Wheel Of Love

Wheel Of Love
Mirna lagi...



Waktu begitu cepat berlalu, Hari semakin malam. Reza masih saja serius membantu Viona mengerjakan tugas skripsi nya. Tanpa di sadari nya, Ternyata Viona sudah terlelap disampingnya sambil duduk bersandar di kursi. Entah sejak kapan Viona tertidur pulas seperti saat ini.


"Vi ini sudah hampir selesai, kamu mau kayak gimana penutup nya?" tanya Reza tanpa melihat Viona.


"Vi..."


"Viona..." Reza menoleh ke sampingnya dengan mata yang melotot, menatap heran gadis yang sedang tertidur pulas di sampingnya.


"Bisa-bisa nya ya tidur dengan tangan yang masih memegang makanan. Astaga... kok gak ada jaim jaim nya ya dia??" Reza meletakkan laptop yang sedari tadi ada di pangkuannya, beralih mengambil tissu yang ada di meja, dengan pelan Reza membersihkan sisa-sisa minyak yang ada di tangan Viona, mengusap lembut bibir yang habis terkena makanan itu. Lalu di tatapnya wajah polos yang akhir-akhir ini menarik perhatiannya.


"Benar apa kata Juna, gue gk boleh ngebiarin wanita sebaik Viona pergi dari hidup gue, gue udah bodoh pernah mengatakan kata-kata yang menyakitkan hatinya. Viona aku akan menebus semua kesalahan ku dengan menyerahkan semua yang ku punya hanya untukmu." gumam Reza dalam hati dengan mengusap lembut pipi Viona.


Reza mendekatkan diri dengan Viona, ingin sekali ia mengecup bibir sang istri yang terlihat menggoda itu, tanpa berpikir panjang Reza mulai mengungkung tubuh Viona, kemudian ia mendekatkan bibirnya dengan bibir Viona hingga hembusan nafas Viona terasa di pipinya.


Tanpa di duga Viona membuka matanya pelan, dan betapa terkejutnya dia melihat wajah sang suami sangat dekat dengan wajahnya.


"Mas..mas Reza mau apa?" Viona mendorong dada bidang Reza agak menjauh.


"Aku...aku hanya ingin memandang mu dari dekat Vi." jawab Reza dengan terbata. Mendengar jawaban Reza yang sedikit ambigu membuat Viona mengenyritkan kening nya.


"Mas Reza pasti mau mesum kan?" tebak Viona.


"gak boleh ya mesum sama istri sendiri?" Reza melepaskan kungkungannya dan duduk kembali di samping Viona.


"Kan tadi sudah di bilangin, aku mau akad nikah ulang, lagian kan sisa lumut perempuan itu pasti masih ada di Wortel Mas Reza." cerocos Viona


"Iya deh iya, tapi Vi menurut kamu kita harus bagaimana mengatakannya ke papa Surya, aku tidak mau orangtua kamu tahu keadaan kita sebelum ini." Reza menatap lurus ke depan.


Viona terlihat sedang memikirkan jawaban dari pertanyaan Reza. "Mas kita kan belum mengadakan Resepsi pernikahan kan?kita bisa melakukan akad nikah lagi bebarengan sama resepsi pernikahan."


Reza terlihat memikirkan ide Viona "emm boleh juga Vi ide kamu,nanti kita akan ke rumah papa ya untuk membicarakan resepsi pernikahan kita."


"iya mas, aku juga udah lama gk kerumah papa." jawab Viona.


Setelah membicarakan perihal resepsi Viona dan Reza menuju kamar masing-masing untuk beristirahat karena hari semakin larut.


****


Ke esok hari nya Di kantor.


Reza tengah sibuk dengan beberapa dokumen yang menumpuk di meja nya, dengan serius Reza membaca dan menandatangani beberapa berkas penting yang sedang di pelajari nya.


Tok..tok..tok..


"permisi pak..." ucap Adit setelah membuka pintu ruangan Reza. Kemudian ia melangkah mendekati Reza.


"ada keperluan apa dia kemari?" tanya Reza.


"Saya kurang tahu pak, di bawah bu Mirna ngamuk-ngamuk pak ke resepsionis karena di larang ketemu sama bapak kalau tidak ada janji." jelas Adit


"Saya akan turun ke bawah, bawa dia ke ruang tunggu." perintah Reza.


"Baik pak." Adit kemudian pergi dari ruangan Reza dan menuju ke lantai paling bawah untuk melaksanakan perintah Reza.


"untuk apa lagi dia mencariku." ucap Reza sambil melepaskan kacamata baca nya. Dengan langkah cepat Reza turun menemui Mirna yang sudah menunggu di ruangan yang telah di siapkan Adit.


Dengan kesal Reza membuka pintu ruangan itu, Ia segera masuk dan menutup kembali pintu ruangan.


"Untuk apalagi kamu menemuiku?" tanya Reza tanpa basa basi.


"Aku kesini ingin meminta maaf padamu atas semua kesalahanku tempo hari." Ucap Mirna dengan nada yang lembut.


"Tidak ada yang perlu di bahas lagi Mirna!!kita sudah selesai!!lebih baik kamu pergi dari sini!" Reza terlihat kesal dengan akting Mirna.


Mirna kemudian berdiri mendekati Reza, lalu tanpa malu Mirna memeluk pinggang Reza dari belakang.


"Aku kangen sama kamu, aku gak bisa hidup tanpa kamu Reza.." ucapnya dengan suara sensual nya.


Mendengar itu membuat Reza muak sekali dengan kelakuan Mirna, dengan kasar Reza melepaskan tangan yang melingkar di pinggang nya.


"Kalau begitu kenapa sekarang kamu masih hidup?mestinya kamu sudah terkubur sejak waktu itu, bukannya beberapa hari ini kamu hidup tanpa aku?" Sarkas Reza.


Mirna yang mendengar jawaban Reza sudah tidak bisa melawan lagi, niat hati ingin kembali menarik Reza ke dalam pelukannya, tapi melihat wajah Reza yang sudah penuh dengan amarah membuatnya bergidik ngeri.


"Tolong za, maafin aku, aku benar-benar menyesal sudah melakukan semua itu." Ucap Mirna sambil menggenggam tangan Reza.


"Pergilah, jangan pernah menampakkan diri di depanku lagi, aku muak lihat perempuan seperti mu." ucap Reza.


"Siapa wanita yang sudah menggantikan posisiku sehingga kamu bisa begitu saja melupakan hubungan kita secepat ini za?" tanya Mirna penasaran.


"itu bukan urusanmu!!" Reza langsung pergi meninggalkan ruangan dimana Mirna berada. Ia pergi kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.


Mirna masih berdiri mematung menatap punggung Reza yang sudah hilang dari pandangannya.


"Lihat saja, aku akan mencari tahu siapa wanita yang sudah masuk di hatimu. Aku tidak Rela wanita lain memilikimu Reza Atdmaja!!" Gumam Mirna sambil meraih tas yang ada di tempat duduk nya.


wah wah si Mirna gak tahu malu ya makkk???


😂😂😂