Wheel Of Love

Wheel Of Love
Terungkapnya kasus Mirna



Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Waktu istirahat untuk semua pasien yang di rawat di rumah sakit Permata Bunda. Semua perawat yang berjaga mengecek obat pasien mana saja yang harus di berikan malam ini.


Dua perawat cantik yang berjaga di ruang VVIP tempat Viona menginap saat ini tengah berjalan menuju kamar Viona. Mereka akan memberikan obat yang harus di masukkan ke dalam infus Viona sebelum tidur.


Berkali-kali mereka mengetuk pintu kamar Viona, namun tidak ada jawaban dari dalam. Akhirnya setelah menunggu hampir sepuluh menit di depan pintu, kedua perawat itu memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan.


Pintu di buka perlahan dan kedua perawat itu pun terkejut melihat dua orang yang berbeda jenis kelamin sedang berada di atas blankar pasien. Kedua perawat ini saling tatap ketika melihat adegan mesra ada di depan nya dan kemudian salah satu dari mereka mulai memberanikan diri mengeluarkan suaranya karena obat ini harus segera di berikan.


"Selamat malam Bu Viona..." Ucap perawat cantik yang bernama Anna ini.


Suara merdu Anna berhasil menghentikan Reza yang dengan buas memangsa bibir istrinya itu. Ia segera turun dari atas blankar Viona dan menatap kedua perawat yang sudah ada di dalam ruangan istrinya. Viona menutup wajahnya dengan sepuluh jarinya karena malu telah ketahuan berbuat mesum di rumah sakit oleh dua orang perawat.


"Maaf Pak..Bu... Kami tadi sudah mengetuk pintu dan menunggu di depan tapi tidak ada jawaban dari dalam jadi kami memutuskan masuk karena ada obat yang harus segera di berikan Pak, Bu..." Tutur Anna dengan penuh kesantunan.


"Silahkan kesini Sus..." Ucap Viona yang sudah menetralkan rasa malu nya. Ia mencoba bersikap biasa walaupun rasa malu yang ada dalam dirinya begitu besar.


Kedua Perawat itu pun berjalan menuju tempat Viona berada saat ini. Mereka mulai melakukan tugas masing-masing tanpa ada yang berbicara. Satu persatu obat di masukkan ke dalam infus Viona. Reza hanya diam termanggu di kursi yang ada di sisi kanan Viona.


"Sudah Selesai Bu. Setelah ini Bu Viona akan merasakan kantuk karena kami telah memasukkan obat tidur dengan dosis rendah dari Dokter Grace. Maaf Bu Viona dalam catatan Dokter Grace, Bu Viona di larang berhubungan suami istri dulu sampai kondisi ibu dan janin benar-benar sehat kembali." Tutur Anna dengan penuh kelembutan.


"Ah Iya Sus, terima kasih untuk informasinya." Ucap Viona dengan senyum yang di buat semanis mungkin.


"Kami permisi dulu ya Bu. Selamat beristirahat Bu Viona semoga cepat sembuh." Pamit Anna sebelum berjalan keluar dari ruangan Viona.


Reza menghela nafasnya dengan kasar setelah kepergian dua perawat yang baru saja membuyarkan kegiatan yang sudah empat hari tidak di lakukannya. Viona terkekeh melihat Reza dengan wajah cemberutnya.


"Sini mas. Kita bobok yuk!!" Ajak Viona sambil menggeser tubuhnya. Tanpa menjawab Reza pun naik lagi ke tempat Viona terbaring saat ini.


"Udah jangan cemberut terus mas!! bukan salah mereka tapi kita sendiri yang salah karena mesum di rumah sakit." Ucap Viona untuk menenangkan Reza yang masih kesal dengan kedua perawatnya tadi.


"Hmmmm" jawab Reza singkat.


"Cepat bobok ya, biar cepat sembuh." lanjut Reza sambil mendekap Viona. Mereka berdua saling pandang dengan senyum yang terbit di bibir masing-masing.


"Good Night Papi..." ucap Viona sambil membelai rahang Reza dengan penuh kasih sayang.


...πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ ...


Sinar bulan perlahan menghilang dari gelap nya langit malam. Matahari telah menampakkan diri di langit bagian timur namun dua orang insan yang saling berpelukan satu sama lain ini masih terlelap dalam mimpi masing-masing.


"Astaga!!! Bagaimana bisa mereka berdua tidur berpelukan di atas ranjang pasien seperti ini." Gumam Bu Salma yang baru saja masuk ke dalam ruangan Viona.


Bu Salma berjalan ke arah jendela ruangan Viona untuk menyibakkan tirai penghalang sinar mentari yang ingin masuk ke dalam ruangan.


Reza mulai mengerjapkan matanya karena Sinar mentari berhasil masuk setelah tirai dan jendela berhasil di buka oleh Bu Salma.


"Mama!!" Ucap Reza setelah berhasil membuka matanya. Ia melihat Bu Salma berdiri sambil bersekedap di sisi jendela.


"Bangun Za!! lihat jam berapa ini??!!" tanya Bu Salma sambil menunjuk jam dinding yang ada di atasnya.


Tanpa menjawab Reza langsung bangkit dari tidurnya. Ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan beberapa saat kemudian datang satu petugas rumah sakit untuk mengantar sarapan untuk Viona.


"Mama..." Suara serak Viona memanggil ibu mertuanya.


"Mama sudah dari tadi kah datang nya? kenapa Gak bangunin Vio ma?" Tanya Viona.


"Mama baru aja datang kok nak. Gimana apa masih ada yang sakit?" Tanya Bu Salma setelah meletakkan ponselnya di atas meja kemudian beliau berjalan ke tempat Viona berada.


"Kamu mau sarapan sekarang nak?" tanya Bu Salma.


"Vio mau ke kamar mandi dulu ma..." ucap Viona.


"Ayo biar aku bantu." tiba-tiba Reza muncul dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar. Ia segera membantu Viona turun dari ranjangnya dan membantunya masuk ke kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian Viona sudah keluar dari kamar mandi dan Ia juga sudah mengganti pakaian nya dengan Daster yang di bawakan Reza tadi malam. Ia duduk di pinggir ranjang untuk sarapan sambil melihat berita pagi di layar televisi yang baru saja di nyalakan oleh Reza.


Viona meletakkan sendok nya ketika muncul berita tentang penangkapan Mirna. Ia melebarkan matanya ketika satu persatu perbuatan buruk Mirna di ketahui oleh polisi.


Berawal dari kasus pertama saat ia di grebek bersama pengusaha tekstil yang sedang pesta sabu di salah satu hotel mewah yang ada di Bali dan kemudian Polisi menemukan bukti lain dari ponsel Mirna tentang porstitusi online yang di lakukannya belakangan ini. Polisi juga menemukan bukti bahwa Mirna lah yang menjadi mucikarinya. Entah hukuman apa yang akan di terima oleh Mirna mengingat ada beberapa kasus yang terungkap bersamaan.


"Malang sekali nasibmu Mirna... Mudah-mudahan kamu kuat untuk menjalani nya." Tanpa sadar Viona bergumam sambil terus menatap layar televisi yang sedang menampilkan berita tentang Mirna.


"Dia sudah melakukan banyak pelanggaran hukum nak, jadi dia juga pasti akan mendapatkan hukuman berat dari kepolisian." Sahut Bu Salma.


Reza menatap tajam wajah mama nya. Ia penasaran apakah mama nya orang yang ada di balik tertangkapnya Mirna saat ini.


"Mama yang melakukan ini?" tanya Reza dengan wajah seriusnya.


"Tidak." jawab Bu Salma dengan santainya.


"Serius ma?? mama tidak tahu apa-apa??" Reza masih penasaran dengan mama nya.


"Mama memang dulu pernah mengancam Mirna akan melaporkan dia karena porstitusi online yang sudah dia lakukan beberapa bulan lalu karena dia sudah mengganggu kamu dan istri kamu, tapi tidak jadi karena dia sudah berjanji pada mama untuk tidak mengganggu rumah tangga kamu lagi jadi ya mama lepasin dia za." Ucap Bu Salma sambil memandang Reza yang sejak tadi penasaran dengan kasus Mirna sedangkan Viona hanya diam mendengarkan pembicaraan ibu mertua dan suaminya.


"Sebaik apapun kita menutupi bangkai, lama-lama pasti akan tercium juga Za..." Ucap Bu Salma yang Hanya di jawab Reza dengan anggukan.


_


_


Maaf ya kak baru bisa updateπŸ™πŸ™πŸ™Othor sedang tidak ernak badan nihπŸ€•πŸ€§πŸ€§


_


_


_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯