
Masih terlalu pagi untuk Viona bangun saat ini, jam masih menunjuk kan pukul setengah empat pagi namun rasa mual yang menyerang perutnya tidak bisa diajak kompromi. Viona bergegas bangun dari tidurnya, ia memuntahkan sesuatu yang sejak tadi bergejolak di dalam perutnya.
Berkali-kali Viona mengeluarkan cairan kuning di wastafel kamar mandi nya. Hal itu membuat tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Ia bersandar di dinding kamar mandi dengan berjongkok di lantai.
"Hmmm jadi seperti ini rasanya." Gumam Viona dengan mata yang terpejam. Beberapa saat kemudian Viona teringat alat tes yang di belikan oleh mbak Sri kemarin sore. Viona langsung berdiri dan keluar dari kamar mandi. Ia berjalan menuju meja rias nya.
"Katanya mbak Sri kalau tes pakek ini harus bangun tidur biar dapat hasil yang akurat." Gumam Viona sambil memegang tiga buah tes pack dengan merk yang berbeda.
Viona kembali lagi ke kamar mandi untuk melakukan tes kehamilan sebelum ia benar-benar memberitahu Reza soal ini.
Setelah menampung urin nya dalam sebuah wadah dan mulai membuka tiga tes pack yang ada di tangan nya. Ia memasukkan ketiga nya sekaligus ke dalam wadah yang ada di hadapannya.
Beberapa saat kemudian Viona melebarkan matanya ketika melihat dua garis merah di ketiga tes pack yang di pegang nya saat ini.
"Mas Reza harus tahu tentang ini." ucap Viona dengan mata yang berbinar.
Viona menghampiri Reza masih bergelung di dalam selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya. Ia duduk di samping Reza dengan tangan yang sejak tadi menepuk pipi suaminya.
"Mas Reza!! mas!!! Mas Reza!!" Ucap Viona.
"Mas!!!" Viona sedikit menaikkan suara nya.
Reza mengerjapkan matanya pelan. Ia melihat Viona dengan wajah berbinar nya ketika berhasil membuka matanya dengan sempurna.
"Ada apa sayang??belum subuh ini. kamu mau nambah lagi?" tanya Reza dengan konyolnya.
"Ish!!Mas Reza selalu itu terus yang di bahas. Sekarang mas Reza duduk, aku punya kejutan untuk mas Reza." ucap Viona dengan satu tangan berada di balik punggung nya.
"Kejutan??" Reza menaikkan satu alisnya sambil menatap Viona setelah ia duduk bersandar di ranjangnya.
"Iya kejutan mas. Sekarang mas Reza tutup mata, gak boleh ngintip." ucap Viona dengan raut wajah yang tak bisa di lukiskan. Reza pun mengikuti perintah Viona, ia segera memejamkan matanya.
Viona menatap wajah suaminya yang sudah menutup matanya. ia membayangkan bagaimana ekspresi Reza jika tau ia hamil.
"Selamat mas kamu akan segera menjadi papa..." ucap Viona sambil menunjukkan ketiga tes pack di hadapan Reza yang masih terpejam.
Reza segera membuka matanya ketika mendengar Viona menyebut kata papa di ucapannya. Reza terperangah ketika melihat tes pack dengan dua garis merah.
Reza mengambil Tes pack dari tangan Viona. Ia menatap dengan seksama hasil tes milik istrinya itu. Ia benar-benar merasa bahagia mendapatkan Anugrah terindah dari tuhan yang kuasa.
"Sayang...apa ini benar?aku tidak mimpi kan sayang?" tanya Reza sambil menatap Viona dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya mas ini serius, kamu akan segera menjadi papa." ucap Viona.
Reza meletakkan tes pack yang di pegang nya di atas nakas. Ia segera meraih Viona kedalam dekapan nya. Reza berkali-kali mengecup puncak Rambut Viona.
"Apa mas Reza bahagia?" Tanya Viona yang berada di dada suaminya.
"Aku sangat Bahagia melebihi apapun. Akhirnya usaha kita setiap malam berhasil sayang." ucap Reza sambil membelai rambut Viona.
Viona mencubit lengan Reza tak kala mendengar penuturan suaminya, "Mas Reza mesum terus ih!!!" ucap Viona.
Reza terkekeh melihat Istrinya yang memanyunkan bibirnya. Ia merasa bahagia di pagi yang buta ini. Mata yang tadi nya menahan kantuk yang luar biasa sekarang hilang sudah entah kemana. yang ada ia ingin terus memeluk tubuh Istrinya seperti saat ini.
Viona melepaskan tubuhnya dari dekapan sang suami. Ia berlari ke kamar mandi ketika Rasa itu muncul dari perutnya. Ia memuntahkan seluruh cairan yang sejak tadi bergejolak di dalam perutnya.
"Sayang...apa yang terjadi?kenapa bisa muntah?" tanya Reza yang ada di belakang Viona dengan wajah yang terlihat panik. Ia memijat tengkuk Viona dengan pelan dan penuh kasih sayang.
"Aku juga enggak tahu mas, dari kemarin aku setiap subuh muntah terus." ucap Viona setelah membersihkan bibirnya.
"Nanti kita ke dokter kandungan ya, kita periksa kenapa kamu bisa seperti ini." ucap Reza yang saat ini menatap Viona dari cermin.
Viona membalikkan tubuhnya untuk menghadap Reza. Ia tersenyum memandang suaminya yang terlihat mengkhawatir kan keadaan nya. Reza tiba-tiba berjongkok di hadapan Viona. Ia mengecup perut rata milik istrinya itu. Sesekali di usapnya dengan lembut perut yang ada di balik piyama Viona.
"Hay Junior, Jangan nyusahin mami ya!!" ucap Reza sebelum mengecup perut Viona lagi. ia mengajak bicara Janin yang baru saja tumbuh di dalam perut istrinya itu.
"Mami??" Viona mengkerutkan dahi nya.
"Iya mami, mas ingin anak kita memanggilmu mami." ucap Reza sambil menengadahkan wajahnya. Viona tersenyum mendengar ucapan Reza, bagaimana bisa ia mengajak bicara perut yang masih rata itu.
"Mas Dia masih terlalu kecil, dia juga belum terbentuk dengan sempurna, jadi dia belum bisa mendengarkan mas Reza bicara." ucap Viona sambil mengusap rambut suaminya dengan penuh kasih sayang.
"Benarkah?" Reza meyakinkan ucapan Viona yang di jawab anggukan oleh sang istri. Akhirnya Reza mandi untuk persiapan sholat subuh yang segera tiba. Keduanya melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa terima kasih atas karunia yang di berikan oleh sang pencipta.
_
_
_
Ada yang pengen hamil gak nih kayak Viona??? terima kasih atas semua dukungan kak Reader yang baik hatiπjangan lupa Like, komen dan Vote nya ya kakππ
_
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯