
Reza menatap satu persatu foto yang di keluarkan nya dari satu amplop besar, semua di penuhi oleh foto Mirna dan dirinya. Bu Salma menjelaskan semua yang di tanyakan oleh Reza. Berkali-kali Reza mengusap kasar wajah nya ketika ia mendengarkan sang mama menjelaskan dengan rinci setiap foto yang di pegang nya.
"Betapa bodoh nya aku ma!! aku tidak tahu kalau selama ini Mirna banyak bersama dengan pria lain, menjijikkan!!!" ucap Reza dengan nada penuh amarah.
"Syukurlah kamu sudah menyadari nya za, jangan sampai kamu melakukan hal bodoh untuk yang kedua kali." ucap mama Salma sambil menatap manik hitam putra nya.
"Reza mengerti apa maksud mama." jawab Reza dengan serius.
"Baguslah kalau kamu mengerti maksud mama, sekarang pulang lah, temui istri mu Dan ingat Za, Wanita butuh kepastian dan perhatian dari pasangannya" mama Salma menepuk pundak Reza dengan mengulas senyum nya.
"Bukannya wanita suka dengan uang ma daripada hanya perhatian?" tanya Reza dengan konyol nya.
"Uang itu penting za tapi kalau wanita kamu biarkan tanpa perhatian dan kasih sayang yang penuh maka dia akan mencari perhatian dari pria lain, kamu ingin Viona menjadi seperti Mirna?" tanya mama Salma.
"No ma!! tidak ku biarkan Viona kekurangan kasih sayang dariku." seloroh Reza.
"ya sudah sekarang pulang lah nak, Istrimu pasti menunggumu." Tanpa menjawab lagi Reza segera berpamitan kepada mama nya untuk segera pulang.
Selama di perjalanan menuju rumah nya, Reza memikirkan semua yang telah terjadi. Dia juga tidak menyangka kalau mama nya seperti seorang detektif yang bisa tahu semua yang terjadi.
"Mama bukan hanya lembut dan baik, ternyata mama wanita yang cerdas." gumam Reza sambil melajukan mobilnya.
Ceklek...tanpa permisi Reza membuka kamar Viona yang ternyata tidak di kunci. Lampu di biarkan masih menyala, di lihatnya Viona tidak ada di ranjang, Reza mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar milik Viona dan ternyata pandangan nya tertuju pada Viona yang sedang tertidur diatas sofa dengan laptop yang masih menyala.
Reza menghampiri Viona yang sedang terlelap dalam tidur nya, di tatap nya wajah yang terlihat damai dan tenang itu. Perlahan tatapan nya turun ke tubuh Viona, seketika mata nya melotot ketika melihat bukit teletubis yang hanya terbungkus piyama tipis sang istri.
"Ah shit!!! apa setiap hari dia tidur tidak memakai bra? hmmmm... puncak nya menggemaskan sekali, rasa nya ingin ku gigit saja!!" otak mesum Reza mulai membayangkan istri nya.
"Sial!!! hanya melihat puncak bukit teletubis yang menyembul nih belalai udah meronta-ronta aja!" gerutu Reza dengan wajah yang memerah.
Karena kasihan dengan Viona, akhirnya Reza mematikan laptop yang ada di meja. Dengan hati-hati Reza mengangkat tubuh Viona untuk di pindahkan ke Ranjang tidurnya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Viona yang hanya memakai piyama tipis.
"Apa setiap hari dia seperti ini kalau tidur, tidak memakai penutup bukit?" tanya Reza dalam hati nya.
Setelah memastikan Viona tidur dengan posisi yang benar, Reza pergi meninggalkan kamar Viona, tak lupa sebelum pergi Reza mematikan lampu kamar Viona. Dengan langkah cepat Reza menaiki tangga untuk segera sampai di kamar nya, dan dengan cepat Reza membersihkan dirinya karena ingin segera istirahat dan berkelana di alam mimpi.
😂
🔥🔥🔥🔥🔥