Wheel Of Love

Wheel Of Love
Cemburu yang lucu.



Mengawali pagi dengan suasana hati yang kurang baik bukan lah hal bijak. Sama seperti yang di alami oleh Reza saat ini. Mood nya sedari pagi tidak baik karena melihat Viona di sukai oleh banyak cowok di kampus.


Luapan emosi nya tertuju pada Adit dan juga Yola sang sekretaris. Semua yang di kerjakan terlihat salah di mata Reza.


Reza memijat keningnya yang tidak pusing. ia memikirkan bagaimana caranya membuat Viona hanya tertarik padanya, sebelumnya ia tak pernah merasakan rasa takut kehilangan yang begitu besar kepada seorang wanita, Viona benar-benar sudah membuat hatinya menjadi tak menentu. Bukan ia tak percaya kepada kesetiaan Viona, tapi semua orang bisa menyukai istrinya karena kecantikan dan pribadi nya yang baik. Sungguh cemburu memang membuat orang jadi gila.


"Dit, Apa yang harus saya lakukan?" Tanya Reza pada Adit yang duduk di depannya.


"Maksud bapak bagaimana?" Adit bingung dengan pertanyaan Reza.


"Bagaimana cara membahagiakan wanita selain dengan uang yang banyak?" tanya Reza dengan konyol nya.


"Pertanyaan macam apa ini, astaga pak Reza hari ini kenapa ya??" Gumam Adit dalam hati sambil memikirkan jawaban atas pertanyaan Reza.


"Biasanya seorang wanita suka hal-hal yang romantis pak, misalnya ungkapan cinta dari kita, melakukan dinner romantis berdua, atau melamar dengan hal yang romantis." Adit menjawab pertanyaan Reza dengan asal saja.


"Apa benar seperti itu?" Reza meyakinkan jawaban Adit.


"Bapak bisa mencoba nya langsung." ucap Adit. Mendengar jawaban Adit membuat Reza diam untuk memikirkan langkahnya, ia mengingat tadi malam saat Viona mengatakan baper saat melihat adegan cowok yang romantis di sebuah film.


"Dit, Apa hari ini saya ada jadwal penting." Tanya Reza kepada Adit.


"Jam 11 nanti bapak ada meeting bersama klien dari Bandung, jam 2 bapak ada rapat dengan manager pemasaran." Adit menjelaskan jadwal Reza hari ini.


"Suruh Yola mengatur ulang rapat dengan manager pemasaran, hari ini saya akan menemui klien dari Bandung dan setelah itu saya akan pulang." perintah Reza.


"Baik pak saya akan segera menghubungi Yola." ucap Adit.


"Dit setelah ini tolong kamu booking kan Restoran atau cafe atau apapun untuk saya dinner romantis malam ini." ucap Reza. Sejenak Adit tertegun mendengar permintaan atasannya itu.


"Baik pak akan saya laksanakan, nanti saya akan segera memberi kabar untuk pak Reza." ucap Adit.


Reza menyusun Rencana untuk membuat surprise untuk Viona. Ia akan membuat Viona tidak bisa berpaling dari nya. Suasana hatinya menjadi lebih baik setelah mendengar saran dari Adit. ia kembali lagi bekerja dengan penuh semangat yang membara.



Waktu terus berputar tanpa bisa berhenti, setelah menyelesaikan meeting nya seorang klien dari Bandung, Reza segera beranjak keluar dari gedung tempatnya memproduksi lembar Rupiah.


Ia mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah nya. Saat di jalan terlintas sebuah ide di pikirannya, ia menyeringai memikirkan hal yang akan dilakukan nya setelah ini. Sambil menyetir ia menelfon beberapa No. yang ada di kontak ponselnya.


Tepat pukul dua siang Reza sudah sampai di rumahnya setelah ia mampir dari suatu tempat.


"Sepertinya Viona belum pulang." Gumam Reza ketika masuk ke dalam rumahnya yang masih sepi.


"Aku akan menunggunya di ruang tamu saja." Reza duduk di sofa yang ada di ruang tamu nya. ia menatap ke sekeliling ruang tamu yang penuh dengan buket bunga yang di pesannya sepulang dari kantor.


Tak lama setelah itu terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya, ia melihat Viona turun dari mobil Mela dengan wajah yang sumringah.


Viona mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang Tamu dan mendapati sang suami sedang duduk bersekedap menatapnya.


"Mas Reza tumben sudah pulang?" Tanya Viona sambil berjalan ke tempat dimana Reza berada.


"Aku yang punya perusahaan, jadi aku bisa pulang kapanpun." jawab Reza dengan sombong.


"Apa semua buket ini mas Reza yang membeli?" tanya Viona penasaran.


"Tentu, aku yang membeli semua ini untuk kamu." ujar Reza.


"Tapi untuk apa mas sebanyak ini?" tanya Viona lagi.


Reza berdiri dan meraih box yang ada di tangan viona yang isinya banyak buket bunga dan bingkisan-bingkisan. "Aku tidak mau istriku bahagia karena menerima buket bunga dari pria lain, Apalagi buket uang ini, aku sangat tidak menyukai nya." ucap Reza sambil meletakkan box itu di lantai.


"Oh jadi suamiku tahu kalau istrinya tadi di kelilingi banyak penggemar di kampus?" Ucap Viona sambil mendekati Reza dan membenarkan dasi yang menggantung di leher Reza.


"Bahkan aku tahu berapa laki-laki yang menyambut mu tadi." Reza mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Lalu bagaimana aku harus minta maaf kepada suamiku yang sedang cemburu ini?" Tanya Viona dengan menatap Manik hitam milik Reza.


"Temani aku dinner malam ini." Ucap Reza sambil melingkarkan tangannya di pinggul Viona.


"Apa ini bisa di sebut kencan pertama kita?" tanya Viona dengan menaikkan sudut bibirnya.


"Pakailah baju yang sudah aku siapkan di kamarmu." ucap Reza.


"Baiklah, Sekarang biarkan aku pergi ke kamarku untuk istirahat, aku akan mempersiapkan diri dengan baik untuk kencan pertama dengan pacarku nanti malam." Kelakar Viona.


Reza melepaskan tangan yang ada di pinggang Viona, membiarkan istrinya berjalan menuju kamarnya.


"Terima kasih untuk semua bunga nya mas, boleh kan aku menyuruh mbak Sri untuk memindahkan semua di kamarku?" ucap Viona saat membalikkan badannya ke arah Reza.


"Lakukan Sesukamu, tapi tidak untuk yang di dalam box ini." ucap Reza sambil berkacak pinggang. Mendengar jawaban Suaminya membuat Viona tertawa sambil berjalan menuju kamarnya.


"Cembur mu lucu sekali sih mas, dasar posesif!!" gumam Viona dalam hati.


_


_


_


hay kak terima kasih sudah mampir kesini♥️♥️♥️jangan lupa Vote,like dan komennya ya😘😘


😎🔥🔥😎