Wheel Of Love

Wheel Of Love
Gelombang Tsunami



"Mas...mas Reza...!!" rancau Viona dengan mata yang terpejam karena menahan hasrat yang membara.


"Sayang...Aku sudah gak tahan lagi." bisik Reza dengan pelan di telinga Viona.


Reza melepas kancing jamsuit yang di pakai Viona, terpampang nyata bukit yang masih terbungkus penutup berwarna hitam. Masih dengan bibir yang saling Mel*mat Reza berhasil membuat separuh tubuh Viona terekspos dengan jelas.


"Sayang...kita semi ya, aku sudah tidak tahan lagi!!" tatapan penuh gairah terpancar dari mata Reza.


Viona tidak bisa lagi menolak permintaan Reza, ia juga kasihan melihat suaminya yang menahan hasratnya selama ini. Viona hanya pasrah ketika Reza berhasil membuka pengait bra nya. ia Sangat menikmati apa yang sedang di lakukan Reza saat ini.


"Lakukan apapun yang mas Reza inginkan, tapi ingat kelincinya masih berdarah jadi tidak bisa makan Wortel." Viona mengingatkan Reza yang sedang asyik memainkan puncak bukit Viona dengan lidahnya.


Reza tidak menjawab apa yang di ucapkan oleh Viona, ia sedang asyik bermain di bukit teletubis milik Viona yang bentuknya sangat indah ini.


Viona menengadahkan kepalanya menikmati gelombang tsunami yang tengah menghantam tubuhnya. ia semakin menekan kepala suami nya tak kala gelombang itu semakin datang dengan bertubi-tubi.


"Ahh mas Reza!!" Viona mencengkram rambut suaminya dengan kuat.


Melihat Viona yang sedang di landa gelombang kenikmatan membuat Reza tersenyum ketika melihat ekspresi Viona.


"Sayang...ini belum apa-apa!!kamu begitu menikmatinya. Lihat saja kalau kelinci mu sudah sembuh pasti akan aku buat kamu terkena gelombang tsunami berkali-kali sampai kamu minta ampun." Ucap Reza yang sedang berada di hadapan Viona.


"Sssttt...Diam mas!!" Viona memejamkan matanya sambil menikmati sisa-sisa dari gelombang yang menghantamnya.


Reza melepaskan celana pendek nya beserta penutup segitiga nya. Wortel nya sudah menegang dengan sempurna, menunggu untuk di tuntaskan.


"Sayang lihatlah ini, dia menunggumu untuk menidurkannya lagi." Reza berdiri di hadapan Viona.


Viona membuka matanya, sejenak ia ternganga ketik melihat wortel Reza dengan ukuran yang sempurna tengah berdiri kokoh di hadapannya.


"Mas..kenapa bisa sebesar ini?apa ini akan muat jika di makan kelinciku?" tanya Viona dengan polosnya.


"cukup sayang!!sekarang tuntaskan dia dulu ya!!" Reza meraih tangan Viona dan di arahkan ke wortel nya. Viona sempat bingung apa yang harus di lakukannya, ia teringat adegan film blue yang pernah di lihatnya dulu. Tanpa menunggu lebih lama lagi Viona mengusap wortel suaminya dengan gerakan yang pelan dan lembut.


Reza mengeram ketika tangan Viona mulai memaju mundurkan wortel nya. Sungguh Reza saat ini tengah menikmati permainan istrinya itu.


Cukup lama Viona memainkan wortel sang suami hingga tangannya terasa kebas. Ia berpikir apa yang harus di lakukan nya agar semua ini cepat selesai. Ide gila muncul di kepalanya. Viona mendorong Reza ke tempat tidur.


Reza membaringkan tubuhnya, sejenak ia berfikir apa yang akan di lakukan Viona. Matanya langsung membeliak tak kala Viona melahap wortelnya dengan mulutnya, Langsung saja ia seperti terbang melayang di awang-awang.


Viona menghisap, menjilat dan memainkan wortel yang ada di dalam mulutnya, sesaat rasanya ia ingin muntah karena mulutnya terisi penuh oleh wortel suaminya itu namun Viona menahannya.


Viona merasa kesal karena Reza belum juga menuntaskan hasratnya. Viona semakin mempercepat gerakan mulutnya. Hal itu membuat Reza semakin menggelinjang dan mengeram.


"Ahhh Sayang!!!!lebih cepat lagi!!" Teriak Reza.


Dan benar saja Viona semakin mempercepat apa yang sedang di lakukannya. Tubuh Reza menegang tanda ia akan meledakan cairan cintanya di mulut Viona.


"Huek...huek...huek..." suara Viona di kamar mandi. Mendengar suara sang istri yang sedang muntah di kamar mandi Reza bangkit dari ranjangnya.


"Kenapa sayang?perutmu sakit?" tanya Reza di belakang Viona yang sedang menundukkan kepalanya di westafel.


Viona berkali-kali berkumur untuk menghilangkan rasa yang ada di dalam mulutnya. Ia berdiri menghadap cermin di depannya dengan tubuh yang setengah polos.


Reza memeluk tubuh Viona dari belakang, kepalanya berada di ceruk leher Viona.


"Terima kasih Sayang, sudah mau memberikan servis yang sangat memuaskan." ucap Reza yang semakin mengeratkan pelukannya.


Viona hanya tersenyum melihat wajah bahagia Reza dari pantulan cermin yang ada di depannya. Ia juga merasa bahagia bisa menuntaskan hasrat suaminya dengan cara seperti di film blue yang pernah di lihatnya.


"Mas, apa rasanya sp*rma itu memang gini ya, asem-asem gimana gitu!" tanya Viona tiba-tiba.


"Mas juga gak tahu yang." jawab Reza.


"Kok gak bisa hilang ya rasanya, padahal udah kumur berkali-kali." ucap Viona yang mengecapkan bibirnya berkali-kali.


"Sekarang kamu mandi dulu ya kan udah sore. Nanti kita check out dari sini jam enam." ucap Reza.


"Nanti kita mampir cari makan di luar ya, kamu ingin jalan-jalan kemana?" lanjut Reza


"lihat entar deh mas, sekarang mas Reza keluar dulu aku mau mandi." Viona melepaskan lilitan tangan suaminya yang ada di perutnya.


"Baiklah aku akan menunggu di luar!" ucap Reza sebelum berlalu dengan mengusap lembut puncak bukit yang tidak tertutup apapun.


"Mas Reza!!" Viona mengeram.


Reza terkekeh sambil berjalan keluar dari kamar mandi. Ia duduk selonjoran di sofa sambil menunggu Viona yang sedang mandi.


_


_


_


Jadi bagaimana episode hari ini???


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥