Wheel Of Love

Wheel Of Love
Gerakan si kecil...



Satu bulan kemudian...


Malam yang indah dengan gemerlap bintang yang menghiasi langit gelap kota jakarta. Semua tamu undangan sudah hadir di rumah Reza dan Viona untuk mengikuti acara tujuh bulanan kandungan Viona.


Reva hadir bersama Juna, terlihat perutnya juga sudah terlihat membuncit sedangkan Mela tidak bisa hadir di acara Viona karena dua hari lagi pernikahan nya dengan gilang akan di langsungkan.


Setelah tadi sore melewati beberapa rangkaian acara siraman, brobosan, pecah cengkir dan lain-lain nya, sekarang tinggal acara pengajian yang di isi oleh ustad terkenal di daerah Viona. Acara berlangsung dengan khidmat. Semua fokus mendengarkan ceramah dari Ustad Ahmad dalam keheningan.


Waktu berlalu begitu cepat. Hari semakin malam menandakan acara akan segera selesai. Setelah menyelesaikan makan malam bersama, semua tamu undangan pamit undur diri dari kediaman Milik Reza.


Satu persatu tamu pulang ke rumah masing-masing, menyisakan anggota keluarga inti saja. Viona duduk di ruang keluarga, hari ini ia merasa lelah sekali karena acara tujuh bulanan yang baru saja selesai di laksanakan.


Viona merebahkan diri nya di atas sofa karena punggung nya terasa nyeri dan perutnya terasa kencang. Ia menggigit bibirnya karena menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya. Viona mengedarkan pandangan nya untuk mencari mama nya namun Bu Yuni dan Bu Salma terlihat sibuk di dapur bersama Mbak Sri dan Bu Mina. Viona sekilas melihat Reza sedang ngobrol bersama kedua kakaknya di ruang tamu.


"Mas... Mas Reza!!" Teriak Viona dari ruang keluarga.


"Mas!!! Mas!!!" Teriak Viona sekali lagi.


Karena mendengar Viona yang berteriak dari dalam, Reza segera berdiri dan menghampiri Viona yang sedang berada di ruang keluarga sendirian. Ia melihat Viona terbaring di atas sofa dengan mata yang terpejam.


"Ada apa Yang?" tanya Reza sambil mendudukkan tubuhnya di samping Viona.


"Punggung ku sakit mas, perutku juga rasanya kenceng banget!!" ucap Viona tanpa membuka matanya. Raut wajah Reza seketika menjadi panik. Ia berdiri dan mengambil air putih yang ada di meja makan.


"Minum dulu sayang!! Kamu pasti lelah hari ini..." ucap Reza sambil memberikan segelas air putih kepada Viona.


Viona bangun dan mendudukkan tubuhnya lalu ia segera menghabiskan segelas air putih pemberian suaminya. Setelah meletakkan gelas kosong di atas meja, ia kembali merebahkan tubuhnya seperti tadi.


"Mas sepertinya kaki ku bengkak tuh!!" Ucap Viona sambil menatap Reza yang sedang mengusap perut buncitnya. Pandangan Reza beralih ke kaki Viona dan benar saja kedua kaki Viona terlihat membesar.


"Kenapa bisa seperti ini Yang?" Reza menatap Viona dengan penuh tanda tanya untuk mencari jawaban atas rasa penasaran nya.


"Aku juga enggak tahu mas, baru kali ini juga bengkak gitu!!" jawab Viona mata yang tiba-tiba terpejam. Ia meremas tangan Reza dengan kuat ketika tiba-tiba perutnya terasa kencang di sertai gerakan yang kuat dari janinnya.


"Kenapa Sayang?? Mana lagi yang sakit??" Reza terlihat bingung melihat ekspresi wajah Viona yang menahan rasa sakit.


"Dia geraknya kenceng banget mas!!" jawab Viona tanpa menatap Suaminya. Tanpa bertanya lagi Reza memundurkan tubuhnya nya, Ia duduk tepat di samping perut Viona lalu di usapnya dengan lembut perut Viona yang kencang itu.


"Hmmm anaknya papi di dalam ngapain sih?? geraknya jangan kenceng-kenceng ya nak, kasian mami tuh kesakitan!!" ucap Reza dengan lirih di depan perut Viona. Ia seakan bisa berbicara dengan janin yang berusia tujuh bulan itu.


Reza menyuruh Viona untuk memiringkan tubuhnya. Ia menggosok punggung Viona yang sakit tadi. Dengan penuh kasih sayang Reza menggosok punggung Viona sekaligus mengusap usap perut buncit istrinya itu.


Bu Salma dan Bu Yuni keluar dari dapur karena sudah selesai membantu kedua asisten rumah tangga Viona untuk membereskan makanan yang masih ada. Kedua Ibu ini langsung menghampiri Viona dan Reza yang ada di ruang keluarga.


"Kenapa Za istri kamu?" Tanya Bu Salma yang mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di hadapan Reza.


"Punggung dan perut Viona terasa sakit ma, kaki nya bengkak juga." Jawab Reza tanpa melihat mama nya.


"Bengkak?" Bu Yuni tertegun dan langsung melihat kaki putrinya yang membesar itu.


"Wah...wah...wah... Ada tuan putri lagi manja nih!!" Tiba-tiba terdengar suara Riki dari arah ruang tamu.


"Hmmm sepertinya tuan putri ingin di manja-manja sama suaminya nih!!" sahut Dika yang berada di samping Riki.


"Riki, Dika!! Diam kalian!!" Bu Yuni menatap tajam kedua putra nya yang akan menggoda Viona.


"Biarin aja ma, Kak Riki belum tahu rasanya jadi calon ayah emang!! lihat saja kalau nanti istri nya hamil dan nyidam yang aneh-aneh!! akan aku ketawain!!" Ucap Viona sambil mengubah posisi tidurnya. Saat ini ia terlentang karena merasa tidak nyaman dengan posisi miring.


"Syukurin loe kak!!" Bisik Dika di telinga kakaknya.


"Kita kabur aja dari sini Dik daripada Viona mengeluarkan kata-kata mutiara nya." Ucap Riki di telinga Dika yang sedang terkekeh karena mendengar ucapannya. Tanpa berbicara lagi mereka berdua kembali ke depan untuk bergabung dengan Pak Danu dan Pak Surya yang sedang berada di teras rumah Reza sebelum Viona mengeluarkan kata mutiara nya.


"Jangan khawatir nak, kaki bengkak biasa terjadi pada ibu hamil. kamu hari ini terlalu banyak aktivitas jadi kakimu bengkak seperti itu." Ucap Bu Salma yang mencoba menenangkan Viona agar tidak berfikir yang tidak-tidak.


Bu Yuni berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Viona sedangkan Bu Salma berjalan ke depan untuk membawakan makanan untuk ke empat pria yang sedang ngobrol di teras depan.


"Mas, dia nendang-nendang terus!!" ucap Viona dengan wajah berbinar karena janinnya yang semakin hari semakin aktif saja. Ia mengarahkan tangan Reza di bagian perut yang di tendang dari dalam oleh calon putrinya itu.


Reza tersenyum dengan raut wajah yang terlihat bahagia karena bisa merasakan tendangan berkali-kali dari calon putrinya.


"hmmm seperti nya anak papi mau jadi pemain bola nih!!" Ucap Reza di depan perut Viona. Lagi-lagi ia mengajak bicara perut buncit Viona.


"Kamu pengen di jenguk papi ya nak?? Kangen ya sama papi??" tanya Reza sambil terus menatap perut Viona yang terlihat berkedut itu.


"Ish!!! kamu itu mas!! kenapa bilang seperti itu sih??" Viona menyebikkan kan bibirnya karena tiba-tiba kesal mendengar ucapan suaminya. Reza tergelak karena melihat wajah kesal Viona.


"Nak, cepatlah tumbuh dengan sehat dan baik ya... Papi sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu." Bisik Reza di sele-sela usapan nya di perut Viona.


"Iya papi... I love you papi..." Ucap Viona dengan suara yang di buat seperti anak kecil.


_


_


_


Maaf ya baru bisa updateπŸ™πŸ™πŸ™


_


_


_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯