
Senja terukir indah di langit bagian barat menandakan sore hari telah tiba. Beberapa saat yang lalu Viona sudah di pindahkan di ruang inap VVIP. Di sana ada Dika dan juga Riki sedangkan Reza pulang ke rumah nya terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan mengambil baju ganti untuk Viona.
Karena Viona keadaan nya sudah lebih baik, Bu Salma pamit pulang karena ada sesuatu yang harus di urus oleh Bu Salma. Kini tinggal Bu Yuni, Pak Surya, Dika dan Riki yang menemani Viona di dalam ruang inap yang di tempati Viona.
"Ma... Vio lapar ma..." Rengek Viona sambil menatap Bu Yuni dengan wajah memelas.
"Kamu serius Vi sudah merasa lapar lagi?? Tiga puluh menit yang lalu kan baru makan sayang?" ucap Bu Yuni dengan raut wajah tidak percaya nya.
"Hahh??? tiga puluh menit yang lalu sudah makan?? kamu ini ibu hamil apa monster Vi?" Tanya Riki dengan penuh keheranan.
"Ma...makan lagi boleh ya ma...dikit aja loh ma..." Rengek Viona lagi dengan suara manja nya.
Dika dan Pak Surya terkekeh melihat Wajah Viona di buat semanis mungkin. Mereka semua heran melihat nafsu makan Viona tiba-tiba muncul secepat ini.
"Ya sudah Vio pengen makan apa?" Tanya Bu Yuni karena gemas melihat putrinya yang merengek seperti anak kecil yang meminta uang jajan.
"Pengen masakan padang ma..." Jawab Viona dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Masakan Padang?? hmmmm Dika aja deh yang beli di bawah ma." Sahut Dika yang beranjak dari sofa yang di duduki nya.
"Gue sekalian bungkusin satu ya." Ucap Riki yang fokus pada ponselnya.
"Ck. Gitu aja pakek Ngatain aku kayak monster!! padahal juga mau!!" Viona berdecak kesal sambil menatap kakak sulungnya dengan sinis.
Dika segera keluar dari ruangan Viona untuk membeli masakan padang seperti yang di inginkan oleh adik kesayangan nya itu.
Sambil menunggu makanan nya datang, Keluarga Pak Surya ngobrol bersama di dalam ruangan Viona. Mereka membahas rencana pertunangan Riki dengan kekasihnya yang akan di laksanakan sekitar satu bulan lagi. Dan beberapa saat kemudian Dika datang membawa beberapa kantong plastik yang berisi lima porsi nasi padang beserta minum nya. Tak lupa Dika juga membelikan banyak makanan Ringan untuk Viona.
"Nih Snack favorit kamu!!" Dika menyerahkan satu kantong besar yang berisi berbagai macam snack.
"Wahh....Terima kasih kak!!!" Viona menerima pemberian dari Dika dengan mata yang berbinar. Dan akhirnya semua menikmati masakan padang bersama-sama.
......💠💠💠💠💠......
Waktu terus berputar tanpa bisa di bisa di hentikan ataupun di ulang. Langit jingga telah berubah menjadi gelap tanda malam telah tiba.
Sekitar pukul Delapan malam Reza baru sampai di rumah sakit tempat Viona di rawat. Wajahnya tampak lebih segar setelah tadi beristirahat sejenak di rumah untuk mengusir rasa lelah dan letih sisa dari kerja kerasnya selama empat hari di Bali.
Setelah Reza datang, tadi Bu Yuni dan Pak Surya pamit untuk pulang dan tentunya kedua kakak Viona juga ikut pulang bersama kedua orangtuanya.
"Mas Reza tidak lupa kan membawa ponselku??" Tanya Viona.
Viona menggeser posisi duduknya, memberikan kode untuk Reza agar berbaring di sampingnya. Seperti biasa saat di rawat di rumah sakit Viona tidak mau tidur terpisah dengan Reza, ia suka berdesakan berdua di atas ranjang yang sempit ini.
"Mas...aku kangen!!" ucap Viona yang ada dalam dekapan Reza.
"Sama Sayang... Mas juga kangen, malah kangen banget!!" Reza mengelus rambut Viona"
"Apa perutmu tidak sakit lagi sayang?" Tanya Reza.
"Tidak mas, Aku heran deh mas tadi siang itu sakir banget loh mas rasanya sampai pendarahan aku tapi tadi waktu lihat mas Reza ada di samping aku rasa sakitnya hilang gitu aja!! Malah sore tadi aku makan sampai dua kali he..he..he..." Viona menceritakan keadaan nya saat ini dengan terkekeh ketika mengingat dirinya sendiri yang sedang merengek minta makan pada mama nya.
"Hmmmmm sepertinya anak kita juga sudah mulai membaik keadaan nya." ucap Reza yang sejak tadi menyunggingkan senyum nya.
"Tadi kamu mikirin apa sih sampai bisa syok seperti itu hmmm?" Tanya Reza penasaran.
"Aku tuh terkejut mas melihat beritanya Mirna yang di ciduk dengan pengusaha berinisial RA. Aku awalnya juga gak mau mikir negatif dulu mas tapi setelah ponsel kamu dan Adit tidak bisa di hubungi di situlah aku tidak bisa mengendalikan pikiranku mas. Aku benar-benar mengira kamu bersama Mirna di hotel." Ucap Viona dengan menatap wajah Reza.
"Sekarang dengerin Mas ya sayang!! Setelah ini jangan lagi menyimpulkan sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Tadi siang ponsel mas tidak aktif itu karena mas sudah naik ke pesawat. Dan untuk masalah Mirna, jangan lagi kamu memikirkan aku berhubungan lagi dengan Mirna ya... karena aku sudah tidak tertarik lagi dengan wanita lain selain kamu." Ucap Reza sambil mendudukkan tubuhnya untuk menatap wajah Viona. Ia mengusap pipi Viona dengan penuh kasih sayang.
"Serius mas?? Mas Reza tidak tertarik lagi dengan wanita lain selain Aku?? Yakin nih??" Tanya Viona dengan alis yang di naik turun kan.
"Iya sayang!! Apa kamu tidak melihat betapa besarnya rasa cintaku untukmu??" Tanya Reza dengan wajah serius nya.
"Cium aku dulu dong!!" Kelakar Viona sambil mengetuk pelan bibirnya dan hal ini membuat Reza menjadi gemas karena kelakuan konyol istrinya ini.
Tanpa menunggu lama Reza langsung saja mendaratkan bibirnya diatas bibir Viona. Berawal dari sekedar mengec*p kini menjadi ******an yang menuntut dari keduanya. Mereka saling menyesap satu sama lain dan bermain lidah di rongga keduanya. Reza mengungkung tubuh Viona di bawah tubuhnya. Ia menekan tengkuk Viona untuk memperdalam ci*uman mereka. Semakin lama reza semakin terpancing untuk melakukan lebih dari ini. Ia mulai menyelinapkan satu tangannya ke dalam baju Viona untuk mencari benda kenyal kesukaannya. Viona memejamkan matanya karena menahan rasa Nikmat yang di berikan oleh suaminya saat ini.
"Ahhhh mas...." Desah Viona di sela-sela ci*uman nya bersama Reza. Keadaan ini berlangsung lama sampai suara seorang perawat terdengar di ambang pintu ruangan Viona.
"Selamat malam bu Viona..."
_
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥