
Setelah Viona pergi meninggalkan resto itu, Reza hanya diam mematung tanpa mendengarkan Mirna yang sedang menggerutu kesal karena bajunya kotor semua. Reza berpikir keras bagaimana menjelaskan semuanya kepada Viona.
"bagaimana kalau vio bilang ke mama?bagaimana kalau dia bilang ke keluarganya?ahhh rencana ku benar-benar gagal..sial..sial...sial!! aku harus bagaimana jika dia pergi meninggalkanku?ah kenapa aku takut dia meninggalkanku?" gumam Reza dalam hati yang gelisah.
"sebaiknya kamu pulang sayang, aku akan kembali ke kantor." ucap Reza.
"sayang, aku harus beli baju yang baru, ini kan kotor semua" pinta Mirna sambil menatap Reza dengan penuh arti.
Reza yang sudah tau maksud Mirna langsung membuka ponselnya "sudah aku transfer ke rekeningmu."
"terima kasih sayang... i love you" ucap Mirna sambil memeluk lengan Reza. "yeesss... dapat transferan lagi" lanjut Mirna dalam hati.
"aku balik ke kantor dulu" pamit Reza sambil berdiri dari sofa. Dengan langkah cepat Reza segera meninggalkan restoran itu.
Reza mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia harus segera balik ke kantor untuk meeting dengan staf acountingnya..
Setelah meeting Reza rencananya akan segera pulang untuk menemui Viona. Dia harus menyelesaikan masalah yang saat ini di hadapinya.
****
Jantung Viona rasanya berhenti berdetak setelah melihat semua yang dilakukan oleh suaminya.
Di dalam mobil Viona hanya diam menatap nanar ke luar kaca mobil. Mela yang sedari tadi di sampingnya tidak berani untuk memulai obrolan, ia tahu saat ini Viona sedang kacau memikirkan rangkaian kejadian yang terjadi hari ini sedangkan Reva focus menyetir mobil sambil sesekali saling tatap di spion mobil dengan Mela.
"bawa mobilku pulang Re, antarkan aku pulang saja" ucap Viona tiba-tiba.
"apa perlu kita temani?" tanya Reva.
"tidak, kalian pulanglah... aku baik-baik saja tidak usah khawatir." ucap Viona dengan suara yang parau.
"baiklah, kita akan mengantarmu pulang." jawab Reva.
Viona masih begitu shock dengan semua yang terjadi hari ini, kematian Husein dan suami yang sedang mesra dengan wanita lain. Da begitu bingung dengan situasi yang sedang di hadapinya.
seketika itu Viona langsung memeluk Mela dan menangis sejadi jadinya.
"hiks..hikss..hiks..hikss..hiks.. Mel kenapa semua ini terjadi?tuhan tidak adil padaku mel..hiks..hikss" rancau Viona di pelukan Mela.
"Vi, kamu harus kuat ya, semua yang terjadi adalah rencana tuhan. Mungkin setelah ini tuhan akan memberikan kebahagiaan padamu." ucap Mela menenangkan Viona.
Viona tidak menjawab ucapan Mela, dia hanya menangis sesegukan di pelukan Mela.
Reva dan Mela ikut sedih melihat keadaan sahabatnya seperti ini. Airr matanya ikut menetes mendengar tangisan Viona.
"vi... kita sudah sampai di rumah loe" ucap Reva.
"kalian langsung pulanglah, aku akan istirahat di rumah" ucap Viona.
"kamu yakin vi tidak mau aku temani dengan Reva." tanya Mela.
"iya kalian pulang saja, aku baik baik saja" ucap Viona sambil mengusap sisa air mata di pipinya.
"aku masuk dulu, kalian hati-hati di jalan ya..." lanjut Viona sambil membuka pintu mobil.dengan segera Viona berjalan memasuki rumahnya.
Reva dan Mela langsung pergi begitu melihat Viona sudah memasuki rumahnya.
Dengan langkah cepat Viona pergi ke lantai 2 menuju Ruang karaoke milik Reza tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu. Dia duduk di sana sambil membuka kotak pemberian dari Husein yang ternyata isinya sebuah flashdisk. Dengan segera Viona menancapkan flashdisk itu ke Tv yang ada disitu.
Viona segera duduk dan menyalakan tv nya. Viona tercengang melihat layar di depannya yang menampilkan sosok pria yang ada di hatinya.
"kak Husein...hiks"ucap viona
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
💞💕💕