Wheel Of Love

Wheel Of Love
Kedatangan Bu Yuni



Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul satu dini hari. Setelah tadi sempat merasakan sakit yang teramat sangat Viona berhasil memejamkan matanya sejenak untuk mengisi energi yang akan di gunakan berjuang mengeluarkan bayi yang di nantikan selama sembilan bulan ini.


Tepat pukul dua dini hari Viona membuka matanya karena merasakan sakit di perut bagian bawahnya, panggul nya juga ikut merasakan nyeri yang tak tertahankan. Ia melihat Reza yang sedang tidur dengan posisi duduk di kursi yang ada di sisinya.


Viona tidak membangunkan Reza karena ia tahu Reza pasti lelah setelah seharian bekerja keras di kantornya. Ia merasakan sakit itu sendiri dengan mencengkram kuat pinggiran bed tempatnya saat ini.


"Mama..." Gumam Viona pelan karena tiba-tiba wajah bu Yuni terlintas di fikiran nya. Viona perlahan turun dari bed nya untuk mencoba saran dari dokter Grace. Pelan-pelan ia berjalan memutari ruangan nya sambil menahan rasa sakit yang semakin lama semakin terasa.


"Ayo Viona kamu pasti bisa!! Putrimu juga sedang berjuang untuk bertemu denganmu!!" Viona berbicara pada dirinya sendiri untuk menenangkan perasaan nya yang semakin tidak menentu.


Ia menghentikan langkah nya ketika mendengar suara ponsel nya yang berdering tanda sedang ada panggilan masuk.


"Hallo assalamualaikum Ma..." ucap Viona setelah menggeser tanda hijau di layar ponsel nya. Ia penasaran kenapa mama nya menelfon di jam seperti ini.


"Vi apa kamu baik-baik saja Nak? Mama baru saja mimpi in kamu Nak!!" Ucap Bu Yuni di sebrang sana.


"Maaf Ma... Vio saat ini sudah di rumah sakit mau melahirkan Ma, sudah pembukaan tiga Aaauuhh!!!" Ucap Viona sambil berteriak kesakitan ketika rasa sakit itu datang lagi.


"APA??? MELAHIRKAN!!! kenapa tidak mengabari mama sih Vi..." Teriak Bu Yuni yang terkejut setelah mendengar putri nya akan melahirkan.


"Vio tidak mau membuat mama panik, jadi Vio memutuskan untuk menelfon mama besok pagi saja." Ucap Viona yang sedang mencengkram sprei bed rumah sakit.


"Mama akan kesana sekarang." Jawab Bu Yuni sebelum mematikan sambungan telfon nya.


Viona meletakkan ponsel nya di atas nakas lalu ia naik ke atas bed nya lagi. Kali ini ia mencoba duduk bersila seperti yang di sarankan oleh Dokter Grace.


Viona langsung mencengkram apapun yang ada di dekat tangan nya termasuk rambut Reza yang menjadi sasaran ketika merasakan sakit yang begitu dahsyat di tubuh bawahnya.


"Aduuhhh Mas Reza!!!! Ahhh Sakit!!!" Teriak Viona dengan air mata yang terus bercucuran dari matanya. Reza langsung membuka matanya ketika merasakan rambutnya tengah di cengkram dengan kuat oleh Istrinya. Ia terhenyak dari tempat duduk nya.


"Sayang mana yang sakit Sayang?" Tanya Reza dengan jiwa yang belum sepenuhnya sadar.


"Mas tolong panggilkan suster atau siapapun Mas!! Rasa sakit nya lebih sering dari yang tadi. Tanpa menjawab Reza langsung memanggil perawat yang berjaga lewat bel yang tersedia di sisi ranjang Viona.


"Yang kuat yang Sayang!! Mas akan menemani kamu berjuang nanti!!" ucap Reza sambil mengusap keringat dan air mata yang membasahi wajah istrinya.


Beberapa saat kemudian masuklah Dokter Grace dan satu orang perawat untuk melihat kondisi Viona. Dokter Grace melakukan pemeriksaan di tubuh bagian bawah Viona.


"Wah cepat sekali Bu prosesnya, Ini sudah pembukaan lima bu!!" Seru Dokter Grace setelah selesai melakukan pemeriksaan.


"Apa masih lama Dok untuk istri saya melahirkan?" tanya Reza yang sudah tidak tahan melihat Viona yang kesakitan.


"Tunggu sampai pembukaan sepuluh ya pak baru Bu Viona bisa melahirkan putri nya. Ayo Bu terus semangat ya sebentar lagi ibu akan bertemu dengan dia." Dokter Grace mengusap perut Viona dengan lembut untuk memberikan semangat kepada calon ibu muda ini.


"Saya sudah tidak kuat Dok kalau untuk duduk bersila. Rasanya sakit sekali Dok!!" Ucap Viona dengan nafas yang terengah.


Beberapa saat setelah kepergian Dokter Grace, Bu Yuni datang bersama Pak Surya dengan wajah yang terlihat panik. Sejak tadi di fikiran Bu Yuni hanya Ada Viona, Viona dan Viona.


"Nak, Mama datang Nak!!" Ucap Bu Yuni setelah masuk di ruangan Viona.


"Mama!!" Viona mencoba bangun dari ranjang nya. Sekuat tenaga Ia mendudukkan tubuhnya di atas bed.


"Mama, Vio minta maaf Ma kalau selama ini pernah menyakiti perasaan Mama!! Vio minta maaf Ma... Viona sudah merasakan bagaimana rasa nya berjuang untuk melahirkan Ma. Jadi tolong maafin semua kesalahan Vio Ma!!" Viona menangis di pelukan Sang Mama. Rasa sakit dan emosional yang kuat membuatnya menangis tersedu di pelukan Bu Yuni.


"Sudah lah Nak, kamu tidak pernah menyakiti Mama!! Mama tidak pernah merasa kamu punya salah sama Mama!! Kamu harus semangat ya Nak untuk perjuangan yang belum berakhir ini!!" Ucap Bu Yuni dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya. Perasaan haru dan tidak tega bercampur aduk dalam diri Bu Yuni.


Reza tertegun di samping Viona, sudut matanya ikut berair ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Viona. Sementara itu Bu Yuni mengurai tubuh Viona untuk membersihkan air mata yang membasahi wajah putri nya itu.


"Kamu masih kuat duduk seperti ini Nak?" Tanya Bu Yuni yang di jawab gelengan oleh Viona.


"Baiklah sekarang berbaringlah Nak." Ucap Bu Yuni.


"Sini Nak posisikan tubuh kamu untuk miring ke kiri." Perintah Bu Yuni kepada Viona.


"Ahhhhh sakit maa!!!!" Seketika teriakan Viona menggema di dalam ruangan. Pak Surya tidak tega melihat putri nya yang sedang kesakitan oleh karena itu beliau pamit untuk pergi keluar dengan alasan membeli makanan.


"Tahan Nak, memang rasa nya akan terasa sakit tapi ini bisa mempercepat pembukaan kamu nak." Ucap Bu Yuni sambil mengusap-usap rambut Viona. Sementara itu Reza duduk di belakang Viona sambil mengusap lembut punggung Viona, sesekali ia juga mengusap perut istrinya itu.


"Ma... sakit ma..." Kali ini Viona berucap dengan lirih.


"Iya Nak, sabar ya... kamu pasti bisa melewati ini!!" Ucap Bu Yuni.


"Mas Reza, jangan kemana-mana ya Mas!!" Ucap Viona yang terpejam karena menahan sakit yang tiba-tiba datang.


"Mas tidak kemana-mana Sayang!! Mas pasti nemenin kamu!!" Ucap Reza yang sedang duduk di belakang Viona.


_


_


Nih Aku Up satu episode lagi kak😀😀😀 Jangan lupa Like, Vote dan komen nya😀😀 kalau kolom komentar ramai bakal up satu episode lagi deh!!!


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥