian abizar teringat dengan kata-kata mamanya yang memanggil gadis itu dengan nama gembul. dan mamanya terlihat begitu sedih melihat keadaan gadis itu


"sebenarnya siapa gadis itu dan apa hubungan dengan dengan orang tuanya" batin abizar. abizar kemudian kekamar mandi untuk membersihkan dirinya .besok ia akan bertanya kepada kedua orang tuanya apa hubungan kedua orang tuanya dengan gadis itu.


pagi pun menyapa abizar baru saja tidur saat subuh karena memikirkan kejadian yang menimpa dirinya dan mel kemarin. ia terbangun karena cahaya memasuki kamarnya dari balik jendela. ia terdiam dan sambil berpikir.


"bagaimana keadaan gadis itu sekarang"ucapnya dalam hati. lalu dering ponsel mengalihkan perhatian abizar tertulis nama Ricky disana.


📞halo !! ucap abizar


📞kenapa kau tidak mengabariku tentang mel yang kritis.apalagi yang kau lakukan kepadanya bi?, sekarang aku sudah dirumah sakit kau mau tau apa yang terjadi pada mel sekarang dia koma. berengsek kau bi. ucap Ricky panjang lebar lalu menutup teleponnya secara sepihak.


dia koma.. dia.. koma ucapan ricky terulang-ulang dipikiran abizar.


abizar segera mandi dan bersiap untuk kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan gadis itu. ricky terlihat disana dengan kedua orang tuanya dan arnold.


Ricky langsung menarik lengan abizar kedepan ruang ICU yang dibatasi kaca. dan terlihat gadis itu yang tak lain adalah mel. dengan berbagai alat medis yang masih melekat ditubuhnya dan terlihat perawat yang baru selesai memasangkan ventilator pada gadis itu.


"kau lihat dia


"dia koma abizar"


"sekarang dia menunggu mukjizat"


"aku tidak tau dia bisa bertahan atau tidak"


" kau berengsek bi"


ucap Ricky bertubi-tubi membuat abizar menatap memandangi gadis itu lewat sebuah kaca pembatas. "oh tuhan kembalikan dia aku mohon, aku sudah melukai orang-orang yang begitu mencintainya.


"pasien melati koma, sekarang dia hanya butuh doa dan semangat dari orang terdekat dan kami akan berusaha sekuat tenaga merawatnya dan memberikan obat dan terapi terbaik untuk menunjang kesembuhannya. ucap seorang dokter.


"dok, bagaimana jika kami membawa anak kami keluar negeri" ucap tuan mandala


"risikonya sangat besar tuan, karena keadaan pasien belum stabil dan yang ditakutkan pendarahan dikepalanya terjadi lagi. tapi kita lihat perkembangan pasien apa memungkinkan dibawa keluar negeri" jawab dokter tersebut.


"baiklah dok, lakukan yang terbaik" ucap tuan mandala. kemudian tuan mandala meminta arnold mengantarkan istrinya pulang.


"mama pulang ya sama arnold"ucap tuan mandala


"mama ga mau pulang titik" ucap nyonya rossa


"mama juga harus jaga kesehatan, mel pasti sedih kalo lihat mama begini" ucap tuan mandala yang akhirnya memulihkan istrinya untuk pulang.


"tuan sebaiknya pulang juga untuk istirahat, biar saya dan abi yang jaga mel hari ini" ucap ricky


"aku tidak percaya kepada dia" ucap tari tiba-tiba sambil menunjuk ke arah abizar.


"percayalah nona, aku juga disini kita akan menjaga mel secara bergantian dan kau arnold juga istirahat biar kami yang menunggu mel hari ini" ucap Ricky.


"baiklah aku titip mel padamu kabari aku sekecil apapun tentang keadaannya" ucap arnold


" pa, aku ingin bicara hal penting sebelum papa pulang, lebih baik kita ke taman belakang rumah sakit" ucap abizar menghentikan kedua orang tuanya yang akan pergi.


"baiklah, aku juga ingin bicara sesuatu denganmu" ucap tuan mandala


arnold dan tari lebih dulu meninggalkan mereka semua.


"ric, aku tinggal sebentar ya"ucap abizar tapi Ricky enggan menjawab abizar. karena Ricky masih kesal terhadapnya.


abizar berlalu bersama kedua orang tuanya menuju taman, saat abizar dan tuan mandala mau mengantar nyonya rossa ke mobil wanita paruh baya yang masih tetap cantik itu menolak. wanita itu takut suami dan anaknya bertengkar lagi karena mempertahan ego mereka masing-masing.


abizar dan kedua orang tuanya duduk dibangku yang terdapat di taman yang berada dibelakang rumah sakit. abizar memulai percakapan dengan papanya.


"siapa sebenarnya gadis itu pa, apa hubungan kita dengannya".ucap abizar memulai pembicaraan mereka.


"dia melati putih anak sahabat sekaligus karyawan kepercayaanku saat dulu" ucap tuan abizar.


"ia bi, gadis itu anak pak hendra"ucap mamanya juga


"pak hendra siapa??" ucap abizar yang penasaran.


"hendra sahabat papa bi, anaknya seusia dengan adikmu katrine, dan dia sering dibawa ayahnya kekantor dan bermain dengan katrine"ucap papanya


"kau ingat gadis gembul dengan pipi tomat, yang dulu sering kau cium pipinya dan dia menangis karena ulahmu, dia adalah gadis itu nak" ucap mama mulai terisak.


"apa!! " ucap abizar terkejut. abizar sungguh tidak menyangka gadis itu adalah bagian dari masa lalunya saat kecil.


tuan mandala menghela nafas beratnya dan melanjut kata-katanya lagi


"papa tau apa yang kau lakukan padanya sebelum kejadian ini, kau mempermalukannya lagi didepan umum.


"sebenarnya apa maumu bi, kenapa kau selalu meluapkan amarah yang salah sasaran.


tuan mandala kemudian mengangkat tangan istrinya dan menunjukkan sebuah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan mamanya yang membuat abizar mengingat benda itu.


"karena ini bi" ucap tuan mandala


"aku membeli tiga jam tangan untuk wanita yang aku sayangi untuk mamamu, adikmu dan mel.


"apakah salah aku menyanyanginya seperti anakku. dia hidup sendiri kedua orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan saat ia kecil".


"dia berjuang hidup sendiri dan mencintai pekerjaannya tapi apa yang kau lakukan".


" dengan pikiran jahatmu itu tanpa bertanya padaku, kau mengatainya j•••ng"


"kau ini manusia atau bukan, kenapa kau tidak menggunakan isi kepalamu dengan baik"


"mel tidak mengatakan apapun tentang perbuatanmu kepadaku dan arnold"


"dia simpan semua"


"dia juga tidak pernah meminta apapun dariku, apapun yang kutawarkan tidak pernah ia menerima.dia hanya mau berdiri diatas kakinya tanpa belas kasian"


"kau tau bi, dia hanya meminta doaku"


"bahkan sekarang menyelamatkanmu membuang jauh amarahnya padamu"


"papa harap dari kejadian ini kau lebih dewasa dalam bertindak dan tidak mementingkan egomu"


ucap tuan mandala mengungkapkan fakta dan isi hatinya yang sebenarnya kepada abizar anaknya.


sedangkan nyonya rossa terus menangis disamping suaminya.


"pa maafkan abi, abi menyesal menduga yang tidak pantas antara papa dan gadis itu" ucap abizar dan berlutut didepan papanya sambil menangis.


"kau tidak perlu minta maaf padaku, tapi kau harus minta maaf kepada gadis itu. jika...... "ucap tuan mandala yang terhenti yang merasakan sesak didadanya membayangkan hal yang tidak ia inginkan yang dapat terjadi kepada mel.


"jika apa pa" ucap abizar


"jika tuhan mengijinkannnya tetap hidup"ucap tuan mandala pelan.


"pa!!" ucap istrinya


"kita memang harus siap dengan segala kemungkinan ma" ucap tuan mandala pada istrinya.


"mel pasti sadar dan kembali seperti dulu, papa yang bilangkan sama mama dia gadis yang tidak muda menyerah" ucap istrinya.


abizar hanya terdiam ia mematung masih tetap berlutut depan kedua orang tuanya.


"tidak... tidak.... ini tidak boleh terjadi" batin abizar.


orang tua abizar sudah meninggalkan rumah sakit. abizar kini menuju ruang ICU dimana mel berada.


Ric..!! panggil abizar dan mendekat dimana lelaki gondrong itu berdiri sambil membawa dua gelas kopi yang tadi ia beli dilantik rumah sakit


Ricky hanya menoleh tanpa ingin menjawab panggilannya.


"kopi" ucap ubizar sambil menyerahkan segelas kopi pada Ricky.


"emm" hanya itu yang keluar dari mulut ricky


"kau masih marah padaku" ucap abizar


"aku minta maaf aku tau aku salah" ucap abizar


"kenapa kau minta maaf kepadaku" ucap Ricky


"maaf karena aku tidak pernah mendengarmu" ucap abizar.


"kau salah orang, kau harusnya minta maaf pada mel" ucap ricky masih kesal pada abizar.


"kau harus bantu aku menebus kesalahanku padanya" ucap abizar.


"aku??? kenapa aku. berani melakukan berani bertanggung jawab bi. ucap ricky


"aku tidak tau cara memulainya" ucap abizar


"tanya pada dirimu sendiri bi, aq sebenarnya masih sangat kesal padamu kau memang niat sekali menyakiti mel


"dan satu lagi kemarin aku memeriksa cctv Cafe dan tidak sengaja aku melihat kau menyenggol lengannya"


"lengan yang terluka karena menyelamatkan tante rossa"


"asal kau tau bi, karenamu luka dilengannya terbuka kembali dan mengeluarkan darah"


"dia pingsan karena kesakitan, aku membawanya kerumah sakit dan lukanya dijahit kembali".


"apa sebenarnya yang kau inginkan bi"


cecar Ricky bertubi-tubi mengungkapkan kebenaran abizar yang berlaku tega pada mel.


"apa!!!! " ucap abizar prestasi


"apa? kau kira aku mengarang cerita nah kau lihat sendiri.ucap Rizky sambil mengambil ponselnya dan memperlihatkan rekaman cctv dicafenya.


"aku saja ingin sekali memb•••hmu sekarang juga, apalagi arnold dan papamu"ucap ricky


"maaf" ucap abizar hanya itu yang keluar dari mulutnya.


"maaf... maaf itu saja yang bisa kau lakukan" ucap ricky kesal.


beberapa saat kemudian seorang perawat keluar dari ruang ICU mengatakan sudah waktunya jam berkunjung pasien.


"lebih baik kau duluan yang masuk setelah itu aku"ucap Ricky.


"ok"ucap abizar gugup dan lalu masuk kedalaman ruangan ICU setelah mengikuti segala prosedur dan memakai pakaian penutup untuk pengunjung pasien.


abizar kemudian melangkah ke bed diraba mel terbaring dan mendekat kepada gadis itu.


ia menatap mel dengan penuh rasa bersalah.


"hai"


"bangunlah semua orang menghawatirkanmu"


ucap abizar berbicara sendiri kearah gadis yang sedang tidur panjang itu. dia terus memperhatikan gadis yang sedang koma dengan banyak alat medis melekat ditubuhnya.


entah kenapa hatinya begitu sakit melihat keadaan mel.


hari berganti hari bulan berganti bulan mel sudah koma hampir selama tiga bulan lamanya.gadis itu tidak memberi respons apapun selama didalam ruang ICU. semua orang yang menyayangi dirinya silih berganti setia dan siaga 24 jam menunggu gadis itu sadar.


"dok, bagaimana perkembangan anak saya dok"ucap tuan mandala


"sama sekali belum ada perkembangan dan respon bahwa ia akan sadar tuan, dukungan dan doa dari keluarga sangat penting untuk kesembuhan pasien saat ini".ucap dokter yang sedang bersama tuan mandala.


sedangkan gadis yang sedang tidur panjang itu didalam alam bawa sadarnya bertemu kedua orang tuanya menyandarkan kepalanya kelutut ibunya.


"sayang pulanglah nak"ucap ibu mel sambil mengusap lembut rambut mel yang tergerai


"tidak bu, aku lebih bahagia disini bersama ayah dan ibu" ucap mel


"tidak nak, tempatmu bukan disini, tapi bersama orang-orang yang menyayangimu" ucap ayah mel tersenyum pada anaknya


"tidak ayah aku ingin ikut saja bersama ayah dan ibu" ucap mel


"kau harus kembali sayang, kami akan bahagia jikalau kau kembali.


"tapi ayah ibu aku merindukan kalian memeluk kedua orang tuanya" ucap mel.


"berjalanlah ke arah cahaya yang ada disana nak dan kembalilah. ayolah nak banyak orang yang menyayangimu sedang menunggumu"ucap ibu mel


mel berjalan menuju cahaya yang terang itu dan menghilang didalam alam bawah sadarnya mel


saat itu juga abizar sedang membesuk mel diruang ICU berbisik ketelinga gadis itu sambil mengenggam tangannya.


"bangunlah semua orang yang menyayangimu merindukanmu mereka semua ada duluan sekarang"


"apakah kau tidak ingin menyapa mereka"


"ayo bangun nona melatih putih"


"kembalilah demi mereka" ucap abizar yang terus berbicara ke arah gadis yang masih setia pada tidur panjangnya.


saat itu juga abizar begitu terkejut melihat air mata mengalir dari sudut mata mel dan salah satu jari mel bergerak.


"dia memberi respon" batinnya


"dokter.... dokter....!!!! jarinya bergerak teriak abizar.


"biar saya periksa dulu keadaannya, jari yang bergerak disebelah mana tuan"ucap dokter


"jari manis sebelah kiri dan tadi saya melihat air matanya mengalir" ucap abizar


"pasien mulai merespon ajak terus dia berbicara ya tuan ini kabar baik untuk kita semua" ucap dokter.


kemudian dokter tersebut menepuk-nepuk mel seolah membangunkannya.


"melati.... melati....."


saat itu juga mel menarik dalam nafasnya


a..... y...


a..... y...


kata yang keluar dari bibirnya.


"anda sebaiknya tunggu diluar dulu biarkan pasien istirahat dulu, nanti segala perkembangan akan kami kabari"ucap dokter


"baik dok terima kasih" ucap abizar dan luar dari ruang ICU.


abizar keluar dari ICU dan menceritakan kepada kedua orangnya, arnold dan tari yang ada didepan ruang ICU. bahwa mel memberi respon dengan air mata, gerakan jari dan berkata terbata kata ay.


"mungkin dia mau bilang ayah" ucap tari


"semoga dia segera sadar" ucap nyonya rossa


"amin"jawab abizar, arnold dan tuan mandala. mereka menanti hingga malam tiba mel belum merespon apapun lagi. hingga mereka semua tertidur dibangku yang berada didepan ruang ICU.


hingga subuh menyapa mereka terbangun mendengar pasien memanggil.


"keluarga pasien melati"ucap suster memanggil


" ya saya dok" ucap arnold yang telah bangun terlebih dahulu


"saya mau mengabarkan pasien sudah sadar sekarang sedang diperiksa oleh dokter" ucap suster


"Alhamdulillah mel sudah sadar" ucap arnold


"setelah selesai memeriksa pasien dokter akan menemui keluarga"ucap suster


"baik terima kasih sus" ucap arnold


arnold segera membangunkan yang lain mengabarkan bahwa mel sudah sadar.


"tuan...tuan..." ucap arnold pelan membangunkan tuan mandala


"ya arnold ada perkembangan apa" ucap tuan mandala.


"mel sudah sadar tuan, sekarang dia sedang diperiksa oleh dokter dan sebentar lagi dokter akan menemui kita" ucap arnold


"baik aku akan menemui dokter tersebut"ucap tuan mandala


setelah semua bangun dan mengetahui mel telah sadar mereka semua bersyukur termasuk abizar dan menunggu kabar dari dokter. dan dokter keluar setelah selesai memeriksa mel terlebih dahulu.


"keluarga pasien melati" ucap dokter.


"saya keluarganya" ucap tuan mandala.


"melati sudah sadar tuan dan dia mencari keberadaan kedua orang tuanya dimana mereka sekarang" ucap dokter.


"mereka sudah lama meninggal dok, akibat kecelakaan" ucap tuan mandala.


"kemungkinan pasien melati sedang mengalami kehilangan sebagian ingatannya pengaruh dari koma" ucap dokter.


"jadi apa yang harus kami lakukan untuknya dok" ucap tuan mandala.


"jangan paksa dia mengingat biarkan ingatannya kembali secara perlahan dan jangan buat ia stress kami akan segera memindahkan keruang perawatan "ucap dokter lagi


"terima kasih dok" ucap tuan mandala dan dokter itupun pergi meninggalkannya.


tuan mandala lalu mengatakan semuanya kepada istrinya, abizar, arnold, tari agar tidak membuat mel berpikir terlalu keras dan merahasiakan kematian kedua orang tuanya.karena mel mencari kedua orang tuanya.


kini mereka mengikuti brankar yang membawa mel keruang kamar perawatan. gadis itu sudah berpindah ke bed pasien rawat inap dengan bantuan perawat dan juga arnold.


"pa aku kenapa" ucap mel.


"kau kecelakaan sayang" ucap tuan mandala


"dimana ayah dan ibuku pa" ucap mel.


"mel papa ingin mengenalkanmu kepada seseorang yang sangat cantik yang selalu mengisi hati papamu ini" ucap tuan mandala mengalihkan pertanyaan mel.


"siapa pa" ucap mel.


"dia istri tercinta papa dan sekarang dia juga jadi mamamu" ucap tuan mandala.


"hai anakku" ucap nyonya rossa sambil tersenyum


"nyonya!! nyonya yang kemarin kan" ucap mel


" ya nak, maafkan aku gara-garaku kau jadi terluka"ucap nyonya rossa


"tidak apa nyonya sudah kewajiban saya menolong anda" ucap mel


"jangan panggil nyonya tapi mama sayang " ucap nyonya rossa.


"baik Mama" ucap mel.


kemudian ia melihat tari dan arnold


"tari kak ar" ucapnya bersamaan.


"aku merindukanmu" tari memeluk mel.


"aku juga begitu" ucap mel.


"cepat sembuh ya mel, kau harus membantu persiapan pernikahanku" ucap tari.


mel tersenyum dan memberikan jempolnya kepada tari.


kemudian pandangan mel mengarah ke seorang pria yang ada dibelakang tuan mandala.


" siapa dia pa" ? ucap mel menunjuk kearah abizar.