
Pagi ini di kantor polisi sedang ada pertemuan antara Reza dan Viona yang di dampingi pengacaranya dengan pak Yadi dan istrinya yang juga membawa pengacaranya.
Mereka semua berdiskusi mengenai kasus yang telah di laporkan oleh Viona kepada pihak kepolisian. Rencana nya Reza akan mencabut tuntutan istrinya dengan syarat yang akan diajukan kepada pak Yadi.
"Kami akan mencabut laporan atas kasus yang sedang di alami anak bapak dengan dua syarat." ucap Reza yang sudah membuat keputusan nya sejak tadi malam.
"Katakanlah nak Reza apa syaratnya?" ucap Pak Yadi.
"Pertama saya ingin pak Yadi dan bu Sarah menandatangi surat perjanjian yang sudah di buat oleh pengacara saya dan yang kedua saya minta Andre di pindahkan keluar kota, jangan di biarkan tetap tinggal di jakarta. Karena saya tidak ingin anak bapak mengganggu kami lagi saat sembuh." Reza berbicara sambil menatap pak Yadi dengan serius.
"Kalau boleh saya tahu apa isi surat perjanjian itu nak?" tanya pak Yadi.
"Nanti bapak bisa membaca nya sendiri sebelum menandatangani suratnya. Isinya hanya tentang konsekuensi yang akan di terima Andre jika berani mengusik kami lagi." jawab Reza.
"Baiklah nak Reza, kami akan memenuhi syarat yang nak Reza inginkan. Kami akan segera memindahkan Andre ke surabaya jika keluar dari sini." Pak Yadi pasrah dengan keputusan Reza, beliau hanya ingin Andre segera sembuh dari gangguan jiwanya.
Viona hanya diam mematung di samping Reza, tatapan nya menerawang jauh mengingat betapa buruknya kondisi pak Andre. Tadi sebelum berkumpul di ruangan ini Viona dan Reza terlebih dahulu melihat kondisi Andre yang di kurung di tempat terpisah.
Ketika melihat Viona datang menjenguknya, Andre langsung berdiri di balik jeruji besi dengan memanggil nama Viona berkali-kali. Wajah yang biasanya terlihat tampan kini hilang sudah. yang ada wajahnya terlihat layu dan rambut yang acak-acakan. Pak Andre terus histeris memanggil nama Viona berkali-kali, ia terus mengucapkan aku mencintaimu Viona, aku menginginkanmu Viona.
Viona merasa sangat bersalah melihat pak Andre yang depresi karena nya. Hatinya benar-benar luluh pagi ini. Ia bertekad untuk mencabut laporannya meskipun rasa trauma masih menjalar di hatinya.
"Sayang...Apa yang kamu pikirkan?" Reza menepuk paha Viona yang sejak tadi diam dengan tatapan kosong.
"Ah aku...aku tidak memikirkan apa-apa mas." Viona bingung harus menjawab apa.
"Tidak usah merasa bersalah, semua ini sudah jalan yang di berikan tuhan untuk kita semua." ucap Reza dengan suara yang lembut. Ia tahu Viona saat ini tengah memikirkan keadaan Andre yang dilihatnya tadi pagi.
Reza mengajak Viona untuk kembali ke kantornya, ada rapat yang harus di pimpin oleh Reza. Untuk urusan Andre ia serahkan kepada pengacara nya.
"Kamu ikut mas ke kantor ya..." ucap Reza sebelum keluar dari ruangan petugas kepolisian. Viona menganggukkan kepala nya tanda ia setuju.
Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di kantornya, ia tidak ingin terlambat untuk memulai rapat nya. Tidak ada yang berbicara selama dalam perjalanan menuju kantor milik Reza.
Dua puluh menit kemudian Reza sudah sampai di tempat parkir yang sudah di siapkan untuk mobilnya. ia segera keluar dari mobil dan berjalan ke dalam kantor dengan menggandeng tangan Viona.
Semua karyawan yang bertemu dengan Reza membungkukkan badannya dengan hormat. Reza hanya membalas dengan senyum tipis di bibirnya.
Viona hanya diam sambil melihat perubahan pada karyawan wanita yang bekerja di perusahaan suaminya.
"Mas, sepertinya ada yang beda ya dengan penampilan karyawan wanita?" tanya Viona ketika masuk ke dalam lift.
"Iya, mas sudah merubah peraturan untuk seragam yang harus di gunakan ketika berkerja, untuk karyawan wanita tidak perbolehkan memakai bawahan di atas paha." ucap Reza tanpa menatap istrinya. Reza sedang membuka ponselnya untuk menghubungi Adit.
"Hmmm jadi penasaran sama si Yola, kira-kira dia pakai apa ya?" Gumam Viona dalam hati dengan seulas senyum tipis di bibirnya.
Keduanya sudah sampai di lantai atas tempat ruangan Reza berada. Sebelum masuk ke ruangan suaminya, Viona terlebih dahulu pergi ke pantry untuk membuatkan minum suaminya.
Yola menatap Viona yang sedang berdiri meracik kopi kesukaan suaminya. Ia sebenarnya sangat geram dengan istri bos nya itu.
"Pasti kamu kan yang nyuruh pak Reza untuk merubah aturan berpakaian ku!!" Ucap Yola dengan nada sinis nya.
"Ih ngapain aku nyuruh-nyuruh mas Reza untuk ngurusin cara berpakaian kamu!!ya mungkin mas Reza terganggu kali liat sekretarisnya memakai baju kurang bahan." Ucap Viona yang terdengar sangat pedas di telinga Yola.
"Liat aja aku pasti akan merebut perhatian pak Reza!!"Ucap Yola dengan ketusnya.
"Kamu gak laku banget ya??cantik sih tapi sukanya sama suami orang!!" Sarkas Viona. Mendengar ucapan Viona membuat Yola geram, kalau saja bukan di kantor sudah di pastikan ia akan menyerang Viona.
"Harusnya kamu itu bersyukur, mas Reza udah nyelametin kamu dari mata pria jahat yang menginginkan tubuhmu yang sering terbuka Nona Yola!!" ucap Viona sambil mengaduk kopi hitam di hadapannya.
Yola pergi meninggalkan Viona yang masih ada di pantry, ia enggan untuk menjawab ucapan Viona. Ia benar-benar kesal dengan istri bos nya yang tidak bisa di tindas olehnya.
"Dasar Bipel (bibit pelakor) gak tahu diri!!Astaga masih ada wanita seperti Yola di bumi ini!!" Gerutu Viona sambil menatap punggung Yola yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya.
Viona membawa kopi buatan nya ke dalam ruangan suaminya. Ia membuka pintu dengan pelan untuk masuk ke dalam ruangan suaminya. Rupanya di sana ada Yola yang sedang berdiri di hadapan suaminya. Ia mengantar beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan Reza.
"Mas ini kopinya." Viona meletakkan kopi hitam milik suaminya di atas meja.
"Terima kasih sayang." ucap Reza dengan tatapan mata yang menyuruhnya untuk mendekat.
"Mas!! Malu tuh ada sekretaris kamu." Viona melebarkan matanya ketika Reza mengecup pipinya di hadapan Yola, sementara itu Yola mengalihkan pandangan ke arah lain ketika melihat adegan mesra di hadapannya.
"Sial!! pak Reza menunjukkan kemesraannya di hadapanku!!" Umpat Yola dalam hati.
Reza hanya tersenyum ketika melihat wajah Viona yang merona karena perbuatannya.
_
_
_
Aku udah double up nih kak😀boleh dong kasih Vote nya buat aku😂jangan lupa like dan komennya juga kak😘
Terima kasih😉
_
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥