Wheel Of Love

Wheel Of Love
Mudah merasa Lelah...



Prosesi resepsi pernikahan Mela dan Gilang sebentar lagi akan di mulai.Semua bersiap untuk mengiringi kedua mempelai untuk memasuki ballroom tempat dimana pelaminan berada saat ini.


Viona dan lain nya ikut berjalan mengiringi di belakang kedua mempelai pengantin. Terdengar suara MC sudah memulai acara pertama yaitu pembukaan yang akan di lanjutkan dengan kirab pengantin setelahnya.


Prosesi pembukaan telah selesai di lakukan dan saat ini kedua mempelai beserta rombongan memasuki Ballroom hotel untuk melaksanakan kirab pengantin. Mela dan Gilang berjalan ke tempat pelaminan sedangkan para pengiring mencari tempat duduk masing-masing. Viona, Reza, Reva, Juna, Farhan dan kekasihnya duduk dalam satu tempat. Mereka duduk memutari meja yang telah di sediakan oleh pihak WO yang bertugas mengurus pernikahan Mela.


Acara di lanjutkan dengan sungkeman kepada ke empat orangtua yang sudah berada di atas pelaminan dan setelah itu di lanjutkan dengan sambutan dari pihak keluarga kedua mempelai secara bergantian. Waktu terus berjalan sampai acara akan selesai di lakukan. Semua tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan di tempatnya.


"Sayang, kamu mau makan apa biar mas ambilin ya?!" Tanya Reza kepada Viona.


"Aku mau milih sendiri aja deh mas, kita ambil bareng aja ya..." ucap Viona yang sudah berdiri dari tempat duduknya. Kedua nya menuju meja dimana tempat banyak makanan yang sudah di hidangkan oleh pihak catering.


Setelah membawa makanan masing-masing, mereka berdua kembali duduk ke tempat mereka tadi untuk menikmati makanan yang ada di piringnya.


Semua tamu undangan yang sudah selesai menikmati makanan nya bergantian naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat dan foto bersama kedua pengantin yang tengah tersenyum bahagia di atas pelaminan yang megah dan kini Giliran Viona dan Reza yang naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat untuk sahabatnya itu.


"Selamat memulai kehidupan yang baru ya Mel, semoga kalian cepat dapat momongan." ucap Viona setelah cipika cipiki dengan Mela.


"Makasih ya Vi atas doa nya." ucap Mela sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


"Bro selamat Bro..." Ucap Reza seraya menjabat tangan Gilang.


"Thanks Bro sudah hadir di acara Gue!!" ucap Gilang dengan semangat. Setelah mengucapkan selamat mereka berempat foto bersama di atas pelaminan.


Viona dan Reza segera turun dari atas pelaminan karena masih banyak tamu yang antri untuk berfoto bersama dengan pengantinnya.


"Aduh mas!!" Tiba-tiba terdengar suara Viona yang sedang memegang perutnya.


"Kenapa Sayang?? kita duduk dulu." Reza menuntun Viona untuk duduk di kursi. Ia berjongkok dan menatap Viona dengan khawatir.


"Perutku kram lagi mas." Ucap Viona yang sedang nyengir karena menahan rasa sakit pada perutnya.


"Kita pulang saja ya sayang, kamu pasti sudah lelah hari ini." Reza mengajak Viona untuk pulang terlebih dahulu karena ia takut terjadi sesuatu dengan kandungan istrinya.


Reza berpamitan kepada teman-teman nya untuk pulang terlebih dahulu dan setelah itu Reza langsung berjalan keluar dari hotel untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Setelah memastikan Viona duduk dengan nyaman, Reza langsung melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumahnya.


Beberapa puluh menit kemudian mereka berdua sudah sampai di halaman rumah miliknya. Viona segera turun dari mobil dan berjalan ke dalam rumahnya tanpa menunggu Reza yang masih ada di dalam mobil, ia sudah merasa gerah dengan memakai gaun seperti saat ini.


Viona membuka semua gaun nya begitu sampai di dalam kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya tanpa menggunakan baju, ia hanya memakai underware dengan posisi terlentang.


Reza melebarkan matanya ketika melihat Viona rebahan di atas ranjang tanpa memakai baju. Ia segera menghampiri Viona yang ada di atas ranjang.


"Sayang, pakai baju gih!!" Ucap Reza yang sedang berkacak pinggang sambil memandang istrinya.


"Sebentar mas, gerah banget aku tuh!!" Ucap Viona dengan mata yang terpejam. Tanpa bicara lagi Reza membuka almari nya dan mengambilkan daster tanpa lengan milik Viona.


"Pakai daster dulu Yang!!" Reza mengulurkan daster yang ada di tangannya kepada Viona. Ia juga membantu Viona untuk bangun dari ranjang.


"Nih udah bangun dia Yang!!" Ucap Reza sambil menunjuk tubuh bagian bawahnya. Setelah memakai dasternya Viona menatap Reza yang sedang termanggu di sampingnya.


"Duh gimana dong mas!! perutku lagi gak enak banget nih!!" Ucap Viona sambil memandang Reza dari samping.


"Tenang aja Yang!!! dia akan tidur dengan sendirinya. Sekarang kamu istirahat dulu ya..." Ucap Reza sambil mengusap rambut Viona yang sedikit berantakan.


Viona merebahkan tubuhnya lagi untuk segera beristirahat karena ia merasakan lelah di sekujur tubuhnya. Semakin besar usia kandungannya membuat tubuh Viona mudah merasa lelah.


"Sini kakinya Yang biar aku pijit." Reza membenarkan posisi kaki Viona untuk lebih mudah untuk di pijat nya.


"Makasih Mas..." Ucap Viona dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Reza mulai memijat dengan gerakan pelan kaki Viona yang masih bengkak.


"Oh iya mas, nanti malam kita belanja perlengkapan bayi yuk, kita kan belum beli apapun untuk persiapan kelahiran putri kita." Ucap Viona.


"Iya nanti kalau keadaan kamu sudah membaik kita pergi ya, kalau nanti masih gak enak badan mending besok atau lusa kita bisa membeli nya sayang..." Ucap Reza tanpa memandang Viona.


"Udah boleh kan mas sama Mama kalau kita beli perlengkapan bayi, kan udah tujuh bulan." Ucap Viona lagi karena dulu Bu Salma melarang mereka membeli perlengkapan bayi sebelum usia kandungannya berumur tujuh bulan.


"Iya boleh, sekarang kamu bobok dulu ya..." ucap Reza sambil memandang wajah Viona.


"Iya mas." jawab Viona. Tidak lama setelah itu Viona sudah terlelap dalam tidurnya. Terdengar suara dengkuran halus dari nafas Viona.


Reza terus memijat kaki Viona cukup lama. Ia terus memandang wajah Viona yang terlihat damai dalam tidurnya. Semakin hari perasaan cinta Reza untuk Viona semakin bertambah apalagi setelah ini ia akan mempunyai buah hati bersama Viona.


Reza menyelesaikan pijatannya karena ia juga merasakan kantuk berat tengah melanda dirinya. Ia berdiri dan melepas pakaian yang tadi di pakai nya di acara pernikahan Gilang. Reza mengambil boxer dan kaos tanpa lengan yang ada di almarinya.


Reza segera naik ke ranjangnya, sebelum ia merebahkan tubuhnya tak lupa Ia mengecup dan mengusap perut Viona dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Anak nya papi baik-baik di dalam sini ya... jangan buat mami kesakitan, oke!!" Ucap Reza sebelum ia mengecup perut buncit Viona kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Viona dan mulai terlelap dalam tidur nya.


_


_


_


Happy Reading kakak🤗


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥