Wheel Of Love

Wheel Of Love
Celap-Celup,



Di atas ranjang yang berantakan terdapat sepasang kekasih yang tengah mengatur nafas setelah terjadi penyatuan panas mereka. Reza tengah mendekap Mirna yang lemas tak berdaya tanpa busana. Mereka melepas rindu setelah lama tidak bertemu.


"sayang, kamu hebat!" seru Mirna dengan nafas yang terengah-engah.


"kamu suka?" tanya Reza dengan mata yang masih terpejam.


"I like it baby ... tapi kenapa selalu pakai pengaman, sih?" protes Mirna seraya menatap sang kekasih.


"Aku gak mau kamu hamil sebelum kita menikah!" ucap Reza tanpa mengalihkan pandangannya.


"Gak mau aku hamil tapi minta celap-celup terus! Kamu minum apa sih, Yang, kok gak ada lemes- lemesnya? Pakai obat kuat ya?" cerocos Mirna.


"Aku cuma olahraga aja, kamu gak usah bawel kenapa sih? Yang penting kamu puas kan!" seru Reza seraya mengubah posisi membelakangi Mirna.


Sebenarnya Mirna adalah tipe wanita hyper s*x, itu lah sebabnya Reza selalu berusaha menjaga stamina nya dengan melakukan olahraga rutin setelah pulang dari kantor, dia tidak ingin kalah bertempur dengan Mirna, jelas saja dia pasti akan sangat malu.


Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba bu Salma menelfon Reza, menyuruh Reza pulang untuk menjemput Viona makan malam di rumahnya. Mau tidak mau Reza harus segera pergi meninggalkan Mirna pulang. Awalnya Mirna menghalangi Reza pulang akan tetapi dengan berbagai alasan akhirnya Reza bisa pergi meninggalkan apartemen kekasihnya. Mirna pun belum tau jika Reza sudah dijodohkan oleh orangtuanya. Reza sengaja tidak memberi tahu Mirna soal perjodohan itu karena dia belum siap kehilangan kekasihnya.


***


Hari minggu sudah berjalan setengah hari, namun Viona masih bermalas-malasan di ruang keluarga setelah tadi pagi melakukan zumba. Viona dari tadi hanya merebahkan diri di atas sofa sambil memutar film di layar televisinya.


Tidak biasanya di weekend seperti ini Viona hanya di rumah saja. Biasanya dia akan keluar seharian entah kemana. Keberadaan Viona di rumah berhasil membuat bu Yuni heran melihat putrinya itu, akan tetapi bu Yuni hanya diam dan membiarkan putrinya. Di tengah asyik melihat filmnya, tiba-tiba ponselnya bergetar, dengan segera Viona melihat ponselnya, ternyata dari nomor yang tidak di kenal.


"Hallo, maaf ini siapa?" ucap Viona setelah panggilan terhubung.


"Ini aku, Reza!" Terdengar suara bariton dari ponsel Viona.


"Ya, kamu benar. Nanti malam bersiaplah! Aku akan menjemputmu!" ucap Reza.


"Aku tidak bisa! Nanti aku ngerjain tugas kampus." Viona berusaha menolak ajakan Reza.


"Ya sudah kerjakan aja sekarang tugasnya! Lagi pula mama yang menyuruh aku buat menjemput kamu, dan ingat aku tidak suka penolakan!" seru Reza.


"Oke lah!" jawab Viona sebelum menutup sambungan telfonnya. "huuuh belum jadi suami aja kayak gitu, gak ada lembut-lembutnya!" gumam viona di dalam hati.


"Ma, nanti malam mas Reza mau jemput Vio, mau diajak ke rumah pak Danu!" ucap Viona pada bu Yuni yang tiba-tiba saja datang di samping Viona.


"Bagus dong! Kalian bisa saling mengenal lebih dekat lagi. Ingat, Nak! Nanti jaga sikap ya kalau di sana." Bu Yuni memberikan nasihat kepada putrinya itu.


Waktu begitu cepat berlalu. Langit nampak gelap setelah sang surya kembali ke peraduan. Viona sudah rapi, tinggal menunggu Reza datang. Malam ini Viona memakai dress hitam selutut berlengan panjang, dia terlihat cantik dan elegan memakai pakaian ini.


Setelah Reza sampai di rumah pak Surya, ia pamit untuk membawa Viona ke rumahnya. Mereka segera masuk ke dalam mobil setelah mendengar penuturan bu Yuni.


"Hati-hati, nak! Jangan pulang terlalu larut, Ya. Jaga putri Mama yang manja ini," ucap bu Yuni dengan diiringi senyum yang manis. Reza hanya tersenyum dan menjawab dengan anggukan. Setelah itu mobilnya pun melenggang dari kediaman pak Surya.


❤️


*jadi bagaimana part ini kak?komen dong biar aku bisa mengavaluasi karya ku menjadi lebih baik😉


jangan lupa vote dan like nya dong kak readers🙏