
Di tinggal pergi oleh orang yang kita cintai memang sangatlah menyedihkan, apalagi di tinggal pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali, pasti rasa sakitnya sangat mendalam.
Dengan duduk bersimpuh Viona terus menundukkan kepalanya dengan terisak,
Bunda Wina semakin merasa bersalah melihat Viona yang begitu terpukul dengan kepergian anaknya.
Bagaimana pun beliau tau perjalanan cinta mereka dari awal sampai akhirnya berpisah.
Husein selalu membagi kisah cintanya dengan bundanya.
Bunda Wina begitu menyayangi Viona, karena semenjak Viona masuk di kehidupan Husein, dia bisa bertahan melawan penyakitnya itu, Viona adalah semangat hidup Husein.
Bunda Wina menghampiri Viona yang ada di dekat jenazah Husein yang sudah selesai di sholatkan. Sebentar lagi akan berangkat menuju pemakaman yang tak jauh dari rumah Husein.
Tangis semua orang yang ada disitu pecah begitu saja ketika jenazah Husein di masukkan ke dalam ambulance.
Viona satu mobil dengan Mela dan Reva sementara bunda Wina bersama keluarga yang lain. Sekitar 15 menit mereka semua sudah sampai di tempat peristirahatan terakhir Husein.
Prosesi pemakaman Husein berjalan lancar tanpa ada halangan. Semua orang pulang sendiri-sendiri hanya tinggal Viona, Mela, Reva, orangtua dan saudara Husein. mereka semua duduk mengelilingi makam Husein.
Viona duduk di sebelah bunda Wina dan Mela, ia menyandarkan kepalanya di pundak Mela dengan air mata yang terus menetes. Semua yang ada di situ terharu melihat keadaan Viona yang seperti itu.
"Ikhlaskan Husein nak..." ucap bunda Wina sambil mengusap punggung Viona.
"kami semua juga sangat sedih, tapi bagaimana lagi ini semua sudah jalannya" lanjut bunda Wina.
"Aku belum sempat meminta maaf bund, aku banyak salah sama kak Husein..hikss...hikss...hikks" ucap Viona dengan terisak.
"Viona... terima kasih sudah menemani Husein berjuang melawan penyakitnya selama ini, karena kamu Husein bersemangat melakukan rangkaian terapinya, dokter yang memvonisnya tidak akan bertahan lama pun heran dengan kondisi Husein yang masih stabil." ucap bunda Wina dengan tatapan yang menerawang jauh. Semua yang ada disitu hanya diam mendengar penjelasan bunda Wina.
"bunda... pasti keadaan kak Husein menurun gara-gara Viona kan bund?" tanya Viona sambil menatap manik hitam bunda Wina.
"tidak nak...jangan salahkan dirimu sendiri, ini semua memang sudah takdir dari yang kuasa. Mungkin dengan cara seperti ini Husein terbebas dari rasa sakit yang selama ini di tanggung nya, hiiks...hikss.. .hikss" tangis bunda Wina pun akhirnya pecah mengingat anaknya yang sudah lama menanggung Rasa sakit nya.
"Sudah bund, jangan menangis seperti ini, biarkan anak kita pergi dengan tenang, biarkan dia bahagia di surga." ucap pak Salim menenangkan istrinya.
"untuk kamu Viona, ayah tau semua ini berat untuk kamu, tapi kamu juga harus tau, sekarang kamu adalah istri orang nak, kamu harus mulai menerima suami kamu." lanjut pak Salim pada Viona.
"iya nak, cintailah suami kamu, lupakan Husein pelan-pelan ya nak, biarkan dia pergi dengan tenang, kamu harus bahagia dengan pernikahan kamu, Husein selalu berharap kamu hidup bahagia nak." ucap bunda Wina sambil menggenggam tangan Viona. "Jika kamu memang mencintai Husein, lakukanlah nak keinginan terakhirnya, berbahagialah bersama suami mu ya." lanjut bunda Wina dengan wajah memohon.
Viona tak kuasa menjawab semua ucapan bunda Wina, lidahnya terasa keluh. Hanya anggukan dan isakan yang mewakili jawaban darinya.
"sekarang kita semua ayo pulang, biarkan Husein beristirahat di rumah barunya dengan tenang." ucap pak Salim.
Akhirnya semuanya berdiri dan segera pergi meninggalkan tempat Husein bersemayam.
Viona, Mela dan Reva pulang bersama menaiki mobil Viona karena tadi Mela dan Reva naik taksi online waktu berangkat ke rumah Husein.
😥😥😥😥😭😭😭😭😭
Jangan lupa vote,like dan komen ya kak🤗🤗🤗
♥️