Wheel Of Love

Wheel Of Love
Ngambek...



Sinar mentari telah menampakkan kilaunya, menyinari bumi beserta isi nya. Sinarnya mulai memasuki kamar gadis cantik yang tengah bermalas-malasan di atas ranjangnya.


Dengan langkah gontai Viona berjalan masuk ke kamar mandi, melakukan aktivitas sebelum berangkat kuliah.Viona hanya membutuhkan 20 menit untuk membersihkan dirinya, saat ini dia sedang duduk di depan meja riasnya, menatap diri nya di pantulan cermin, Viona bingung bagaimana cara menghilangkan mata sembabnya itu, mata yang di gunakan untuk menangis semalaman.


Segala cara di lakukan nya, tapi hasilnya tetap saja mata sembabnya kelihatan. Akhirnya Viona selesai bersiap- siap, kemudian dia segera turun untuk sarapan.


Di meja makan semua anggota keluarga sudah berkumpul, mereka semua menikmati sarapannya dengan suasana yang hening, hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bersahutan.


Semua menyadari bahwa Viona saat ini sedang ngambek, Viona benar-benar tidak mengeluarkan suaranya, padahal biasanya Viona lah yang meramaikan suasana di meja makan.


Kedua kakaknya pun tak berani untuk menggoda adiknya itu, mereka sudah hafal dengan kelakuan adiknya saat marah.


***


Viona melangkahkan kaki nya menuju kelas. Kedua sahabatnya heran menatap Viona yang terlihat kusut sekali. Saat ini Mela dan Reva tidak berani untuk bertanya apapun kepada Viona, hingga jam istirahat Viona masih terdiam.


"Vi... loe mau ke kantin bareng kita apa nggak?" tanya Mela sambil menepuk lengan Viona.


"Gue pengen ke taman depan aja mel..." jawab Viona.


"Ya udah loe ke taman aja dulu, nanti kita nyusul kesana ya." ucap Reva.


"entar gue bawain loe makanan deh." lanjut Reva yang hanya di jawab anggukan oleh Viona.


Viona duduk menghadap pintu gerbang kampus, dia duduk di bawah pohon yang rindang dengan suasana yang lumayan sepi. Matanya menatap lurus ke depan, tatapannya kosong, terlihat tidak ada harapan di sana.


Viona menoleh ke samping begitu pundak nya Di tepuk oleh Mela. Ketiga gadis kampus itu akhirnya duduk santai sambil menikmati makanan ringannya.


"Elo kenapa sih Vi sebenarnya?". tanya Reva tiba-tiba.


"iya nih, dari tadi loe diem aja, ada masalah apa sih vi?cerita dong sama kita, jangan dipendam sendiri!" seru Mela.


"Gue bulan depan tunangan sekaligus akad nikah." jawab Viona dengan mata yang berkaca kaca.


"Iya, gue serius... kepala gue rasanya ingin meledak memikirkan ini semua, gimana bisa gue nikah tanpa cinta secepat ini." jelas Viona.


"Gue kira gue bakalan nikah nanti setelah wisuda, setelah gue kenal mas Reza lebih lama lagi." lanjut Viona.


"ehh... coba deh kalian liat mobil yang ada di sebrang jalan itu, kayaknya gue gk asing deh dengan mobil itu." tiba-tiba Mela memotong penjelasan Viona dan menunjuk mobil yang berhenti di depan kampus nya.


Viona langsung menatap ke arah jari telunjuk Mela, seketika itu Viona langsung berdiri dan berlari menghampiri mobil itu, yaa itu ternyata mobil Husein. Tapi saat Viona hampir sampai ke mobil Husein, tiba-tiba mobil itu segera berjalan meninggalkan kampusnya. Viona terus berlari mengejar Husein.


"kak Husein tunggu...."


"kak...kak...kak husein!!!"


"kak husein tunggu viona kak.. kak!!!"


huhh..huhh..huhh..huhh." Viona terus berlari dengan nafas yang tersengal. Dia terus mengejar mobil Husein yang semakin cepat berjalan meninggalkan kampus. Vio terus berlari dan berlari hingga dirinya terjatuh di atas aspal jalan raya.


"kak Husein...tunggu Vio kak...hiks hiks hiks" teriak Viona sambil terisak.


Mela dan Reva yang sedari tadi ikut mengejar Viona pun kaget melihat sahabatnya duduk bersimpuh di pinggir jalan raya, mereka segera menghampiri Viona dan membantunya untuk berdiri. Mereka membawa Viona kembali ke kampus tapi tidak ke kelas nya melainkan ke parkiran mobil.


"Gue pengen pulang aja, nanti kalau dosen nyariin gue, tolong carikan alasan yang tepat ya Mell,Re..." ucap Viona.


"loe hati-hati ya vi...jangan ngebut ya bawa mobilnya" ucap Reva khawatir,vkarena dia tau kebiasaan Viona di kala kacau seperti ini,


pasti di lampiaskan dengan kebut kebutan di jalan.


"loe tenang aja, loe lupa kalau kakak gue pembalap?" jawab Viona dengan mengangkat bibirnya sebelah. Setalah itu Viona langsung melajukan mobilnya meninggalkan kampusnya.


"semoga dia baik baik saja". ucap Reva yang di jawab anggukan oleh Mela.


hay kak jangan lupa vote,like dan komennya yaaa😘