
Matahari mulai naik menyinari bumi beserta isinya, Viona masih saja bergelung di bawah selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya. Ia tidur lagi setelah tadi subuh melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim.
Pantulan sinar matahari masuk kedalam kamarnya, Viona menarik selimutnya sampai menutupi seluruh badannya, ia begitu menikmati pagi nya dengan bermalas-masalan di atas ranjangnya.
Sudah lama Reza menunggu Viona keluar dari kamarnya namun yang di tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Tanpa banyak bicara Reza masuk ke dalam kamar Viona. Tatapan nya tertuju pada ranjang yang terlihat masih ada penghuninya. ia berjalan menghampiri Viona yang masih ada di bawah selimut.
"Hay pemalas, bangunlah!!" ucap Reza ketika membuka selimut yang membungkus badan Viona. Di pandanganya wajah Viona yang masih terpejam,
wajahnya terlihat sangat tenang. Pandangan netra Reza turun dari wajah Viona, lagi-lagi ia harus menahan sesuatu yang bergejolak ketika melihat bukit teletubis terpampang nyata tanpa penutupnya.
"Sayang...bangun lah." ucap Reza sambil menggoyangkan wajah Viona ke kanan dan ke kiri.
Merasa ada yang mengganggu tidurnya, Viona perlahan mengerjapkan matanya dan seketika senyum merekah terbit dari bibirnya.
"Pagi mas..." Sapa Viona dengan suara khas bangun tidur.
"Cepatlah bangun, ini sudah waktunya sarapan." ucap Reza yang duduk di pinggiran ranjangnya. Viona bangun dari tidurnya dan duduk di sandaran ranjang yang ia tempati.
"Sebentar mas, separuh jiwaku belum terkumpul dengan sempurna." ucap Viona sambil mengucek matanya.
"Ayo lah aku akan terlambat kalau menunggu lebih lama lagi." ucap Reza.
"Iya sabar mas sabar." ucap Viona dengan suara yang parau.
"Aku tahu, mungkin kamu ingin bermesraan denganku saat ini, baiklah... Aku akan melakukannya sekarang." ujar Reza sambil mendekat ke tempat Viona. Ia senang sekali menggoda Viona dengan mengatakan hal mesum kepada istrinya itu.
"Stop..stop...stop mas. Aku akan mandi, kamu tunggu diluar ya." ucap Viona sambil menahan dada suaminya yang semakin dekat. Reza terkekeh melihat Viona dengan buru-buru beranjak dari ranjangnya. Saat akan melangkahkan kakinya, Reza menahan tangan Viona. kemudian ia berdiri berhadapan dengan Viona.
Cup, bibir Reza mendarat di kening Viona, "Morning kiss untuk istriku." ucap Reza sambil menatap wajah Viona.
Sementara itu Viona hanya diam mematung memandang wajah Reza yang terlihat berseri di pagi ini.
"Aku mandi dulu mas." ucap Viona dengan pipi yang merona.
Reza bersekadap sambil menatap Viona yang masuk ke dalam kamar mandi, ia heran saja melihat Viona yang masih terlihat malu-malu.
"Ingin rasanya aku menyusul mu kedalam kamar mandi, lalu kita akan berendam bersama di dalam bathup dan aku akan menghajar mu disana dengan penuh kenikmatan, Sungguh aku tidak sabar lagi menahannya lebih lama." Gumam Reza dalam hati dengan fantasi liarnya. Dengan santai Reza berjalan keluar dari kamar Viona. ia menunggu Viona di meja makan.
Ia duduk Di samping Reza dan mengambilkan makanan untuk Reza.
"Mau kemana kamu sudah rapi begini?" tanya Reza penasaran.
"Aku mau ke kampus mas, cuma sebentar kok." jawab Viona sambil memberikan piring yang sudah berisi makanan di depan Reza.
"kalau tidak ada kepentingan gak usah ke kampus ya, aku tidak mau kamu ketemu dosen itu." ucap Reza.
"Ya ampun mas, aku sama sekali tidak tertarik sama pak Andre." ucap Viona.
"Tapi aku tidak suka kalau kamu ngobrol sama dia." ucap Reza dengan muka cemberut.
"Duh suamiku posesif banget sih, muka nya jangan di tekuk gitu dong, jelek tauk.." Viona terkekeh melihat wajah Reza yang di tekuk.
"Ya sudah kalau begitu jangan bawa mobil sendiri, aku akan mengantarmu ke kampus." Ucap Reza.
"Baiklah, aku akan mengikuti semua ucapan suamiku, sekarang mari kita sarapan dulu." ucap Viona agar Suaminya tidak berbicara lagi.
Suara dentingan sendok dan garpu saling bersahutan di meja makan, kedua nya makan tanpa berbicara, hanya sesekali pandangan mereka saling bertemu.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Viona dan Reza segera berangkat, Di sepanjang perjalanan Reza tak henti-hentinya menggoda Viona dengan hal hal yang berbau mesum. Viona terperangah melihat Reza yang banyak sekali berbicara, tentu saja berbeda saat pertama ia menikah.
Beberapa saat kemudian mobil Reza sudah sampai di depan gerbang kampus Viona, setelah berpamitan dan tentu nya menerima ceramah dari Reza untuk tidak dekat dengan dosennya, Viona turun dari mobil suaminya dengan senyum yang merekah.
"Gak usah pasang senyum manis seperti itu di kampus!!" Teriak Reza dari dalam mobil. Seketika Viona membekap mulutnya mendengar teriakan Reza. oh sungguh ia tak percaya Reza berubah jadi posesif seperti ini.
😆😆😆😆😆😆😆
Hay kak jangan lupa Vote,like dan komennya ya...terimakasih sudah membaca karya aku😘😘😘
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥