
Matahari perlahan bergerak ke arah barat menandakan waktu ashar telah tiba dan kini Suara adzan telah menggema di komplek tempat tinggal Viona dan Reza.
Viona baru saja keluar dari kamar mandi setelah beberapa saat yang lalu merendam tubuhnya di bathup dengan air hangat. Viona keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe dan handuk putih yang melilit rambut panjangnya.
"Mas bangun Mas!!! udah sore Mas..." Viona membangunkan Reza yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia menggoyangkan lengan Reza berkali-kali agar segera bangun dari tidurnya.
"Masih ngantuk Yang." Ucap Reza dengan mata yang masih terpejam. Ia mengeliatkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
"Udah sore mas, cepat mandi gih!!" Ucap Viona yang masih duduk di samping Reza.
"Aku tungguin mas, kita sholat ashar bareng Yuk!! Kan jarang kita bisa sholat ashar berjamaah." Ucap Viona lagi. Perlahan Reza membuka matanya, ia menatap Viona yang sedang duduk di samping nya dengan wajah yang terlihat segar. Reza mendekatkan tubuh nya di perut Viona. Ia mengelus perut Viona dengan pelan.
"Apa tidak kram lagi Yang?" Tanya Reza sambil menatap Viona.
"Udah baikan Mas, aku tadi habis berendam air hangat Mas." Ucap Viona.
"Cepat mandi Mas!!" Ucap Viona dengan suara yang sedikit naik.
"Iya Sayang iya..." Reza bangun dan berdiri dari tempat tidurnya. Ia segera berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Viona berjalan menuju almari pakaian nya. Ia mengambil baju ganti untuknya dan sekaligus menyiapkan untuk Reza.
Lima belas menit kemudian Reza sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Ia memakai pakaian nya dan segera bersiap untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam.
Matahari terus bergerak turun di ufuk barat, membuat langit yang biru berubah menjadi berwarna jingga. Viona dan Reza keluar dari kamarnya setelah menyelesaikan kewajibannya. Mereka berdua duduk di teras belakang rumahnya sambil menikmati makanan dan minuman yang baru saja di bawakan oleh Bu Mina.
"Nanti jadi kan mas?" Tanya Viona sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Asal kamu baik-baik saja Mas tidak masalah mau pergi kapan pun." Ucap Reza setelah selesai meminum kopi nya.
"Aku baik-baik aja mas." Ucap Viona yang sedang membenarkan posisi duduknya.
"Oh iya mas, kita tidak usah dulu ya menyiapkan kamar pribadi untuk putri kita nanti." Lanjut Viona sambil menatap Reza.
"Kenapa begitu??" tanya Reza.
"Aku ingin dia tidur bersama kita mas, aku ingin terus menikmati waktu bersama dia. Nanti setelah dia sudah agak besar saja ya di pindah ke kamar nya sendiri." Ucap Viona
"Terus Yang?" Reza ingin mendengar kelanjutan pendapat Viona.
"Kita Renovasi kamar aja Yang, gimana kalau kamar yang ada di sebelah kita jadikan Walk in closet, jadi di gabungin gitu dengan kamar kita, nanti semua almari dan barang-barang di taruh di sana terus box bayi di masukkan ke kamar kita aja mas." Ucap Viona panjang lebar.
Reza diam sejenak untuk memikirkan pendapat istrinya. Ada benar nya juga pendapat yang di utarakan oleh Viona. Sebenarnya Ia juga ingin menikmati tidur bersama putri nya ketika masih bayi karena ke depan nya momen itu tidak bisa terulang lagi ketika putrinya semakin tumbuh besar.
"Boleh deh Yang. Sebelum kamu lahiran semua akan siap sesuai dengan keinginan kamu." ucap Reza sambil menatap Viona. Ia kagum dengan kedewasaan yang di miliki oleh istrinya meskipun masih berada di umur yang terbilang sangat muda.
...π π π π ...
Setelah melaksanakan kewajiban tiga rakaatnya, Reza dan Viona berangkat menuju pusat perbelanjaan besar yang sedikit jauh dari tempat tinggalnya.
Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan terus fokus ke jalanan yang ada di depan nya. Beberapa saat kemudian Ia sampai di tempat parkir yang ada di depan Mall yang di kunjungi nya saat ini.
Mereka berdua berjalan memasuki gedung raksasa yang di penuhi banyak orang. Viona langsung menggandeng tangan Suaminya untuk segera menuju tempat perlengkapan bayi atau baby Shop.
"Lucu-lucu ya mas!! jadi bingung mau beli yang mana..." Ucap Viona tanpa menatap Suaminya.
"Ya sudah beli aja semuanya Yang, gak usah bingung!!" Ucap Reza dengan entengnya.
"Hmmm boleh juga ide kamu Mas!!" Tanpa berpikir lagi Viona memasukkan beberapa setelan ke dalam keranjangnya lalu ia terus berjalan menuju Perlengkapan yang lain nya. Viona benar-benar kalap karena begitu banyak yang ia beli untuk buah hatinya entah sampai ada berapa keranjang yang berjajar di dekat kasir. Reza terus menemani Viona yang sedang memilih Box bayi dengan berbagai jenis dan model yang berbeda.
"Enak nya kita beli yang bagaimana mas?" Viona meminta pendapat Reza.
"Kita beli yang itu saja ya... sepertinya kualitasnya bagus." ucap Reza sambil menunjuk box bayi berwarna putih.
"Hmmm Tapi itu terlalu besar mas." sanggah Viona
"Iya gak papa lah, anak kita semakin hari akan tumbuh besar Sayang jadi box itu pilihan yang tepat untuk putri kita agar bisa bergerak dengan leluasa." Reza memberi pengertian untuk Viona.
Viona diam sambil memikirkan apa yang baru saja di ucapkan oleh suaminya. Ia sebenarnya ingin membeli box berwarna pink yang lucu seperti yang ada di depan nya saat ini.
"Iya deh aku ikut saran Mas Reza aja, kita beli yang itu saja." Ucap Viona sambil menunjuk Box pilihan suaminya. Viona melanjutkan berjalan menuju tempat stroller bayi, ia memilih Stroller berwarna hitam yang fungsinya lebih dari satu.
Acara belanja perlengkapan bayi terus berlanjut sampai Viona sudah merasa lelah karena terlalu lama berdiri. Reza menyuruh Viona untuk duduk di kursi yang ada di dekat kasir sedangkan Reza segera menyelesaikan transaksi nya di meja kasir.
Karena banyak sekali barang yang di beli olehnya, Reza menyuruh pihak toko untuk mengirimnya saja ke alamat rumah yang sudah di tuliskan oleh Reza.
Setelah menyelesaikan transaksinya, Reza mengajak Viona untuk segera pulang karena Reza melihat wajah Viona yang sudah terlihat lelah. Tak lupa mereka mengisi perut yang sudah berdemo ingin menikmati asupan makanan sebelum meninggalkan Mall ini.
Viona mengajak Reza untuk makan di restoran seafood kesukaannya. Mereka berdua duduk di kursi yang ada di dekat dinding kaca yang ada di depan Restoran.
Sambil menunggu makanan yang sudah di pesan oleh suaminya, Viona menatap orang-orang yang sedang berlalu lalang di dalam pusat perbelanjaan ini. Viona melebarkan matanya ketika melihat wanita yang memakai hijab sedang berjalan bersama seorang pria.
"Itu seperti Yola..." Gumam Viona sambil menatap Punggung Wanita yang sedang berjalan menjauh dari restoran tempat mereka berada saat ini.
"Siapa Yang?" tanya Reza penasaran.
"Emm bukan siapa-siapa Mas, sepertinya aku salah lihat orang." Ucap Viona yang mengalihkan pandangannya untuk menatap suaminya yang berada di hadapannya saat ini.
_
_
Happy Reading kakπjangan lupa Follow ig othor juga ya... @tie_tik
Terima kasih untuk yang selalu mendukung karya saya sampai saat iniπ
_
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯