Wheel Of Love

Wheel Of Love
Kelinci makan Wortel



Episode ini di khususkan untuk yang punya suami, yang masih di bawah umur harap di skip yaa😂😂


Awas baper makk!!


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


Rasa khawatir menyelimuti hati dan pikiran Reza, ia takut ketika melihat wajah Viona yang terlihat sangat lemas tadi, dengan buru-buru Reza mengemudikan mobilnya setelah mendapat obat dan martabak telur pesanan istri nya. Dengan langkah cepat Reza menaiki tangga rumahnya untuk segera sampai di kamarnya. Reza mengatur nafasnya sebelum membuka pintu. Suasana di dalam kamarnya terasa sepi dan gelap gulita, Reza menghidupkan lampu kamarnya.


"SAYANG!!" Teriak Reza ketika berhasil menyalakan lampu kamarnya. Reza terperangah melihat Viona yang duduk di depan meja Riasnya. Reza meletakkan barang yang di bawanya di atas meja.


Mendengar Suara Reza yang memanggilnya, Viona membalikkan badannya dengan segenap tenaga, ia mencoba bersikap tenang untuk menetralkan rasa malunya. Viona berdiri dengan menyandarkan bok*ng nya yang berisi di meja rias yang ada di belakangnya, ia tersenyum melihat tatapan Suaminya yang tidak bisa di artikan itu.


Reza segera menghampiri Viona yang begitu terlihat menggoda dengan lingerie merah yang di pakainya saat ini. Reza tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat body istrinya yang aduhay ini. Sungguh jiwa mesumnya sudah bangkit saat ini.


"Eits!! ke kamar mandi dulu mas!!cuci tangan dulu, kan habis dari luar." ucap Viona ketika Reza sudah mendekatinya.


"Baiklah, tunggu sebentar!" ucap Reza dengan mata yang berbinar. Reza segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dengan cepat Reza menyelesaikan ritualnya di kamar mandi.


"Baiklah Reza, siapkan dirimu!!pertempuran akan segera di mulai." Reza bermonolog ketika melihat dirinya dari pantulan cermin di hadapannya.


Reza keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih fresh dari sebelumnya, ia menatap Viona yang masih berdiri di posisi awalnya.


Reza merengkuh tubuh Viona ke pelukannya, ia menghirup aroma tubuh Viona yang begitu menggairahkan.


"Sayang...apa kelincimu benar-benar sudah sembuh?" tanya Reza dengan suara yang sensual di ceruk leher Viona.


"Dia sudah sembuh dan sudah lapar ingin segera makan wortel jumbo!" Viona menggoda suaminya yang sudah terbakar hasrat yang membara.


Reza mengurai pelukannya, ia menatap wajah Viona yang begitu menggoda hari ini. Reza memiringkan kepalanya dan sebuah kecupan berhasil mendarat di bibir Viona.


Reza mel*mat bibir Viona dengan pelan, ia memainkan lidahnya dengan lidah Viona dengan ritme yang pelan, semakin lama lum*tan bibir mereka semakin menuntut, Reza mel*mat bibir Viona dengan Rakusnya sampai Viona kalang kabut di buatnya.


Masih dengan posisi berdiri, Reza berhasil menyusupkan satu tangannya untuk mencari bukit teletubis kesukaannya. Ia mer*mas dengan pelan gundukan besar di tangannya dengan mulut yang masih saling meny*sap satu sama lain.


Lenguhan pelan keluar dari mulut Viona ketika Reza memainkan puncak bukitnya, Viona memejamkan matanya tanda ia begitu menikmati apa yang sedang di lakukan oleh suaminya.


Reza sudah tidak sabar lagi, Ia melepas lingerie yang ada ditubuh istrinya itu, Reza mengangkat tubuh Viona ke atas meja rias yang ada di belakangnya, Ia melepas tali br* yang di pakai oleh Viona. Dengan satu kali tarikan penutup bukit itu terlepas dari tubuh Viona.


Dua bukit yang besar tengah terpampang nyata di depan Reza saat ini, tanpa menunggu lama Reza langsung saja memainkan lidahnya di puncak bukit milik Viona, ia bergantian memainkan dua bukit milik istrinya itu.


Viona begitu menikmati sentuhan yang dilakukan suami nya saat ini, rasa malu yang di rasakan nya tadi hilang begitu saja. Viona memejamkan matanya saat Reza bermain di puncak bukitnya. Matanya membeliak tak kala Reza sudah berhasil membuka penutup segitiga yang ada di bawah tubuhnya, saat ini ia benar-benar polos di hadapan suaminya.


Reza menjelajahi tubuh istrinya dari atas sampai bawah, tak lupa ia memberikan tanda cinta di leher dan di atas bukit istrinya. Kepalanya terus turun ke perut hingga sampai di depan kelinci milik Viona.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Reza segera membenamkan kepalanya untuk bermain di dalam kelinci Viona, ia memainkan biji kacang milik Viona dengan lidahnya, des*han berhasil lolos dari mulut Viona.


"Ahhh mas Reza!!" karena mendapat kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya Viona tanpa sadar mendesah sambil memanggil nama suaminya itu. Tubuhnya seperti terkena aliran listrik tak kala Reza semakin gencar memainkan biji kacangnya. Tubuh Viona menegang merasakan gelombang cinta yang datang menghantam tubuhnya saat ini.


Melihat sang Istri yang akan mencapai klim*aks membuat Reza semakin mempercepat permainannya.


Dan benar saja beberapa saat kemudian tubuh Viona menegang karena hantaman gelombang cinta telah di rasakannya saat ini. Lenguhan panjang berhasil lolos dari mulut nya.


Reza menatap Viona yang tengah mengatur nafasnya, ia tersenyum bisa membuat Viona terkapar hanya karena permainan lidahnya.


Reza membopong tubuh Viona untuk di bawa ke atas Ranjang, di letakkannya tubuh Viona yang polos itu diatas Ranjang besar miliknya. Reza mel*cuti pakaiannya hingga tubuh polosnya terpampang dengan jelas di hadapan Viona, terlihat sang Wortel sudah siap untuk di makan oleh kelinci Viona.


"Kamu sexy sekali sayang." ucapan yang keluar dari mulut Reza ketika melihat tubuh polos sang istri di hadapannya.


Reza naik ke atas ranjang, ia memposisikan diri tepat di depan Kelinci Viona yang sudah terbuka lebar, ia mencium kening Viona sesaat sebelum berperang.


"Kamu sudah siap sayang??ini akan terasa sakit di awal." bisik Reza di telinga Viona.


"Lakukanlah dengan lembut sayang." jawab Viona.


Reza mengarahkan Wortelnya untuk membobol mulut kelinci yang masih tersegel itu.Susah, itulah yang saat ini di rasakan oleh Reza. Ia menghentakkan wortelnya dengan pelan, berkali-kali ia mencoba masuk ke dalam tapi masih saja gagal, karena sudah di selimuti hasrat yang membara, Reza menghentakkan wortelnya dengan sedikit keras dan memaksa.


"Mas Reza sakit!!" air mata Viona lolos keluar dari pelupuknya, Ia merasakan perih di dalam mulut kelincinya tak kala Reza berhasil membobol gawang yang selama ini di jaganya. Selaput darah per*wan berhasil jebol oleh Wortel Reza.


Dengan sedikit usaha yang lebih keras wortel milik Reza berhasil masuk ke dalam mulut kelinci istrinya. ia mulai menggerakkan tubuhnya dengan gerakan maju mundur, Rasa yang begitu nikmat tengah di rasakan oleh Reza saat ini.


"Oh jadi senikmat ini rasanya menjebol gawang perawan." gumam Reza dalam hati di sela-sela gerakannya.


Cukup lama Reza menggerakkan tubuhnya diatas tubuh Viona, di lihatnya wajah sang istri yang begitu menikmati permainannya, Rasa sakit yang awalnya di rasakan Viona kini berubah menjadi rasa nikmat yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Reza mempercepat gerakannya, tak kala ia merasakan kedutan dan cengkraman dari mulut kelinci Viona, tubuhnya seperti di sengat aliran listrik yang kuat sama dengan apa yang dirasakan oleh Viona.


"Ahhh mas Reza aku pengen pipis!!" ucap Viona di sela-sela desahannya.


"kita akan pipis bersama-sama sayang!!" ucap Reza sambil mempercepat gerakannya, dan benar saja gelombang tsunami tengah menghantam keduanya dengan sangat dasyat.


"Mas Rezaa!!!!" teriak Viona


"Viona!!!!" teriak Reza setelah berhasil menyemburkan cairan cintanya. Keringat bercucuran dan nafas yang tersengal tengah dirasakan keduanya.


"Terima kasih sayang!!" ucap Reza setelah mengecup kening, pipi dan bibir Viona.


_


_


_


jadi bagaimana nih makkk!!Seru apa gak nih😂 Jangan lupa Vote yang banyak makk, like dan komennya juga yeee makkk😂😂😂


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥