Wheel Of Love

Wheel Of Love
Menangis lagi...



🎵Kemarin engkau masih ada di sini...


Bersamaku menikmati rasa ini...


Berharap semua takkan pernah berakhir...


Bersamamu...


Bersamamu...


Kemarin dunia terlihat sangat indah...


Dan denganmu merasakan ini semua...


Melewati hitam-putih hidup ini...


Bersamamu...


Bersamamu...


Kini sendiri di sini...


Mencarimu tak tahu di mana...


Semoga tenang kau di sana...


Selamanya...


Aku selalu mengingatmu...


Doakanmu setiap malam ku...


Semoga tenang kau di sana selamanya...


Alunan lagu yang terputar secara tidak sengaja di dalam mobil membuat suasana menjadi melow, Viona tidak bisa menahan air matanya, sungguh lagu dari group band seventeen ini mengingatkan dirinya pada Husein.


Viona terus menyeka air matanya yang terus saja keluar walaupun sudah di tahan dengan kuat, ia tidak enak hati dengan Reza yang ada di sampingnya, ia takut Reza marah melihat dirinya tengah menangisi pria lain di depannya namun Viona tak menyangka, justru Reza saat ini tengah mengusap lembut kepalanya dengan bibir yang menyunggingkan senyum manisnya.


Viona hanya diam memandang wajah suaminya, ia ingin bicara namun lidah nya terasa keluh. Ia hanya memandang suaminya yang saat ini sedang focus mengemudikan mobilnya.


Hampir 40 menit mereka sampai di pemakaman umum tempat dimana Husein bersemayam. Viona dan Reza turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam makam.


Viona meletakkan Bunga yang di bawanya di pusara Husein, Ia menatap sendu foto yang ada di atas pusara sang mantan kekasih, Reza mengajak Viona untuk membacakan doa untuk Husein.


"Kak Husein lihatlah aku datang dengan suamiku." ucap Viona setelah selesai membacakan doa untuk Husein.


"Aku sudah melakukan apa yang Kak Husein minta, jadi istirahatlah dengan tenang disana kak, jangan khawatirkan aku lagi hiks..hiks...hiks..." Viona sesegukan sambil mengusap nisan Husein.


"Aku minta maaf kak, Aku sudah jatuh cinta dengan suamiku, maafkan aku kak maaf." Viona terisak di samping pusara Husein.


Reza merasakan getaran di hatinya, ia ikut sedih mendengar tangisan Viona, matanya berkaca-kaca mengingat saat dirinya kepergok Viona bermesraan bersama Mirna, ia masih ingat betapa hancurnya Viona saat itu. Raut wajah frustasi tergambar jelas di wajahnya.


Reza melihat Viona yang terus menangis di pusara Husein, tanpa bicara Reza meraih tubuh Viona, di peluknya tubuh sang istri yang sedang rapuh saat ini. Reza mangusap lembut bahu Viona yang masih bergetar, ia tahu saat ini Viona masih menangis di dadanya.


"Husein...Terima kasih kamu sudah menjaga jodohku dengan baik, maafkan aku telah merebut cinta nya saat ini, aku akan menggantikanmu untuk mencintai dan menjaga nya selama nya, semoga kamu tenang di sisi NYA" gumam Reza dalam hati sambil memandang pusara Husein.


Viona menganggukkan kepala nya tanda ia menyetujui permintaan Reza, ia berdiri di bantu oleh Reza. Mereka berdua keluar dari makam dan berjalan menuju mobilnya. Saat akan membuka pintu Viona menahan tangan Reza untuk membuka pintu mobilnya.


"Ada apa?ada yang ketinggalan?" tanya Reza saat membalikkan badannya menghadap Vions.


Viona hanya menggeleng lalu memeluk tubuh Suaminya itu, Sejenak Reza bingung mendapat pelukan dari Viona tapi tidak lama ia pun membalas pelukan istrinya.


"Mas terima kasih ya sudah mempertahankan pernikahan kita." ucap Viona yang masih enggan untuk melepas pelukannya.


"Justru aku yang sangat berterima kasih karena kamu sudah memberi aku kesempatan untuk memperbaiki pernikahan kita." ucap Reza dengan menggosok punggung Viona.


Reza mengurai pelukan Viona, ia menatap wajah Viona dengan lekat.


"Apa kamu masih mencintai Husein?" Tanya Reza sambil menatap manik hitam Viona.


"Mas Reza dan kak Husein sama-sama ada di dalam hatiku mas tapi pemilik cinta dan hatiku hanya kamu saja mas" ucap Viona sambil mengusap rahang Suaminya.


"Lalu kenapa tadi kamu seakan tidak bisa melepaskan dia dalam hatimu?" tanya Reza lagi.


"Aku menyayangi nya mas, mana mungkin aku bisa melupakan semua kebaikannya selama ini. Tapi percaya lah mas Cintaku hanya milikmu." ucap Viona.


"Apa itu serius?aku tidak salah mendengar nya Vi?" Reza meyakinkan ucapan Viona.


"Iya mas aku serius. Roda cinta sudah mengantarkan aku pada pemilik hati yang sesungguhnya, yaitu kamu mas." Viona mengembangkan senyum nya.


"Terima kasih, terima kasih sayang. I love you." Reza memeluk Viona lagi dan mengecup kening Viona berkali-kali.


"Hmm kamu memanggilku Sayang mas??" Viona menaikkan satu alisnya.


"Kenapa?" tanya Reza dengan penasaran.


"Aku Suka!!" Ucap Viona sambil tersenyum.


"Baiklah seterusnya aku akan memanggil kamu dengan panggilan sayang!" ucap Reza.


"Ide bagus!! tapi sebaiknya sekarang kita cepat pergi dari sini deh mas, aku kok jadi merinding ya lama-lama disini, udah mau gelap lagi." Viona menggerakkan kepala nya ke kanan dan ke kiri.


Tanpa bicara lagi Reza membukakan pintu untuk Viona, setelah memastikan Viona duduk dengan benar ia menutup pintunya dan berjalan ke kursi kemudinya, ia menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi meninggalkan area pemakaman umum ini.


_


_


_


hay kak terima kasih sudah mampir kesini😀jangan lupa like Vote dan komennya🙏🙏


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥