
Pembicaraan serius tengah berlangsung di ruang keluarga milik Pak Surya, mereka semua membahas tentang masalah Dika yang di suruh menikahi kekasihnya. Pak Surya memutuskan untuk menemui orangtua kekasih putra nya itu nanti malam.
"Dika... Apa kamu benar-benar mencintai pacar kamu itu?" Tanya Pak Surya
"Iya Pa, Dika mencintai dia..." jawab Dika dengan menatap wajah sang Papa.
"Baiklah kalau begitu nanti malam Papa dan Mama akan menemui orangtuanya." Jawab Pak Surya.
Obrolan kembali berlangsung dengan membahas masalah pernikahan Dika yang dadakan itu. Baik Riki dan Viona mereka berdua ikut memberi saran untuk masalah pernikahan Dika.
"Aku jadi heran dengan kedua adik ku ini!!" Ucap Riki setelah selesai membahas masalah Dika.
"Kenapa emang??" Tanya Viona sambil menatap Riki dengan tajam sementara itu Dika hanya diam sambil menunggu jawaban Riki.
"Dua adik ku harus menikah karena di grebek orangtua. Viona di grebek Bu Salma di kamarnya Reza sementara Dika di grebek karena nekat kencan dengan anak seorang habib." Ucap Riki sambil terkekeh menatap Dika dan Viona bergantian.
"KAKAK!!!" teriak Viona dan Dika.
"Kita kan gak ngapa-ngapain ya sayang meskipun di kamar." Ucap Reza untuk membela istri nya yang tersulut emosi karena ucapan kakak sulung nya.
"Sialan Lu Kak!!" Sungut Dika yang juga ikut kesal dengan Riki.
"Ke kamar yuk Mas!! daripada dengerin Kak Riki yang omongan nya semakin ngelantur!!" Viona meraih tubuh Sellin yang sedang bermain di sampingnya.
Setelah Viona naik ke kamarnya, Pak Surya kembali membahas pernikahan Dika. Beliau berencana ingin melangsungkan pernikahan Dika dua minggu lagi sambil mempersiapkan surat-surat yang di butuhkan untuk surat nikah Dika kelak.
****
Dua minggu kemudian pernikahan Dika dan kekasihnya benar-benar di laksanakan di kediaman mempelai wanita. Resepsi pernikahan akan di laksanakan satu bulan lagi, jadi hari ini hanya ada acara akad nikah dan seserahan saja.
Malam itu Pak Surya dan Bu Yuni menemui keluarga kekasih nya Dika untuk membicarakan pernikahan anak-anaknya. Setelah melewati perbincangan yang cukup panjang akhirnya kedua orangtua itu sepakat untuk menikahkan putra dan putri nya dua minggu lagi dan saat inilah Akad nikah itu sedang berlangsung di hadapan semua anggota keluarga Dika dan kekasihnya.
Akad nikah berjalan dengan lancar. Saat ini Dika dan kekasih nya sudah sah menjadi suami istri. Semua orang menengadahkan tangan nya karena seorang pak Ustad tengah membacakan Doa dengan khidmat.
Acara di lanjutkan dengan sungkeman kepada keempat orangtua yang sudah duduk di tempatnya dan setelah itu acara di lanjutkan dengan pengajian yang di bawakan oleh Habib ternama di Jakarta.
Viona bangkit dari tempat duduk nya di ikuti oleh Reza di belakangnya karena tiba-tiba Sellin menjadi Rewel dan menangis dengan suara yang keras. Karena tidak ingin mengganggu pengajian yang sedang berlangsung, Viona memutuskan untuk keluar menuju taman yang ada di samping rumah kakak iparnya itu untuk menenangkan Sellin.
"Kenapa Yang kok Sellin tiba-tiba menangis seperti itu?" Tanya Reza yang duduk di samping Viona.
"Aku juga gak tahu Mas, Sellin gak demam juga kok." Ucap Viona sambil memegang kening dan leher Sellin.
"Apa dia merasa gerah ya, Coba kamu lepas baju nya Yang." Ucap Reza yang melihat Sellin terus rewel di pangkuan Viona.
Tanpa berpikir panjang, Viona mengikuti saran dari suaminya. Ia membuka baju yang di pakai Sellin satu persatu, hanya menyisakan kaos tanpa lengan dan daleman Sellin.
Beberapa saat kemudian Sellin tertidur pulas di pangkuan Viona dengan bibir yang masih berada di puncak dada Viona.
"Oh ternyata dia gerah dan ngantuk Yang." Ucap Reza dengan senyum yang mengembang di wajahnya setelah melihat Sellin yang terlelap tanpa baju yang di kenakan nya tadi.
"Semakin hari semakin menggemaskan saja kamu Nak!!" Ucap Viona sambil mengusap lembut rambut Sellin.
"Terus ini gimana mas? Apa kita tetap disini?" Tanya Viona kepada Reza.
"Iya disini aja Sayang, lagian kasihan Sellin kan baru aja tidur. Tahu sendiri kan gimana Sellin jika waktu tidurnya terganggu!!" Ucap Reza sambil menatap Viona.
"Iya bisa menggemparkan seisi ruangan dia nanti Mas, kenceng banget lagi suaranya kalau nangis!!" Viona terkekeh ketika mengingat kelakuan putrinya.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menunggu acara sampai selesai di taman yang terasa sangat Asri ini. Beberapa saat kemudian semua rangkaian acara telah selesai. Semua keluarga bingung mencari keberadaan Viona dan suaminya yang tiba-tiba menghilang.
"Astaga!! jadi kalian pacaran disini??" Ucap Riki begitu menemukan adiknya duduk di taman bersama suaminya.
"Di cariin Mama dan Papa tuh, Dika juga ngajak foto bareng." Ucap Riki yang berdiri di depan Viona.
"Bilangin sama Kak Dika kalau resepsi aja foto barengnya. Sellin masih tidur ini." Ucap Viona.
"Ini bocah kenapa Vi kamu lepas semua bajunya??" Tanya Riki yang baru saja menyadari sang keponakan hanya memakai kaos tanpa lengan.
"Kakak tadi gak dengar suara Sellin yang menangis?? dia ternyata ngantuk dan gerah." jawab Viona.
"Ada-ada saja bayi satu ini!!" Riki tersenyum melihat keponakan nya yang terlelap di gendongan Viona. Setelah itu Riki berjalan meninggalkan Viona dan Reza. Ia masuk kembali ke dalam ruangan untuk bergabung bersama keluarganya.
"Sayang, aku ambilin Makan ya... kamu pasti lapar kan??" Ucap Reza sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Boleh mas, tapi yang banyak ya Mas!!" Ucap Viona lirih. Reza hanya terkekeh mendengar permintaan istrinya itu.
Viona menatap Reza yang berjalan ke dalam rumah Kakak iparnya. Ia tersenyum karena bahagia mempunyai suami yang perhatian seperti Reza.
"Ternyata Mas Reza benar-benar membuktikan janji nya untuk berubah menjadi lebih baik. Ya tuhan terima kasih telah memberikan suami seperti Mas Reza. Terima kasih Mas, kamu benar-benar membuktikan ucapan mu saat itu untuk berubah menjadi lebih baik untuk aku dan Sellin." Ucap Viona dengan suara yang lirih sambil menatap wajah Sellin yang terlelap di gendongan nya.
_
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥