
Satu minggu setelah kejadian yang membuat Viona masuk rumah sakit telah berlalu. Viona dan janin nya sudah di nyatakan sehat oleh Dokter Grace dan ia pulang dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu.
Mentari pagi baru menampakkan diri di langit timur dengan pantulan sinar yang begitu indah untuk di nikmati di weekend seperti saat ini. Setelah menunaikan dua rakaatnya Viona dan Reza keluar dari rumahnya untuk menghirup udara segar di taman yang ada di depan rumah.
"Mas... jalan-jalan ke taman yang ada di depan yuk!! Biasanya kalau hari minggu begini banyak yang jualan jajanan mas." Viona menatap Reza yang sedang duduk di sebelahnya.
"Kita naik motor aja ya jangan jalan kaki, kamu kan baru sehat Mi..." ucap Reza.
"Jalan aja lah mas, dekat kok!! Mau ya...ya...yaaa sayang..."Viona merayu Reza dengan mengerlingkan mata nya.
"Baik lah tuan Ratu, Ayo kita berangkat sekarang!!" Ucap Reza sebelum beranjak dari tempat duduknya. Mereka berdua pun akhirnya jalan kaki menuju taman yang di maksud oleh Viona. Di sepanjang jalan menuju taman Reza tak melepaskan tangan Viona walau hanya sebentar. Ia terus menggenggam tangan Viona dengan posesif.
Di komplek tempat tinggal Viona jika hari minggu pagi seperti ini semua warga melakukan kegiatan di luar rumahnya. Baik yang pengusaha maupun pegawai negeri atau pegawai swasta, Mereka semua berbaur menjadi satu membuat acara kerja bakti ataupun kegiatan sosial lain nya untuk saling mengenal dan mendekatkan diri satu sama lain.
"Mi...kenapa di sana ramai sekali?" tanya Reza sambil menunjuk kerumunan yang ada di taman.
"Oh itu tempat jualan tukang bubur Ayam mas!!" Jawab Viona ketika melihat arah yang di maksud suaminya.
"Apa mereka semua itu menunggu antrian?" Tanya Reza lagi.
"Iya Mas, mereka semua yang ada di situ sedang antri mas. Nanti kita beli juga ya Mas!!" Ucap Viona.
"Boleh, aku penasaran bagaimana rasanya!!" jawab Reza. Mereka berdua berjalan menuju kerumunan orang yang sedang menunggu giliran untuk membeli bubur ayam favorit semua orang yang sedang berkerumun itu.
Reza mengajak Viona untuk duduk di bangku kosong yang agak jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang antri bubur ayam. Viona tersenyum melihat anak-anak sedang bermain di playground yang ada di sediakan oleh pengelolah perumahan.
"Mas, kalau anak kita sudah lahir aku pengen ngajak dia bermain disini deh." Ucap Viona sambil mengelus perut buncitnya yang kini berusia delapan belas minggu.
"Kenapa harus bermain disini? halaman kita masih luas, mas akan buatin dia tempat bermain sendiri." Jawab Reza dengan entengnya.
"Ya biar dia punya teman lah mas. Lagian biar dia itu mengerti cara bersosial sejak dini mas." jawab Viona sambil menatap Reza yang ada di samping nya.
"Hmmm begitu ya!!" Reza bersekedap sambil melihat anak-anak yang sedang berlarian dengan wajah yang gembira. Hal itu membuat dirinya terkekeh sendiri ketika melihat anak kecil yang menangis karena berebut gulali dengan temannya.
"Kenapa mas senyum-senyum sendiri?" Tanya Viona yang melihat Reza terkekeh.
"Lihat anak yang menangis itu Mi...Aku jadi ingat Khanza yang menangis gara-gara gulali nya aku makan." Ucap Reza sambil mengingat masa kecil Adiknya.
"Kamu kan terpaut jauh mas sama Khanza, masa iya kamu udah besar masih aja makan gulali??" Tanya Viona.
"Iya waktu itu aku udah SMA kelas satu kalau tidak salah, dan Khanza masih umur lima tahun." ucap Reza dengan senyum yang mengembang di wajahnya ketika mengingat kejadian saat itu.
"Astaga mas!!! kamu udah sebesar itu dan tidak bisa ngalah sama Khanza yang masih berumur lima tahun???" Viona tidak menyangka jika suaminya pernah bersikap seperti itu.
"Iya dulu aku suka jahil kalau sama Khanza. Mama sering teriak-teriak gara-gara Khanza aku buat nangis terus. Habis dulu aku malu kali Mi udah SMP baru punya Adik." Reza menceritakan sedikit masa kecilnya.
"Ihhh kamu gak boleh gitu mas!! ngapain malu coba??" Viona menatap Reza dengan mata elang nya.
"Ya Malu Mi udah ABG tapi baru punya Adik." jawab Reza.
"Oh ya Mi... aku punya ide nih!!" Lanjut Reza dengan wajah yang sumringah.
"Apa??awas entar kalau ide nya konyol!!" Viona menatap Reza dengan wajah serius nya.
Mendengar ide suaminya yang konyol itu membuat Viona melebarkan matanya. Ia heran saja melihat Suaminya yang tiba-tiba punya ide konyol seperti itu. Bagaimana bisa ia membahas anak Kedua sedangkan anak pertama nya saja belum lahir.
"Mas, satu aja belum lahir!! masa iya mikirin anak kedua!!" Ucap Viona yang sedikit kesal.
"Ya gak papa kan cuma rencana aja Mi..." Reza terkekeh melihat Viona yang wajahnya tertekuk karena ide cemerlangnya.
"Daripada kamu fikiran kamu ngelantur, mending mas Reza antri bubur ayam tuh!!" Viona menunjuk kerumunan orang yang mulai berkurang satu persatu.
"Iya kamu tunggu disini ya, jangan kemana-mana apalagi sampai ngobrol dengan pria lain!!" Ucap Reza yang sudah berdiri dari tempatnya.
"Iya sayang!! jangan lupa dua porsi untuk aku ya.." jawab Viona dengan senyum manis nya. Reza berjalan ke tempat tukang bubur untuk membelikan sarapan untuk istrinya itu. Banyak gadis dan ibu-ibu komplek yang menatap Reza karena kagum dengan wajah tampan nya.
Viona menatap Suaminya yang sedang antri bubur ayam dengan wajah yang di tekuk karena kesal melihat suaminya di tatap gadis muda dan ibu-ibu.
Lima belas menit kemudian Reza sudah selesai membeli bubur ayam. Ia berjalan ketempat dimana istrinya berada dengan membawa tiga porsi bubur ayam dan dua botol air mineral yang sekalian di beli nya.
"Sayang, kenapa wajahnya di tekuk gitu?" tanya Reza ketika akan mendudukkan tubuhnya di samping Viona.
"Kenapa sih mas kamu sekarang kelihatan lebih tampan??Di saat aku membengkak seperti ini kamu malah kelihatan keren!! Tadi kamu senang kan waktu di perhatikan para gadis dan ibu-ibu yang disana." Viona menggerutu sambil menatap Reza dengan kesal.
Reza terkesiap setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh istrinya itu. bagaimana bisa Viona menyimpulkan bahwa ia senang di perhatikan oleh wanita lain.
"Mi...aku aja enggak tahu kalau mereka menatap aku. Emang salah ku dimana sih Mi??" Tanya Reza dengan wajah yang memerah karena menahan tawa nya.
"Kamu salah karena terlihat tampan dan keren!!" Sarkas Viona dengan ketusnya.
Reza tak kuasa menahan tawanya. Ia meledakkan tawanya karena istrinya semakin hari semakin lucu saja. bagaimana bisa ia bersalah hanya karena terlihat tampan dan keren.
"Sayang, Sekarang kamu makan dulu bubur nya. Nanti keburu dingin loh!! Dan kamu harus selalu ingat kalau tidak ada yang bisa membuat jatuh Cinta seorang Reza kalau bukan Viona Maharani saja." Ucap Reza dengan senyum yang manis. tak lupa setelah itu ia mengecup kening Viona walaupun saat ini banyak orang di sekelilingnya.
Reza bersikap masa bodoh hanya untuk membuat istrinya tidak merajuk lagi dan benar saja setelah mendapat kecupan dari suaminya membuat Viona kembali ke mood awal. Ia tersenyum sambil menatap Reza dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih mas!! I love you..."
_
_
_
Jadi disini tidak akan ada konflik lagi ya...konfliknya sudah banyak di episode awal.π
Terima kasih karena sudah setia dengan mas Reja dan Pionaππ
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯