Wheel Of Love

Wheel Of Love
Buket Uang.



Waktu terus berjalan, hari terus berganti. Waktu sidang skripsi kian mendekat membuat Viona Semakin giat untuk terus mempelajari materi nya.


Setelah menyelesaikan belajarnya, Viona membuka laptopnya dan memutar semua film romantis, ia menatap layar laptopnya dengan sangat serius. Sesekali raut wajahnya berubah tak kala melihat adegan-adegan romantis berlangsung.


"Ohhh so sweet banget sih, aku jadi terharu deh!!" Gumamnya sambil terus memperhatikan film nya.


"Duh jadi pengen di lamar kayal gitu, ahh romantis banget sih kalian." ucap Viona sambil mengusap air mata yang keluar karena terlalu menghayati film yang sedang di putarnya.


Sementara itu Reza baru saja sampai di rumahnya, Setelah seharian capek dengan setumpuk berkas yang tiada habisnya di kantor, ia melangkahkan kaki nya dengan cepat masuk ke dalam rumah.


Reza berhenti di tengah-tengah tangga rumahnya ketika matanya menangkap Viona yang sedang meracau sendiri di depan layar laptopnya, Karena penasaran ia turun lagi menuju ruang keluarga.


"Vi...liat film apa sih?" tanya Reza yang tiba-tiba muncul di belakang Viona.


"Loh sejak kapan mas Reza pulang." Viona bertanya balik.


"Sekitar 10 menit yang lalu, kamu lihat apa sih sampai nangis-nangis gitu. Lebay!!" Reza duduk sebelah Viona.


"Aku tuh terharu mas Liat film ini, baper gitu liat cowoknya romantis." Jawab Viona tanpa melihat Reza.


"Gimana persiapan presentasi kamu besok?" tanya Reza sambil melepas kancing tangan kemeja nya.


"Uda aku pelajari tadi mas, Doain semuanya lancar yaa mas." ucap Viona sambil menggenggam tangan suaminya.


"Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kamu." ucap Reza sambil mengusap puncak kepala Viona.


"Terima kasih mas sudah membantu menyelesaikan skripsi ku." Viona tersenyum sambil menatap Reza.


"Kamu harus membayar Royalti untuk itu Vi, tidak gratis loh itu." Ucap Reza dengan menyeringai


"Jadi berapa harga yang harus aku bayar?" Viona bersekedap.


"Cukup Bayar dengan Full servis di malam pertama kita nanti." Reza menatap Viona dengan tatapan ingin memangsa. Reza sengaja ingin menggoda Viona dengan membicarakan hal hal mesum, karena Viona akan menjadi kesal ketika Reza membahas masalah Ranjang.


"Sepertinya kamu harus segera mandi mas, karena kalau tidak otak mesum mu akan semakin berkeliaran kemana-mana." Ucap Viona dengan sedikit kesal.


"Ha...ha...ha...Kamu kesal??" Tanya Reza.


"Aku akan istirahat dulu mas, aku tidak mau penampilanku besok seperti orang yang kurang tidur." Viona membereskan barang-barang nya yang berserakan di meja.


"Padahal masih jam 8 malam loh ini." ucap Reza.


"Lebih baik istirahat lebih awal, dari pada disini sama mas Reza, aku takut!" ucap Viona.


"Takut apa Vi?" Reza menyatukan kedua alisnya.


"Takut kamu Perkosa." Sarkas Viona sambil berlari meninggalkan Reza yang menganga mendengar ucapan Viona. Di tatapnya Viona yang sedang berlari menuju kamarnya itu, sungguh semua ini membuat dirinya heran dengan sikap Viona.




Sejak pagi Viona menyiapkan dirinya dengan baik, mulai ujung rambut hingga ujung kaki. Ia memakai Span selutut berwarna hitam dengan di padukan dengan blous merah muda berenda.



Wajah yang di poles dengan make up tipis terlihat cocok untuk seorang mahasiswi seperti Viona. Dengan buru-buru Viona keluar dari kamarnya untuk sarapan.



Reza sudah duduk di meja makan menunggu Viona untuk sarapan.



"Pagi mas." sapa Viona setelah sampai di ruang makan.



Reza melihat Penampilan Viona yang terlihat sangat cantik dan anggun. Pakaian yang serasi dengan make up tipis dan rambut panjang yang di gerai.




"Emang aku cantik kah mas hari ini?" Tanya Viona dengan polosnya.



"Iya Cantik, tapi aku tidak suka kamu make up cantik tanpa ada aku di sampingmu." Ucap Reza setelah menelan roti dengan selai coklatnya.



"Ish, ish, ish....Kamu seperti suami posesif yang ada di novel yang pernah aku baca aja mas." ledek Viona.



"Posesif itu tandanya cinta loh Vi." ucap Reza.



"Iya deh iyaa... mas gak papa kan aku berangkat duluan, aku takut terlambat nih." pamit Viona sambil memakai almater kebanggaannya.



"Iya kamu hati-hati di jalan ya." ucap Reza sambil memandang wajah istri nya. Buru-buru Viona berjalan menuju mobilnya setelah menjabat tangan sang suami.



"Maaassss!!!" teriak Viona dari luar rumah. Reza yang mendengar teriakan Viona segera beranjak dari tempat duduknya.



"Ada apa?" tanya Reza



"Ban mobilku kempes mas, Anterin aku ya mas, kalau nunggu ganti ban aku entar telat." pinta Viona dengan wajah memelas.



"iya sudah aku ambil kunci dulu kalau begitu." Reza berjalan masuk ke dalam rumah lagi untuk mengambil kunci mobilnya.



Beberapa menit setelah itu Viona berangkat dengan di antar oleh Reza, Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena sedari tadi Viona terus saja mengomel takut terlambat ke kampusnya, 30 menit kemudian mobil Reza sudah sampai di depan kampus Viona.



Reza menatap Viona yang berjalan masuk ke kampusnya, Seketika matanya membeliak tak kala melihat Viona di sambut oleh beberapa teman cowok kampusnya dengan memberikan berbagai macam buket bunga. Rasa kesal seketika melanda hatinya. Ia tidak rela melihat Viona yang di perhatikan oleh pria lain.



Rasa cemburu kian menggerogoti hatinya tak kala melihat Viona di sambut oleh seorang pria yang tempo hari ia lihat mendekati Viona, yang tak lain adalah pak Andre. Di lihatnya Pak Andre sedang memberikan Viona ucapan dan beberapa bingkisan di tambah dengan Buket uang berwarna merah muda.



"Sial!! pria itu semakin gencar saja mendekati Viona, aku harus segera mengumumkan pernikahan ini!!" Gerutu Reza sambil mencengkram setir mobilnya.



![](contribute/fiction/1694241/markdown/13763412/1612415809514.jpg)



***Ada yang mau gak nih di kasih buket gini sama kayak Viona***???



♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️