Wheel Of Love

Wheel Of Love
Manja-manja an...



Sepasang kekasih sedang tertidur pulas di dalam sebuah apartemen mewah, setelah melakukan pertempuran panas di siang bolong seperti ini.


Rindu yang melanda hati, jiwa dan raga telah mereka satukan dengan hasrat yang menggebu.


Gaya pacaran Reza memang terkesan bebas, kebutuhan Seksual nya memang harus terpenuhi, Reza termasuk laki laki yang mempunyai hasrat yang begitu besar tapi dia tidak suka bergonta ganti pasangan.


Perlahan Reza mengerjapkan kedua matanya, rupanya hari sudah mulai petang, entah dia tertidur berapa jam setelah pertempuran itu.


Reza segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, cukup lama dia berendam di kamar mandi milik Mirna.


Reza keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di pinggulnya dan rambut yang masih basah.


Mirna baru bangun ketika Reza sudah memakai pakaian lengkapnya. Reza tersenyum manis sambil menatap Mirna yang masih enggan untuk bangkit dari ranjangnya.


"Aku akan segera pulang, kamu tidak mau mandi?" tanya Reza sambil memasang arloji di tangannya.


"Nanti saja, aku masih capek." jawab Mirna.


"Minggu depan aku akan keluar kota agak lama, kamu tidak papa kan?" pamit Reza kepada Mirna. Reza sengaja berbohong kepada Mirna tentang pernikahannya, minggu depan adalah hari pernikahannya dengan Viona.


"Santai aja yank, Aku kan sudah biasa kamu tinggal keluar kota." jawab Mirna sambil mengulas senyum.


"Tapi aku lusa akan berangkat ke bali, mungkin di sana agak lama, sekitar 3 minggu." lanjut Mirna.


"Baiklah,s emoga karir kamu semakin sukses. Aku pulang dulu ya."ucap Reza sambil mencium kening Mirna.


"oke sayang... hati-hati ya" ucap Mirna.


Reza pulang dengan wajah yang lebih segar, dia mengendarai mobil kesayangannya dengan kecepatan normal, Reza begitu menikmati perjalanan pulangnya, suasana hati yang bagus membuatnya terus tersenyum.


setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya Reza sampai di rumahnya. Reza segera memarkirkan mobilnya ke dalam garasi, Reza segera masuk ke rumahnya, saat sampai di ruang tengah Reza segera menghampiri keluarganya, mendudukkan tubuhnya di sebelah sang mama.


"Cie yang habis ketemu calon istri, senyum-senyum bae." celetuk Khanza.


"apa an sih kamu itu Khan" sahut Reza "Gue tuh bahagia bukan karena Viona, tapi karena goyangan mirna yang paling hot" lanjutnya dalam hati.


"Iya nih dari tadi mama lihat wajah kamu sumringah banget Za"ucap bu Salma.


"masak sih ma?" tanya Reza sambil mendaratkan kepala nya di pangkuan bu Salma. " Reza kangen sama mama..." lanjut Reza.


"Dih manja banget, kayak bocah aja" ledek Khanza sambil bergidik ngeri sedangkan pak Danu hanya menggelengkan kepalanya sambil tetap menatap layar televisi nya.


"apa mama bahagia?" tanya Reza sambil mendongakkan kepalanya menatap bu Sallma.


"mama sangat sangat sangat bahagia, melihat putra kesayangan mama patuh seperti ini, mama bahagia akhirnya kamu bisa meninggalkan wanita itu za...." jawab bu Salma sambil mengelus rambut Reza.


Reza hanya menjawab dengan senyum yang di paksakan, sejujurnya hatinya sangat terpukul mendengar jawaban mamanya. Sebenci itu kah mamanya pada Mirna?tanya nya dalam hati.


~


Malam ini Viona sedang bersantai dengan kedua kakaknya di gazebo taman belakang rumahnya.


momen ini jarang sekali terjadi karena kedua kakaknya sibuk bekerja.


Viona sangat manja kalau sedang bersama kedua kakaknya, nempel terus seperti perangko.


"Vio... kira-kira kalau udah nikah masih manja gak sama kakak?" tanya Dika


"masih dong kak". jawab Viona singkat


"jangan malu-maluin vio, kamu udah jadi istri orang, masak iya masih manja" sahut Riki


"la emang kenapa?kita itu saudara kak, masak iya gara-gara aku punya suami gak boleh manja sama kakak sih." ucap Viona sambil mendongakkan kepalanya. Viona saat ini sedang tiduran diatas paha Dika.


"Kita bisa di kasih bogem mentah sama suami kamu vio kalau dia lihat kamu seperti ini kalau sama kakak hahahahah" ujar Dika sambil tertawa.


"Dia gak mungkin bucin kak sama Vio, apalagi cemburu." ucap Viona sambil memanyunkan bibirnya


"Awalnya mungkin kalian memang belum bisa mencintai satu sama lain, tapi lambat laun kalian pasti sama-sama bucin". jelas Dika sambil terkekeh.


"gimana kalau kita taruhan saja vio?" tantang Riki "dalam waktu 3 bulan kakak pastikan kalian sudah sama-sama bucin". lanjut Riki


"kalau sampai lebih dari 3bulan kalian belum saling mencintai kakak dan kak Riki akan membelikan kamu mobil BMW deh". ucap Dika


"Oke deal ya...."jawab Viona sambil menjabat tangan kedua kakaknya.


jangan lupa vote,like dan komennya ya kak🤗🤗🤗😘