Wheel Of Love

Wheel Of Love
menangis...



Viona memasuki kamarnya yang ada di lantai dasar. Dia sengaja memilih lantai dasar karena dekat ruang gym milik Reza sedangkan Reza sendiri menempati kamar utama yang ada di lantai dua. Di rumah ini ada dua asisten rumah tangga yang bertugas memasak dan membersihkan rumah.


Viona mengeluarkan pakaian dari dalam koper, menatanya kedalam almari besar yang ada di sudut ruangan. Kamarnya tidak terlalu besar seperti kamar yang ada di lantai dua.


Setelah selesai menata rapi semua pakaian nya, Viona merebahkan dirinya diatas ranjang sambil menatap langit-langit kamar.


"pernikahan macam apa ini?aku tau kita tidak saling mencintai, tapi bagaimana bisa suami istri tidur di kamar yang berbeda, apa semua ini salahku yang tidak memberikan Hak nya??tapi dia juga tidak memintanya. *ja*di selama dua hari kemarin sikapnya yang baik hanya berpura-pura di depan semua orang,ohhh menyedihkannya aku hiks..hikss...hikss.....


kenapa sih dia harus mengatakan perceraian, horor banget dengernya hiks..hiks...


tidak pernah sekali pun aku membayangkan ada perceraian di hidupku.


coba saja aku dulu menikah dengan kak Husein, pasti aku tidak akan di perlakukan seperti ini. Kak Husein aku kangen kak, apa kakak tau betapa aku merindukan saat-saat bersamamu kak?" gumam Viona dalam hati sambil mengusap air matanya yang turun membasahi pipi mulusnya. Semakin lama Viona mengingat Husein semakin banyak air mata yang meleleh membasahi pipinya, Viona terisak sambil membenamkan wajahnya di bantal yang ada di kepalanya. Dia begitu sedih dengan situasi ini.


drrt...drrrt ..drrt..drrrt..drrt...


Viona mengangkat wajahnya begitu ponselnya tiba-tiba bergetar. Dia begitu terkejut ketika tau Husein yang menghubunginya. Dengan segera Viona menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum vio..." ucap Husein di sebrang sana.


"Waalaikumsalam kak..." jawab Viona dengan suara khas orang yang habis menangis.


"selamat ya atas pernikahannya, maaf aku tidak datang ke pernikahanmu vio" ucap Husein dengan suara yang sedikit lemah


"Vio...maafin kakak, aku melakukan semua ini demi kebahagiaanmu, kamu tidak akan bahagia jika menikah bersamaku Vio...." jelas Husein dengan suara yang lembut.


"terus kakak pikir aku bahagia menikah dengan laki-laki pilihan papa?asal kakak tau bahkan kami tidak tidur satu kamar!!dia juga akan menceraikan aku satu tahun lagi jika kami tidak bisa saling mencintai!!apa ini yang dinamakan bahagia menurut kak Husein hmm??"cerocos Viona sambil terisak. Tanpa sadar dia meluapkan emosinya kepada Husein.


"Vio... maafkan aku, maaf vio maaf..." suara Husein yang semakin lemah.


tutt... tiba-tiba telfon mati ketika Viona hendak menjawab permintaan maaf Husein. Viona meletakkan ponsel diatas nakas, kemudian dia kembali membenamkan wajahnya di atas bantal.


Setelah menerima telfon dari Husein, Viona semakin menangis tersedu hingga dia tertidur di siang itu.


Reza sedang menikmati makan siang sendiri tanpa Vona, dia masih canggung untuk mengajak Viona makan bersamanya. Sambil makan dia memandang kamar Viona yang masih tertutup.


Karena Vio tak kunjung keluar dari kamarnya akhirnya Reza menyuruh bu Mina untuk mengantar makanan ke kamar Viona.


"kenapa juga aku khawatirin dia, eh tapi kalau dia sampai sakit karena gak makan bisa di omelin mama aku... huhh... ribet banget jagain anak orang" gerutu Reza sambil mengupas apel di tangannya.


♥️


Hay kak jangan lupa vote,like dan komen yaa😘😉