
Malam yang panjang telah di lalui oleh sepasang suami istri yang baru saja merasakan surga dunia setelah tiga bulan menikah. Mereka berdua masih terlelap dalam tidurnya, matahari sudah naik untuk menyinari bumi beserta isinya.
Viona dan Reza baru tidur pukul tiga dini hari setelah melewati drama kelinci yang makan wortel entah sampai berapa kali mereka mengulang kegiatan itu, yang pasti mereka berdua melewatkan dua rakaat mereka.
Reza perlahan mengerjapkan matanya pelan karena sinar mentari yang berhasil terpantul masuk lewat kaca yang tirainya tidak tertutup. Reza melihat jam yang ada dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Ia meraih ponselnya untuk menghubungi Adit bahwa hari ini ia cuti lagi dari pekerjaannya, ia ingin Adit yang menghandle pekerjaannya.
Setelah selesai menghubungi Adit, Reza meletakkan lagi ponselnya di atas nakas, ia beralih memandang Istrinya yang masih bergelung di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.
Reza memandang wajah sang istri yang terlihat sangat layu karena perbuatannya semalam. Ia membelai pipi mulus Viona dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan. Di kecupnya berulang kali kening Viona dengan segenap perasaan cinta yang begitu besar.
Karena merasakan geli di wajahnya, Viona mengerjapkan matanya, ia melihat Reza tengah menatapnya dengan senyum yang terlukis di bibirnya.
"Selamat pagi mas." Sapa Viona dengan suara yang lemah.
"Selamat pagi istriku." Reza meraih Viona ke dalam dekapannya lagi.
"Mas Reza enggak kerja?ini sudah terlambat loh!!" Ucap Viona ketika sekilas melihat jam dinding kamarnya.
"Mas hari ini cuti sayang, mas mau di rumah aja nemenin kamu." ucap Reza dengan penuh makna di dalam nya.
"Modus!!bilang aja mau melakukan itu lagi." Viona mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Sayang...terima kasih ya sudah menjaga si kelinci dengan baik, maaf ya mas tidak bisa menjaga wortel mas dengan baik." ucap Reza yang sedang mendekap Viona di dadanya.
"Aku tidak mempermasalahkan itu lagi mas, yang penting jangan di ulangi lagi di masa depan ya!!" ucap Viona saat menengadahkan kepalanya menghadap Reza.
"Iya mas tidak akan mengulangi lagi kesalahan di masa lalu." Reza mengecup puncak kepala Viona berkali-kali.
"Tapi mas, apa mas Reza juga pernah menjilat kelincinya si ulet bulu itu mas?" tanya Viona tiba-tiba.
"Tidak!!mas baru pertama kali melakukannya sama kamu sayang. Hanya kamu yang mendapat servis seperti itu dari mas." ucap Reza dengan serius.
Wajah Viona bersemu merah ketika mendengar jawaban suaminya, ia teringat dengan adegan tadi malam, ia melihat Reza dengan rakusnya memainkan biji kacangnya. Dan ia bersyukur ternyata suaminya tidak pernah melakukan hal itu dengan wanita lain.
"Makasih mas." ucap Viona lirih di dada suaminya.
pagi itu mereka tidak mengulang apa yang di lakukan semalam, ia kasihan melihat Viona yang tidak bertenaga lagi setelah apa yang di lakukan tadi malam.
"Aduh mas perih!!" ucap Viona dengan mata yang terpejam ketika akan turun dari ranjangnya. Mendengar istrinya kesakitan, Reza Segera memakai boxer nya dan menghampiri Viona di pinggiran ranjang.
"Coba kamu tidur lagi sayang." ucap Reza.
Viona merebahkan tubuhnya lagi di atas ranjang. Reza membuka kedua kaki Viona dan seketika matanya membeliak melihat kelinci istrinya yang menjadi bengkak karena wortelnya.
"Sayang maaf ya jadi begini. Ini pasti sakit ya!!" ucap Reza dengan wajah bersalahnya.
"Kamu tunggu sini dulu, mas mau nyiapin air hangat di bath up, nanti kamu berendam ya..." ucap Reza sebelum berlalu ke kamar mandi.
Viona menunggu suaminya yang sedang berada di kamar mandi, ia merasakan tubuhnya yang lemas dan tak bertenaga.
Dengan sekuat tenaga Viona berjalan menyusul Suaminya yang sedang membersihkan diri dan menyiapkan air untuknya. Viona berjalan tertatih karena pangkal pahanya terasa nyeri sekali.
"Mas...aku masuk ya." teriak Viona sebelum membuka kamar mandi. Tanpa menunggu jawaban suaminya, Viona langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia melihat Reza sudah melilitkan handuk di pinggangnya dengan tubuh dan rambut yang basah.
"Kamu berendam dulu ya, mas mau ganti baju dulu." ucap Reza sebelum keluar dari kamar mandi.
Tanpa menjawab Viona langsung masuk ke dalam bath up untuk menyegarkan tubuhnya yang telah layu.
Sementara itu, Reza sedang memakai pakaian nya di depan almari. ia terlihat segar hari ini. Seulas senyum terbit dari bibirnya ketika melihat keadaan ranjang yang porak poranda karena keganasan nya tadi malam, ia melihat bercak merah di sprei putih yang ada di ranjangnya.
Reza keluar dari kamarnya, ia pergi mengambil sarapan untuk di bawa ke kamar, ia tahu pasti Viona saat ini enggan berjalan naik turun tangga. Reza mencari mbak Sri yang ada di dapur.
"Mbak Sri tolong bersihkan kamar saya sekarang ya. Ganti sprei nya juga." ucap Reza
"Baik Den." Mbak Sri langsung naik ke kamarnya Reza untuk melaksanakan perintah majikannya itu. Mbak Sri terperangah begitu melihat keadaan ranjang yang sangat berantakan. Dengan buru-buru mbak Sri segera merapikan ranjang king size milik majikannya itu, mbak Sri juga melihat bercak darah milik Viona.
"Hmmm jadi tadi malam sedang terjadi pertarungan sengit di sini." Gumam mbak Sri yang sedang memasang sprei baru di ranjang Reza.
Mbak sri sudah menyelesaikan tugasnya dengan cepat ketika Reza sudah masuk membawa nampan yang berisi sarapan untuk Viona dan dirinya.
"Terima kasih mbk Sri." ucap Reza ketika melihat mbak sri keluar dengan membawa sprei kotor di tangannya.
"Sama-sama den." ucap mbk sri sebelum berlalu dari kamar majikannya.
_
_
_
**Jangan lupa like Vote dan komennya ya makk!!😀😀😀
_
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥**