
Hangat, ini lah yang di rasakan Viona saat ini, tidur dengan selimut tebal yang di pasangkan oleh Reza tadi malam. Hari sudah mulai pagi, suara adzan subuh menggema di mana-mana. Viona menggerakkan tubuh nya pelan ke kanan dan ke kiri, menikmati kehangatan guling dan selimutnya. Setelah mengumpulkan seluruh jiwa dan raga nya Viona mulai duduk di bersandar di ranjangnya.
"Perasaan tadi malam aku tidur di sofa, kenapa sekarang aku bisa bangun di ranjang ya?" Viona mencoba mengingat diri nya tadi malam.
"hahh siapa yang masuk ke kamar ku?apa mas Reza sudah pulang?tapi katanya kan besok mas Reza pulangnya?" Viona bermonolog
Viona langsung berdiri untuk mencari tahu keberadaan Reza, dengan langkah cepat Viona Naik ke kamar Reza." aku harus memastikan kalau mas Reza yang memindahkan aku, tapi bagaimana jika orang lain yang masuk ke rumah ini, jangan-jangan ada maling atau perampok lagi!" gerutu Viona di sepanjang jalan menuju kamar Reza.
Viona membuka pintu dengan pelan, di hidupkan lah lampu kamar suami nya itu. dengan mengendap ngendap Viona berjalan ke arah Ranjang untuk memastikan Benar-benar Reza yang ada di bawah selimut itu.
"Syukurlah, ternyata benar mas Reza sudah pulang, Huuhhh...lega rasanya bukan maling yang masuk ke rumah ini." Viona menghembuskan nafasnya pelan sambil mengusap dada nya.
"Duh!!! kenapa sih kalau tidur gitu kelihatan keren, tidak ada wajah menyebalkan lagi." Viona memandangi wajah Sang suami sambil bergumam dalam hati.
"Aku harus cepat pergi sebelum ketahuan mas Reza." Viona membalikkan badan nya dan berjalan perlahan menuju pintu.
"Viona..." Panggil Reza dengan suara khas bangun tidurnya. "kenapa buru-buru pergi?kemari lah!!" lanjut Reza sambil menepuk ranjang di sebelahnya.
Kemudian Viona membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Reza "Ya...ketahuan kan!!" Serunya dalam hati.
"oh shit!!! apa dia lupa memakai penutup bukit nya, bukit nya sedang menari-nari menggodaku." gumam Reza dalam hati sambil terus memandang Viona yang sedang berjalan.
"Ada apa?" tanya Viona sambil duduk di sebelah Reza.
"Tumben kamu masuk ke kamarku, apa ada hal penting?" Reza berbicara sambil menatap Wajah Viona.
"Aku tadi hanya memastikan kalau mas Reza yang memindahkan aku atas ranjang."
"Memang siapa lagi yang berani masuk kamar kamu selain aku?" tanya Reza sambil menaikkan satu alisnya.
"Ya aku kira ada orang lain yang masuk rumah ini, kan mas Reza katanya di bali 3-4 hari."
"Ya iya lah, emang ngapain lagi?"
"Aku kira kamu mau ngajakin aku main kuda-kuda an!!" ucap Reza yang hanya berniat untuk menggoda istri nya.
"Dih, apa an sih mas" Viona mencolos.
"Lihatlah, kamu masuk ke kamarku dengan piyama yang sexy dan tanpa memakai penutup bukit." Ujar Reza dengan tatapan yang menggoda.
Seketika Viona menyilangkan kedua tangan nya untuk menutupi bukit teletubis yang menyembul di balik piyama nya, "Dasar Mesum!!!" sarkas Viona sambil beranjak dari tempat tidur Reza.
"Hey, mau kemana?jangan marah, aku hanya bercanda." Reza menarik tangan Viona yang hendak pergi meninggalkan dirinya.
"Aku mau kembali ke kamarku mas, aku mau sholat subuh, ntar keburu habis waktunya." Ucap Viona tanpa menatap Reza, karena saat ini wajahnya merah merona menahan rasa malu.
"Bersiaplah, kita akan sholat berjamaah, aku akan turun ke kamarmu nanti." ucap Reza dengan tatapan penuh kasih nya.
"mas Reza serius?" tanya Viona sambil menatap manik hitam sang suami.
"iya aku serius, cepat mandi sana!!bersihkan dulu sisa air liur yang menempel di pipi mu itu!" Reza sengaja menggoda Viona untuk mengurangi kecanggungan Viona.
"iihh... mas Reza nyebelin, aku gak ileran ya!!" Viona menoyor lengan Reza. Dengan segera Viona pergi meninggalkan Kamar sang suami. Dengan sedikit berlari Viona menuruni tangga rumah nya sambil bergumam.
"*Y**a tuhan, apa ini mimpi?"
😘😘😘
🔥🔥🔥*