Wheel Of Love

Wheel Of Love
Pernikahan Mela dan Gilang



Sudah satu jam lebih Reza duduk di sofa yang ada di kamar nya untuk menunggu Viona yang sejak tadi mengeluarkan isi almari nya. Hari ini mereka akan hadir dalam akad nikah sekaligus resepsi pernikahan Mela dan Gilang.


"Mas ini gimana?? kelihatan gendut gak?" Tanya Viona setelah memakai gaun panjang berwarna hitam.


"Cantik sayang!! udah pakai yang itu saja ya..." Ucap Reza yang sudah lelah melihat Viona yang tak kunjung selesai memilih gaun nya.


"Serius nih mas??" Viona meyakinkan jawaban Reza sambil berdiri di depan cermin almari nya.


"Iya Sayang!! Udah itu aja lagian kan dress code nya warna hitam Yang!!" Ucap Reza untuk meyakinkan Viona agar tidak mengganti bajunya.


Dan benar saja kali ini Viona mengikuti saran suaminya untuk memakai gaun terakhir yang di pakainya saat ini. Viona segera duduk di meja rias untuk memoles wajahnya dengan sentuhan make up. Tiga puluh menit kemudian Viona sudah siap untuk berangkat ke acara Mela dan Gilang dengan wajah yang cantik dan gaun yang serasi dengan suaminya.


Jalanan ibu kota di penuhi oleh kendaraan roda empat, kemacetan panjang terjadi di jalan menuju Hotel tempat acara Mela dan Gilang berlangsung. Reza sejak tadi mengumpat karena ia tidak bisa maju ataupun putar balik.


"Oh Shit!!! Kenapa macet sekali hari ini!!" Umpat Reza dengan wajah kesalnya.


"Sabar Mas..." Ucap Viona untuk menenangkan Reza dengan mengusap lembut lengannya.


"Kita pasti terlambat sayang, Akad nikahnya sebentar lagi akan di mulai." Reza melirik arloji yang ada di tangannya.


Viona diam dan ikut melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia baru menyadari kalau akad nikah Mela akan di laksanakan dua puluh menit lagi.


"Terus gimana Mas?" tanya Viona.


"Ya mungkin kita tidak bisa hadir waktu mereka akad nikah." Jawab Reza tanpa menatap Viona.


"Ini pasti salahku ya mas!! gara-gara aku kan kita terlambat." ucap Viona tiba-tiba dengan suara sendu nya.


Reza terkesiap mendengar ucapan Viona dengan suara yang akan menangis. Sejenak ia menatap Viona yang siap mengeluarkan air matanya.


"Loh kenapa menangis Yang??" tanya Reza ketika melihat air mata Viona lolos dari pelupuk matanya.


"Ya tuhan sensitif nya mulai lagi..." gumam Reza dalam hati ketika melihat Viona terus menghapus air matanya yang turun.


"Mas Reza nyalahin aku kan!! karena aku tadi lama siap-siapnya!!" ucap Viona dengan wajah yang tertunduk.


Reza tertegun karena ucapan Viona yang lucu itu. Bagaimana bisa ia menerka sesuatu yang sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ada di fikiran nya.


"Sayang, udah dong jangan menangis!! Mas Tidak pernah menyalahkan kamu." ucap Reza dengan suara lembutnya.


"Udah ya jangan nangis lagi, nanti make up nya jadi berantakan loh." Reza mencoba menenangkan Viona yang masih diam sambil menyeka air matanya.


"Apa ini bawaan bayi ya, gak biasanya Viona cengeng seperti ini..." Gumam Reza dalam hatinya.


"Mas minta maaf ya kalau Mas udah nyakitin perasaan kamu." Ucap Reza sambil meraih tangan Viona.


"hhmmm minta maaf lebih baik dari pada urusannya gak kelar-kelar." Gumam Reza dalam hatinya sambil terus menatap Viona yang masih tertunduk.


Viona hanya diam tanpa menjawab Reza yang sejak tadi bicara padanya. Viona juga bingung kenapa ia tiba-tiba menangis karena hal sepele. Tiba-tiba saja ia merasa sedih dan menganggap dirinya lah yang menjadi penyebab keterlambatan untuk menghadiri pernikahan Mela.


Tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka namun meski begitu Reza tidak melepaskan tangannya dari tangan Viona. Ia terus fokus menatap jalanan yang masih saja di penuhi kendaraan roda empat.


Keheningan terjadi di dalam mobil yang di kendarai oleh Reza. Viona masih terdiam sambil menatap kendaraan yang berjajar di depan nya. Ia bingung harus bagaimana memulai obrolan dari mana dengan suaminya.


"Iya sayang?!" Ucap Reza sambil mengalihkan pandangan nya untuk menatap Viona.


"Maafin sikapku tadi ya Mas, aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba menangis." Ucap Viona sambil menatap Reza yang sedang fokus menatap jalanan di depannya.


"Iya sayang. Sekarang jangan sedih lagi ya karena kita sebentar lagi sampai di tempat Mela." ucap Reza dengan hati-hati karena ia takut membuat Viona kembali ke mode sensitif nya. Viona hanya menganggukkan kepala nya untuk menjawab ucapan suaminya. Ia membuka tas nya dan mengeluarkan bedak dan kaca untuk membenarkan make up nya yang sedikit berantakan.


"Kenapa dia jadi menggemaskan seperti ini sih!! baru saja menangis sekarang sudah kembali ke mode awal. Dasar pipi bakpao!!" Reza bergumam dalam hatinya sambil melirik Viona yang memakai lipstik di bibirnya.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat parkir hotel tempat berlangsungnya pernikahan Gilang dan Mela. Reza segera turun dan berjalan memutar untuk membukakan pintu Viona.


Viona melilitkan tangan nya di lengan Suaminya, Mereka berdua berjalan memasuki Ballroom hotel tempat berlangsungnya Akad nikah. Terdengar suara SAH dari tamu yang ikut hadir dalam akad nikah mereka. Viona dan Reza segera duduk di kursi barisan belakang sendiri untuk mengikuti Doa yang di bacakan oleh penghulu.


"Sepertinya kita belum terlalu terlambat mas..." Bisik Viona di telinga Reza.


"Iya sayang, aku kira akad nikah nya sudah selesai sejak tadi." jawab Reza dengan suara yang lirih.


Semua diam mendengarkan doa yang di bacakan oleh pak penghulu. Mereka semua mengikuti doa dengan suasana yang tenang dan khidmat.


Setelah semua rangkaian acara selesai, Mela dan Gilang masuk ke kamar nya untuk mengganti gaun yang di pakai untuk Resepsi yang sebentar lagi akan di langsungkan.


"Viona..." Teriak Reva yang baru saja datang dari pintu masuk bersama Juna.


"Kamu baru datang Re??" tanya Viona ketika Reva sudah duduk di sebelahnya.


"Iya Vi. Gila di jalan macet banget tadi!!" Ucap Reva sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Lu juga kena macet Za?" tanya Juna kepada Reza.


"Iya, Macet nya panjang banget lagi!!" jawab Reza yang sedang bersekedap.


"Farhan mana?" tanya Juna sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan untuk mencari satu temannya yang belum kelihatan batang hidungnya.


"Sepertinya dia masih terjebak macet!! apalagi dia harus menjemput pacar pramugari nya pasti dia harus muter-muter di jalan." Reza menerka apa yang sedang di alami Farhan saat ini.


Akhirnya mereka duduk bersama untuk menunggu acara yang sebentar lagi akan di mulai. Viona dan Reva membicarakan masalah kehamilan mereka berdua sedangkan Reza dan Juna membahas masalah pekerjaan masing-masing. Obrolan berlanjut sampai farhan dan kekasihnya datang bergabung dengan mereka dan tiba-tiba terdengar suara wanita paru baya yang memanggil nama Viona.


"Nak Vio..." Ya suara itu milik Bunda Wina yang ikut menghadiri acara pernikahan Gilang sang keponakan.


_


_


_


Happy reading ya gaaiizz😁


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥