Wheel Of Love

Wheel Of Love
Pemeriksaan



Seiring berjalan nya waktu, kandungan Viona semakin hari semakin terlihat membesar. Saat ini kandungan nya sudah memasuki minggu ke dua puluh empat. Janin yang ada dalam kandungan nya sudah bisa menendang, hal ini membuat Viona sering tertawa sendiri ketika janin nya tiba-tiba bergerak sama seperti saat ini, saat ia menunggu namanya di panggil untuk masuk ke dalam ruangan Dokter Grace.


"Kenapa Mi?? Apa dia nendang-nendang lagi?" tanya Reza dengan antusias. Viona menarik tangan Reza untuk di letakkan di perutnya. Viona tersenyum sambil memandang Wajah Reza yang terlihat bahagia ketika tangan nya bisa merasakan gerakan janin yang ada di perut Viona.


"Mi dia gerak-gerak Mi..." Ucap Reza sambil terus mengusap pelan perut Viona sampai terdengar suara panggilan asisten Dokter Grace.


Viona segera beranjak dari tempat duduknya. ia masuk ke dalam ruangan Dokter Grace yang kemudian langsung di suruh Dokter Grace untuk membaringkan tubuhnya di atas bed untuk melakukan USG.


Viona dan Reza menatap layar monitor yang ada di hadapan mereka. Disana tergambar jelas janin yang di kandung Viona saat ini. Reza menggenggam tangan Viona dengan erat. Ia begitu bahagia melihat kondisi bayi nya baik-baik saja.


Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan akhirnya dokter Grace menunggu Viona di mejanya untuk menjelaskan hasil pemeriksaannya.


"Bagaimana dok kondisi janin saya?" tanya Viona setelah berhasil duduk di kursi yang ada di hadapan dokter Grace.


"Kondisi janin ibu Viona baik-baik saja. Semua organ nya terbentuk dengan baik tanpa ada kekurangan apapun. Apa ibu dan bapak tidak penasaran dengan jenis kelamin nya?" tanya Dokter Grace dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Apa sudah terlihat Dok?" Kali ini Reza yang bertanya karena penasaran.


"Sudah pak, kemungkinan besar anak bapak berjenis kelamin perempuan pak." ucap Dokter Grace. Viona tersenyum mendengar ucapan dokter Grace. Ia merasa mendapat Surprise dengan mengetahui jenis kelamin bayi nya.


"Benarkah Dok?" Viona meyakinkan dokter Grace.


"Iya bu. Di jaga yang baik ya Bu kandungan nya karena sejauh ini tidak ada masalah pada kandungan ibu." Tutur Dokter Grace dengan ramah.


"Apa janinnya masih sering menendang bu?" lanjut Dokter Grace.


"Iya dok, tiga hari ini dia selalu nendang-nedang apalagi kalau sedang lapar, pasti berkali-kali dia nendangnya." ucap Viona dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Benarkah seperti itu Bu?" tanya Dokter Grace


"Iya Dok..." jawab Viona.


"Baiklah bu, saya resepkan vitamin ya bu dan jangan lupa di minum ya susu nya." Tutur Dokter Grace sambil menatap Viona.


"Iya dok, kami permisi dulu ya. Terima kasih Dokter Grace..." ucap Viona sebelum keluar dari ruangan dokter Grace.


Reza dan Viona keluar dari ruangan Dokter Grace dan berjalan keluar dari rumah sakit. Untuk masalah obat Reza biasa membeli lewat aplikasi tanpa harus lama-lama antri di rumah sakit. Setelah dari rumah sakit Reza melajukan mobilnya ke rumah Pak Surya karena disana semua keluarga besar Viona sedang berkumpul tapi mungkin saat ini mereka semua sudah berangkat ke bandung untuk menghadiri acara pertunangan Riki yang di adakan di rumah calon istrinya.


Viona sengaja tidak ikut hadir kesana, karena ia sudah tidak kuat lagi jika harus menempuh perjalanan jauh. Punggung nya akan terasa sakit dan ia menjadi mual-mual maka dari itu Riki melarangnya untuk ikut kesana.


"Mas, Mama Salma jadi ikut ke Bandung kah tadi?" Tanya Viona sambil menatap wajah Reza yang fokus ke jalanan di depannya.


"Jadi Mi..." jawab Reza tanpa menatap Viona.


"Pasti mama seneng kalau tau cucunya yang akan lahir perempuan." Viona senyum-senyum sendiri membayangkan ekspresi wajah orangtua dan mertuanya nanti.


"Oh ya mas Gilang sama Mela jadi kapan nikahnya?" Tanya Viona ketika mengingat satu temannya yang belum melangsungkan pernikahannya.


"Katanya Gilang bulan depan Mi..." jawab Reza sambil melihat Viona yang ada di sampingnya.


"Wah sebentar lagi dong!!" Viona bergumam lirih.


Perjalanan terus berlanjut sampai mereka berdua tiba di pelataran rumah Pak Surya. Suasana rumah tampak sepi. Viona dan Reza langsung masuk ke dalam rumah. Reza menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang keluarga sedangkan Viona masuk ke dapur untuk mengambil minum untuk diri nya dan suaminya.


"Bu Nor tadi orang-orang berangkat jam berapa?" tanya Viona ketika melihat asisten rumah tangga mama nya di dapur sedang menyiapkan beberapa masakan.


"Tadi berangkat sekitar jam sembilan pagi Non." jawab Bu Nor yang sedang mengiris bawang merah.


"Bu nor saya lapar. Apa rendang nya sudah selesai?" tanya Viona sambil melihat Rendang yang masih di masak di atas kompor.


"Sebentar lagi Non. Non Viona tunggu di meja makan saja, sebentar lagi saya siapkan rendang nya." ucap Bu Nor yang sedang mengaduk Rendang yang belum matang sepenuhnya.


Viona menghampiri suaminya yang sedang selonjoran di sofa yang ada di ruang keluarga, mereka duduk sambil melihat tayangan televisi yang ada di hadapannya.


Beberapa menit kemudian Viona dan Reza berjalan ke ruang makan karena Bu Nor sudah selesai menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Tidak ada yang bersuara selama mereka menghabiskan makan siangnya hanya ada suara dentingan garpu dan sendok yang saling bersahutan.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Viona baru bangun dari tidur siangnya. Tadi satu jam setelah menikmati makan siangnya Viona dan Reza beristirahat di kamarnya karena rasa kantuk yang menyerang begitu hebat.


Setelah membersihkan diri keduanya turun ke bawah untuk bersantai di gazebo yang ada di belakang rumah pak Surya. Namun langkah mereka terhenti ketika mendengar suara mobil masuk ke pelataran rumah.


Viona beralih berjalan ke depan untuk melihat siapa yang datang di sore begini dan ternyata itu mobil pak Surya dan Pak Danu.


Kedua keluarga itu turun dari mobil masing-masing untuk masuk ke dalam rumah. Bu Salma melihat menantunya sedang berdiri di depan pintu rumah sambil tersenyum manis menyambut kedatangan keluarganya.


"Loh ma, pa yang lain kemana??kok yang ikut pulang cuma mama Salma??" tanya Viona pada Bu Yuni.


"Orang-orang tadi langsung pulang ke rumah masing-masing Vi, gak ada yang mau mampir katanya keburu malam." jawab Bu Yuni.


"Kakak kemana?" tanya Viona sambil mengedarkan pandangan untuk mencari kedua kakaknya.


"Oh Mereka berdua masih di bandung." jawab Bu Yuni. Mereka semua akhirnya masuk ke dalam rumah untuk ngobrol di ruang keluarga.


Mereka semua duduk di ruang keluarga sambil ngobrol banyak hal. Mulai masalah kehamilan sampai masalah pekerjaan. Viona juga menceritakan jika janin nya sudah sering menendang dari dalam perutnya dan tentu saja hal itu membuat Bu Yuni dan Bu Salma terlihat bahagia.


"Vio punya kabar terbaru nih!!" Seru Viona sambil menatap Bu Salma dan Bu Yuni.


"Apa nak?" tanya Bu Salma yang sudah penasaran dengan berita dari Viona.


"Tadi katanya Dokter Grace, jenis kelamin dedek bayi nya perempuan ma..." Ucap Viona dengan wajah berbinar nya.


"Alhamdulillah!!! Selamat ya sayang, mama seneng banget dengernya!! Ah mama nanti akan kasih dia nama Shanum." ucap Bu Salma dengan antusias karena terlalu bahagia.


"Ah tidak tidak!!jangan Shanum Jeng!! Sinta saja ya atau Diza..." Usul Bu Yuni.


"Jangan Jeng!! Vanesa aja jeng..." Ucap Bu Salma.


"Ya jangan dong jeng, masa cucu kita nama nya seperti artis delapan puluh juta!!" Sangkal Bu Yuni.


Viona, Reza, Pak Danu dan Pak Surya menatap dua ibu yang sedang mendebatkan nama cucu nya yang belum lahir. Mereka semua terkekeh melihat kelucuan dua ibu ini.


"Sudah Ma, jangan mikirin nama dulu!! Biarkan Reza dan Viona yang memberi nama anak nya sendiri." ucap Pak Surya untuk menenangkan dua ibu yang masih saja mendebatkan nama cucunya.


"TIDAK BISA!!" sahut Bu Yuni dan Bu Salma bebarengan.


_


_


_


Minta saran nya dong kak...enaknya di kasih nama siapa ya anaknya Viona๐Ÿ™„๐Ÿ™„๐Ÿ™„Bantu jawab ya kak di komentar๐Ÿ˜€


_


_


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ