
siapa dia pa? ucap mel lagi mereka semua heran mel mengapa tidak mengenal abizar yang selama ini jadi musuhnya.
"dia... dia.. dia anak pertama papa sayang namanya abizar" ucap tuan mandala cepat. mengingat apa yang dikatakan dokter bahwa mel tidak boleh dipaksa berpikir.
"hai" ucap abizar gugup mendekat ke arah mel
"hai" ucap mel sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.
"sudah sayang lebih baik kau banyak istirahat dan jangan banyak berpikir, ingat apa yang dikatakan oleh dokter" ucap mama sambil mengelus pipi mel.
"baik Ma mel mau istirahat dulu, mel ngantuk" ucap mel dengan masih menggenggam tangan nyonya rossa yang kini menjadi ibu baginya hingga ia tertidur.
arnold mendekat ke tuan mandala
"tuan dan nyonya pulang dan istirahat dirumah biar saya dan tari yang menjaga mel disini" ucap arnold.
"baiklah aku dan istri pulang dulu mungkin malam kami akan kembali Kesini, oya alihkan pembicaraan jika mel bertanya tentang orang tuanya dan masalahnya dengan abizar.
"baik tuan saya akan melakukan segala yang anda perintahkan" ucap arnold
"terima kasih arnold, kau memang bisa diandalkan, Ma ayo kita pulang nanti malam kita akan kembali" ucap tuan arnold sambil mengajak istrinya pulang.
nyonya rossa pamit pada arnold dan tari sambil menitipkan untuk menjaga mel dan berlalu bersama suaminya.
"kau kenapa tidak ikut pulang" ucap tari yang masih tidak suka dengan kehadiran abizar
"aku... aku.. ingin membantu menjaganya"ucap abizar.
"menjaganya??? aku tidak percaya itu keluar dari mulut seorang abizar ucap tari
"sayang sudahlah, biarkan tuan abizar disini" ucap arnold menyela
"kau membelanya" ucap tari yang kini kesal kepada arnold.
"bukan begitu sayang, mungkin tuan abizar ingin menebus kesalahannya kepada mel" ucap arnold yang coba meyakinkan tari.
"aku tidak percaya kepadanya sayang" ucap tari
"beri tuan abizar kesempatan" ucap arnold
"kau!! aku mengawasimu" ucap tari sambil mengarahkan jari telunjukknya ke arah abizar lalu ia duduk disofa ruang VVIP tempat mel dirawat mengakhiri perseteruannya dengan abizar.
"ayah.. ibu.... mel rindu"ucap mel dalam tidurnya. membuat semua orang yang berada diruangan bersama mel mengarahkan pandangannya kearah gadis yang sedang mengigau itu. terlihat wajah mel yang sudah basah dengan keringat.
tari mendekat kearah mel dan menyeka keringat yang membasahi wajahnya sambil menatap sedih pada sahabatnya tersebut.
"mel.. mel" ucap tari pelan
"air... air" ucap mel
"nah minumlah mel" ucap tari sambil memberikan mel minum digelas yang sudah terdapat sedotan.
"tari, kenapa ayah ibuku belum datang juga, apa mereka tidak menyanyangiku" ucap mel rengek mel kepada tari.
"mel lagu apa yang cocok saat pernikahanku nanti" ucap tari mengalihkan pertanyaan mel.
"lagu"??? ucap mel heran
"ia kan kau akan menyanyi untukku saat aku menikah nanti" ucap tari.
"ntahlah keadaanmu saja masih seperti ini" ucap mel
"nah, dari itu kau harus minum obatmu dan makan yang banyak dan jangan mikir yang macam-macam deal ucap tari dan memberikan tangannya pada mel agar mereka bersalaman tanda kesepakatan. dan dibalas oleh mel.
arnold dan abizar meninggalkan tari dan mel. mereka menuju kantin rumah sakit arnold beralasan ingin minum kopi. arnold sengaja keluar dan mengajak abizar. ia ingin memberi ruang kepada kedua sahabat itu dan arnold juga melihat ekspresi canggung dari abizar.
arnold dan abizar duduk berhadapan di kantin rumah sakit hingga pelayan datang membawa pesanan mereka.
" silahkan tuan 2 kopi espresso nya, apakah ada tambahan lain?" ucap pelayan tersebut
" tidak terima kasih" ucap arnold dengan senyum.
"ternyata kau masih ingat kopi kesukaanku" ucap abizar.
"tentu saja tuan, bagaimanapun anda tetap atasan saya" ucap arnold sambil mengangkat gelasnya.
"sampai kapan kita menutupi tentang orang tua mel" ucap abizar
arnold mengangkat salah satu alisnya karena sedikit terkejut mendengar ucapan abizar menyebut nama mel. karena sepengetahuan arnold atasannya itu tidak pernah menyebut nama mel dari Bibir abizar.
"sampai ia benar-benar pulih dan pulang kerumah, itu yang dianjurkan dokter".ucap arnold.
"saya hanya menganggap mel seperti adik saya sebaliknya dengan mel. ucap arnold sambil menikmati kopinya.
ditempat lain tepatnya dikediaman tuan mandala. nyonya rossa sedang menyiapkan bekal makanan untuk mel dan juga untuk yang menemani mel.
"mama sedang apa boleh aku bantu" ucap katrine.
"tentu saja sayangku, Mama sedang menyiapkan makanan untuk mel dan yang untuk yang menjaga"ucap mama rossa.
"Ma, aku ikut ya aku ingin bertemu mel yang sudah sadar. apa dia mengingatku ma" ucap katrine
"ia sayang, tapi kau pelan berbicara dengannya karena sebagian memory ingatan mel hilang" ucap nyonya rossa.
"hah hilang, kenapa bisa begitu Ma, "tanya katrine.
"menurut dokter karena cedera kepalanya sayang" ucap nyonya rossa.
"kau tau sayang, mel tidak mengingat kakakmu abizar" ucap nyonya rossa.
"what!!!, sedikitpun ma" ucap katrine
"ia sayang sama sekali tidak ingat padahal ia ingat kami semua yang ada diruangan" ucap nyonya rossa.
"syukurin itu kak abi, jahat sih sama mel" ucap katrine
"kamu tidak boleh begitu sayang, dia itu kakakmu, dan mama lihat kakakmu sangat menyesali semua perbuatannya pada mel. ucap nyonya rossa pada anak gadisnya itu.
"cocok sih Ma, yang bikin sakit hati dilupain" ucap katrine
"usah sana mandi dan siap-siap" ucap nyonya rossa
"siap nyonya bos kat siap-siap dulu ya" ucap katrine sambil mencium pipi mamanya.
nyonya rosa membawa banyak bekal dari makanan, minuman, lauk dan aneka snack untuk stock dirumah sakit untuk mel dan yang menemaninya.
sedangkan dirumah sakit saat arnold dan abizar kembali keruangan mel saat akan memasuki kamar. mel dan tari terlihat sedang bercanda dan tertawa. ntah keseruan apa yang dibahas kedua gadis tersebut.
"kalian seru sekali sedang bahas apa sih" ucap arnold
"ini urusan perempuan sayang kau dilarang ikut campur apa kau membawa aku makanan sayang" ucap tari
" mie goreng special, seperti dirimu yang spesial dihatiku" ucap arnold menggoda tari sambil memberikan bungkusan yang berisi mie goreng.
"kan.. kan.. kalian mulai lagi, Kak ar kau harusnya menghiburku agar aku cepat sembuh, bukan membuat aku cemburu" ucap mel sambil memanyunkan bibirnya.
"cep... cep.. yang sabar ya Mblo ini cobaan" ucap tari menyindir kejombloan mel. dan kemudian mereka bertiga tertawa dengan kekoyolan mereka.
abizar masih mematung dan canggung untuk bergabung.
"kak abi sini bergabung dengan kami jangan diam aja disitu" ajak mel kepada abizar.
" ia tidak masalah kok, aku disini saja" ucap abizar
"tidak apa-apa kak mereka ini teman-temanku. ucap mel
arnold memberi kursi didekat ranjang mel kepada abizar.
"silakan tuan" ucap arnold
"kenapa kak ar memanggil Kak abi tuan" ucap mel.
"karena tuan abizar kakak dikantor mel"ucap arnold.
"oh, maafkan aku Kak abi aku tidak tau"ucap mel.
"tidak masalah, sebaiknya kau istirahatlah" ucap abizar kepada mel.
"aku lelah tidur terus, maukah kakak mengajakku ke taman rumah sakit, aku bosan" ucap mel.
"tidak boleh" ucap arnold memotong
"kau belum boleh keluar kamar, tapi aku janji akan membawa kecaman besok jika dokter mengijinkan" ucap abizar
"janji" ucap mel sambil memberikan jari kelingking pada abizar
"ya aku berjanji" ucap abizar dan menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking mel. tanda ia berjanji dan akan menepati dan mel pun tersenyum bahagia.
"ya mel aku berjanji akan menebus kesalahanku yang selalu membuat menangis" ucap batin abizar.