
Rasa sakit di pergelangan tangannya membuat Viona menangis di pelukan Reva, ia sangat takut dengan apa yang baru saja di alami nya. Dosen yang selama ini di kenal baik oleh semua orang baru saja menampakkan karakter aslinya.
Viona sangat takut dengan pria seperti pak Andre, pria yang kasar dan pemaksa, untung saja setelah ini Viona lulus dari pendidikannya, kalau tidak ia bisa trauma jika terus berdekatan dengan pak Andre.
"Gue mau pulang aja, anterin Gue ke kantor suami gue ya." ucap Viona sambil mengusap sisa air mata di sudut matanya.
"Tapi tangan elu gimana?ini masih merah kebiruan Vi, entar suami lu tahu gimana?" ucap Mela sambil membolak balikkan tangan Viona.
"Gue mau jujur aja sama Reza, gue takut kalau bohong sama mas Reza, lagian pak Andre sudah keterlaluan Mel, dia udah berani menyakiti gue." ucap Viona.
"Gue bener-bener takut Mel saat gue di tahan di ruangannya, gue takut di perkosa sama pak Andre, wajahnya tadi berubah jadi menyeramkan mel seperti predator yang akan menangkap mangsanya." lanjut Viona dengan suara yang lirih.
"Iya gue setuju sama elu Vi, biar bagaimana pun elu harus jujur sama suami lu Vi." sahut Mela.
"Kalau pak Andre hanya menggoda gue dengan kata katanya sih gue gak perduli, gue masih bisa nutupin dari mas Reza, tapi pak Andre udah keterlaluan, ini namanya pelecehan." Sungut Viona.
"Ya udah kalau gitu kita antar sekarang ya, kita pulang sama-sama." ucap Mela sambil menepuk bahu Viona.
"Terima kasih ya guys kalian selalu ngertiin gue." ucap Viona sambil memeluk dua sahabatnya.
Tanpa menunggu lama, Viona dan kedua temannya berjalan keluar dari kelas, ia memutar jalannya agar tidak melewati ruangan pak Andre. Setelah melewati beberapa gedung fakultas lain akhirnya mereka bertiga sampai di depan mobil Mela.
Viona bergegas masuk ke dalam mobil Mela, namun sayang saat membuka pintu mobil ia di kagetkan dengan seseorang yang menepuk pundaknya.
"Viona.." panggil orang itu.
Viona menolehkan kepalanya pelan, seketika mata nya membulat setelah tahu siapa yang ada di belakangnya.
"Pa-k Aan-dre..." ucap Viona dengan tergagap.
"Ma-mau ma-mau apa lagi bapak menemui saya, jangan mendekat pak!!!" ucap Viona dengan gemetar.
"Saya mau minta maaf Vi atas semua yang saya lakukan tadi, saya benar-benar menyesal telah melakukan semua itu sama kamu, saya terbawa emosi vi, sekali lagi saya minta maaf ya." ujar pak Andre dengan menatap Viona dengan mata elangnya. Mendapat tatapan seperti itu membuat badan Viona bergetar.
Mela dan Reza yang sudah masuk di dalam mobil pun akhirnya keluar lagi begitu melihat Viona yang semakin ketakutan.
"Bapak sebaiknya pergi!! jangan mendekati teman saya lagi,lihat dia sampai ketakutan melihat bapak." sungut Reva dengan kesal.
"Saya hanya ingin minta maaf atas kesalahan yang saya perbuat, tidak lebih dari itu Re." ucap pak Andre sambil memandang Reva.
"Ayo Vi masuk, jangan hiraukan lagi orang ini." ucap Mela sambil membantu Viona masuk ke dalam mobilnya.
Ketiga gadis itu akhirnya masuk ke dalam mobil tanpa berpamitan kepada dosennya. Pak Andre menatap mobil Mela yang perlahan berjalan menjauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Ah sial, Viona jadi takut sama aku, kamu bodoh Andre!!kenapa kamu tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri, dasar bodoh..bodoh..bodoh!!!!!" Pak Andre bermonolog sambil mengguyar rambutnya ke belakang.
Dalam perjalanan menuju kantor suaminya, Viona masih saja menangis ketakutan, sampai Reva dan Mela bingung harus bagaimana.
"Elu sudah menghubungi mas Reza Vi kalau kamu datang kesana?" tanya Mela yang dijawab Viona dengan anggukan.
"Ya udah jangan menangis lagi ya, bersihin muka kamu, masak iya mau ketemu suami di kantor mukanya sembab dan jelek seperti ini." ucap Reva.
"Iya tuh, masak istri pemilik perusahaan tampilannya seperti ini!" sahut Mela.
"Iya juga ya, gue harus make up lagi kalau begitu." ucap Viona sambil mengusap air matanya. Lalu dengan cepat ia mengeluarkan beberapa make up dari tasnya, ia memoles wajahnya agar tidak terlihat buruk di depan karyawan sang suami.
"Ah gue ada ide, elu pakai kacamata hitam aja Vi, nih gue bawa." ucap Reva sambil mengeluarkan kaca mata hitam dari tas nya.
"Serius gue masuk kantor mas Reza pakai ini?" Viona meyakinkan ide Reva.
"Iya gue setuju, elu pakai aja sambil berjalan dengan tegap dan anggun." sahut Mela yang sedang fokus menyetir mobilnya.
"Baiklah akan gue lakukan saran dari kalian." ucap Viona sambil tersenyum. Setelah beberapa saat Viona sudah sampai di depan kantor suaminya, terlihat di depan gedung ada Adit yang telah menunggu nya. Viona turun dari mobil Mela setelah berpamitan pada kedua sahabatnya.
"Mari bu saya antar ke ruangan bapak." ucap Adit setelah Viona sampai di hadapannya.
"Terima kasih." ucap Viona sambil tersenyum, mereka berdua masuk kedalam kantor Reza, Semua orang yang bertemu dengan Viona bertanya-tanya siapakah wanita yang masuk dengan Adit melalui lift khusus.
"Silahkan masuk bu, Pak Reza masih ada rapat, mungkin 10 menit lagi bapak sudah selesai, Bu Viona bisa menunggu bapak di ruangannya." ucap Adit setelah membukakan pintu untuk Viona.
"Sekali lagi terima kasih sudah mengantar saya ke ruangan mas Reza." ucap Viona
"Sama-sama bu, saya permisi dulu." pamit Adit.
Viona melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di ruangan Reza, ia membaringkan tubuhnya di atas sofa yang empuk ini.
Ceklek...Suara pintu terbuka dari luar, Viona melihat siapa yang masuk, dan ternyata adalah Reza yang baru saja selesai rapat.
"Uda lama nungguin nya Vi?" tanya Reza sambil melepas jas kerjanya.
"Belum mas, aku baru sampai kok." ucap Viona sambil melepas kaca mata nya.
"Kamu habis menangis?apa ada masalah?kenapa mata kamu sembab seperti ini?" Reza memberondong Viona dengan pertayaan.
"Aku takut mas!!" ucap Viona sambil menundukkan kepalanya. Melihat keadaan Viona yang seperti ini membuat Reza semakin khawatir dan penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
"Katakan Viona ada apa!!" Ucap Reza setelah duduk di samping Viona, ia meraih tangan Viona untuk di genggamnya.
"Ahh sakit mas!!" Teriak Viona ketika tangan Reza menyentuh pergelangan Viona yang membiru.
"kenapa dengan tanganmu?kenapa bisa seperti ini?apa kamu habis jatuh Vi?" Reza semakin khawatir ketika melihat tangan Viona.
"Pak Andre yang melakukan ini mas!!!" ucap Viona dengan ketakutan.
"APAAA???" Reza terkejut mendengar ucapan Viona.
_
_
_
Entar ya di lanjut lagi, othor laper nih mau sarapan dulu gengs!!😁😁
_
🔥🔥🔥🔥