Wheel Of Love

Wheel Of Love
Extra part 3. Bermain bersama kelinci



Warning!!!


Hati-hati membaca episode kali ini, karena bisa membuat tubuh menjadi panas dingin!! Yang belum punya pasangan harap menanggung sendiri efek yang akan di timbulkan setelah membacaπŸ˜‚


****


Duduk santai sambil bersenda gurau bersama anak dan istri adalah momen yang paling membahagiakan bagi sebagian seorang pria yang sudah menjadi Ayah. Hal itu pun terjadi pada diri Reza yang sudah merasakan itu sejak kelahiran putri pertamanya Shailine Zia.


Setelah menikmati makan malam nya tadi, Reza duduk bersantai di ruang keluarga milik ya bersama Viona yang sedang memangku Sellin. Ia menatap Viona yang sedang asyik bergurau bersama Sellin yang terus saja tertawa dan berceloteh sendiri dengan kata-kata yang tidak bisa di mengerti oleh orang dewasa.


Setelah merasa lelah, Sellin mulai rewel dalam pangkuan Viona. Ia mengeliatkan tubuhnya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan mungilnya. Viona segera membuka kancing kemeja nya untuk memberikan Asi kepada Sellin yang sudah terlihat mengantuk.


"Cup... cup... cup...." Ucap Viona sambil mengarahkan puncak dada nya ke bibir Sellin yang sudah tidak sabar ingin menikmati Asi dari sumber nya langsung.


Viona mengayunkan tubuh Sellin yang sudah berada dalam gendongan nya. Dengan penuh kasih sayang Ia mengusap rambut Sellin agar ia segera terlelap dalam tidurnya karena seharusnya Sellin sudah tidur di jam seperti saat ini.


"Aku ke kamar duluan ya mas, mau nidurin Sellin." Ucap Viona sambil menatap Reza yang sedang membuka ponsel nya.


"Iya Sayang, sebentar lagi aku nyusul." jawab Reza yang masih menatap layar ponselnya.


Viona melangkahkan kaki nya menaiki tangga untuk segera sampai di kamar nya. Karena takut putri nya terbangun Viona mulai membaringkan Sellin di dalam box bayi dengan perlahan. Ia sementara menidurkan Sellin di dalam box bayi karena ia takut Sellin akan terbangun ketika merasakan gempa lokal yang akan terjadi di atas ranjang nya.


Setelah memastikan Sellin tidur dengan nyenyak dan nyaman Viona memasuki walk in closet nya untuk mengganti baju santai nya dengan lingeri berwarna hitam yang sangat menggoda. Ia memutar tubuh nya di depan kaca panjang yang ada di samping almari.


"Sempurna!!" Gumam Viona sambil memandang tubuhnya yang ada dalam pantulan cermin.


"Tinggal make up nya aja nih..." Ucap nya lagi.


Viona duduk di depan meja riasnya sambil memoles wajahnya dengan make-up tipis agar terlihat lebih cantik dan tak lupa ia memakai lotion dan parfum di tubuhnya.


Setelah semua persiapan selesai, Viona duduk bersandar di ranjang sambil membuka ponsel nya dan seperti biasa ia membuka akun sosial media miliknya.


Beberapa menit kemudian Reza masuk ke kamarnya, Senyum manis terbit dari bibirnya ketika melihat Viona yang sudah siap untuk berperang di atas ranjang. Tanpa banyak bicara Reza masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum memulai untuk bermain bersama kelinci istri nya.


Setelah selesai melakukan kegiatan di kamar mandi Reza langsung menghampiri Viona yang sudah meletakkan ponsel nya di atas nakas, Viona memandang Reza dengan senyum yang menggoda di wajahnya.


"Sayang, kamu cantik malam ini..." Ucap Reza sambil menyelipkan beberapa helai rambut Viona ke balik telinga nya. Ia memandang Viona dengan gairah yang sudah berkumpul di pusat tubuhnya.


"Masak Sih Mas??" terdengar suara Viona yang manja di telinga Reza.


Beberapa detik kemudian Reza mendekatkan bibirnya dengan bibir Viona, di kec*p nya bibir sang istri berkali-kali dan berubalah menjadi ******an saling menuntut dari kedua nya. Mereka berdua saling menyes*p satu sama lain karena sudah terbawa gair*h yang sudah muncul begitu besar.


Reza membaringkan tubuh Viona agar bisa di tind*h nya. Sambil terus bercium*n tangan Reza sudah berkelana mencari puncak bukit yang sudah keras menantang yang ada di balik lingeri untuk di main kan. Reza hanya bermain-main di sana dengan tangan nya, ia tidak berani melakukan dengan lidah nya karena saat ini puncak bukit Viona sudah di kuasai oleh Sellin seorang diri.


Viona menggelinjangkan tubuhnya karena menahan rasa geli yang di ciptakan oleh suaminya saat ini, ia memejamkan mata nya untuk menikmati kec*pan-kec*pan lembut yang saat ini menyerang leher putihnya itu.


"Emmbbb Mas Reza!!" Rintih Viona yang sedang menahan rasa nikmat di sekujur tubuh nya.


"Aaaahhhh mas Reza!!!! lebih cepat Mas!!!" ucap Viona seraya mencengkram rambut Reza karena gelombang tsunami segera datang menghantam tubuhnya.


"MAS REZA!!!" Viona meneriaki nama suami nya ketika berhasil mendapat puncak kenikmat*n pertama yang di lakukan oleh suami nya.


"Are you Ready Sayang??" tanya Reza sambil membuka lingeri Viona dan juga pakaian nya. Kedua nya sudah benar-benar polos sebelum mengatur posisi pertama yang akan di lakukan nya.


"Yes Honey!!!" Ucap Viona seraya mengerlingkan satu mata nya.


Reza semakin tidak sabar untuk mengarahkan Wortel nya ke dalam mulut kelinci yang sudah siap untuk memakan wortel jumbo milik nya.


"Oooouuuhhh!!!" Des*h Viona ketika wortel Suaminya berhasil masuk dengan sempurna. Perlahan Reza menggerakkan tubuh nya dengan pelan namun semakin lama ia semakin mempercepat gerakannya.


"Stop Mas!!" Ucap Viona di sela-sela desahan nya. Reza langsung berhenti dan segera mengganti posisi bermain nya. Mereka berdua berganti posisi dengan Viona yang ada di atas untuk mengendalikan permainan yang semakin panas ini.


Pelan tapi pasti Viona mulai menaik turunkan tubuhnya di atas tubuh Suami nya. Ia menari-nari sambil menikmati rasa nikm*t yang tengah melanda dirinya dan Suami nya. Permainan terus berlanjut dengan satu gaya lagi dari belakang yang sangat di sukai oleh kedua nya.


Beberapa puluh menit kemudian Reza merasakan glenyer-gleyer aneh di tubuhnya, ia segera kembali ke posisi awal untuk segera mencapai puncak kenikmat*an bersama Viona.


"Mas Reza aku mau sampai mas!!" Ucap Viona dengan mata terpejam karena menahan gelombang cinta yang akan menghantamnya.


"Kita keluarkan bersama ya Sayang..." Ucap Reza dengan nafas yang terengah. Tanpa menunggu lebih lama lagi Reza segera mempercepat gerakan nya karena merasakan kelinci Viona yang semakin berkedut dan mencengkram wortel miliknya. Dan benar saja Gelombang tsunami datang menghantam melanda tubuh suami istri yang sedang menegang saat ini.


"MAS REZAAAAAAA!!!"


"VIONA!!!!!" terdengar teriakan Mereka berdua yang meneriaki nama satu sama lain ketika gelombang tsunami menghantam kedua nya.


"Terima kasih Sayang!!" Ucap Reza dengan suara yang lirih di atas tubuh Viona.


"Sama-sama Mas!!" Ucap Viona sambil membelai wajah suaminya yang di penuhi keringat hasil dari kegiatan nya malam ini.


_


_


_


Maafkan jika pagi ini membuat kalian menjadi kangen suami yang sudah berangkat bekerjaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Othor tidak bertanggung jawab jika ada yang ingin melakukan seperti Mas Eja dan Mbak Piona ya....


_


_


_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯