Wheel Of Love

Wheel Of Love
pak Andre gila!!



Viona berjalan masuk ke dalam gedung kampus yang megah ini, ia menuju kelasnya untuk menghampiri kedua temannya yang sudah datang lebih dulu. Viona berjalan melewati ruangan pak Andre, dengan buru-buru ia melewati ruangan itu untuk menghindari dosen yang tengah gencar mendekatinya.


"Viona..." Sapa pak Andre sambil membuka pintu ruangannya.


"Eh, iya pak." Viona sedikit terkejut dengan kehadiran pak Andre.


"Boleh kita bicara sebentar Vi di ruangan saya." Pak Andre mengajak Viona masuk ke ruangannya.


"Maaf ada apa ya pak?apa tidak bisa kita bicara disini saja?" ucap Viona.


"Lebih baik bicara di dalam saja Vi, tidak ada yang mengganggu." Pak Andre masih keukeh dengan keiinginannya.


"baik pak, tapi saya tidak bisa lama-lama ya pak." ucap Viona sambil masuk ke dalam ruangan pak Andre.


Viona duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan meja pak Andre, di tatap nya wajah dosen itu dengan seksama, mencari apa maksud dan tujuan ia di bawa masuk ke ruangan ini.


"Jadi ada apa bapak memanggil saya kemari?" tanya Viona to the point.


"Tidak ada, saya hanya ingin ngobrol dengan kamu tanpa ad yang mengganggu." Ucap pak Andre dengan santainya.


"Kalau begitu saya kembali ke kelas saja pak." ucap Viona sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu Viona, jangan kembali dulu, duduklah!!" Pak Andre menahan Viona yang akan pergi.


"Saya hanya ingin mengenal kamu lebih dekat lagi Vi, Setelah kepergian Husein mungkin saya bisa mengisi kekosongan hati mu Vi?" ucap pak Andre tanpa basa basi.


"Maaf pak saya tidak bisa." jawab Viona


"Why?" sahut pak Andre


"Karena saya sudah punya suami pak, saya sudah menikah." ungkap Viona.


"Kamu tidak bisa menolak saya dengan alasan yang tidak masuk akal itu Vi, jangan berbohong Viona!!" ucap Pak Andre dengan memandang wajah Viona.


"Saya tidak bohong pak, saya memang benar-benar sudah punya suami." ujar Viona dengan sedikit menekan kata suami di depan pak Andre.


"Viona tolong beri saya kesempatan untuk mengenal kamu lebih dekat lagi." Pak Andre menatap Viona dengan tajam.


"Maaf pak saya tidak bisa, bapak bisa cari wanita lain, masih banyak wanita yang lebih baik dari saya pak." Viona berdiri dari tempat duduknya. ia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, namun baru saja ia merah handle pintu tangan kirinya di tarik oleh pak Andre.


"Lepaskan saya pak..LEPASKAN!!" ucap Viona dengan nada tinggi.


"Saya akan melepaskan kamu setelah kamu menerima permintaan saya." ucap Pak Andre dengan seringai jahat di wajahnya. Sungguh Viona tak menyangka pak Andre berubah menjadi pria pemaksa seperti ini, padahal yang ia tahu pak Andre selalu menampilkan wajah manisnya, senyum yang ramah dan tak lupa sopan santunnya.


Cengkraman tangan pak Andre pada pergelangan tangan Viona sangat kuat hingga Viona merasakan sakit yang teramat sangat, mata nya semakin berembun mendapati pak Andre yang semakin keras menekan tangannya.


"Lepaskan saya pak atau saya akan teriak agar semua orang tahu siapa pak Andre yang sebenarnya!!" Viona mengancam Pak Andre


"Teriak saja kalau memang kamu berani, semua orang tidak akan percaya dengan apa yang kamu katakan. Ayo teriak saja Viona!!" pak Andre menantang Viona.


"Dasar dosen Gila!!Apa bapak sudah tidak waras sampai melakukan semua in?" Sungut Viona.


"Aku menjadi seperti ini karena kamu Viona, kamu yang sudah membuat aku gila, dari dulu setiap malam aku membayangkan bisa menjadi pasangan kamu, tapi aku tidak ada celah untuk masuk dalam hubunganmu bersama Husein." pak Andre menjelaskan perasaannya pada Viona.


"Sampai kapan pun bapak tidak akan bisa memiliki saya, karena saya sudah MENIKAH pak!!" ucap Viona dengan ketus nya. karena sudah tak tahan lagi dengan pak Andre, Viona tiba-tiba menginjak kaki dosennya itu dengan sangat kuat, Sang pemilik kaki pun terkejut dan kesakitan, dan langsung saja Viona keluar dari ruangan pak Andre.


Viona berlari ke kelasnya sambil mengusap air mata yang turun di pipi nya. Nafasnya tersengal kala ia sampai di bangku kesayangannya.


"huuh...huhh...huh...!!!" suara nafas Viona yang tak beraturan.


"elu kenapa Vi?" tanya Mela dengan heran.


"Minum dulu Vi." ucap Reva seraya menyerahkan sebotol air mineral yang di belinya beberapa saat yang lalu.


"Gue habis di tahan pak Andre di ruangannya, lihatlah tanganku sampai merah begini." Setelah itu Viona menceritakan semua yang terjadi di dalam ruangan pak Andre.


Mela dan Reva di buat menganga dengan apa yang terjadi padanya pagi ini.


"Gue gak nyangka kalau pak Andre seperti ini." Mela menggelengkan kepalanya.


"Elu gak cerita sama mas Reza vi tentang ini." tanya Reva


"gue juga bingung Re, Gue takut Re?" ucap Viona dengan air mata yang terus saja meleleh dari pelupuk matanya.


😀😀😀😀😀


🔥🔥🔥🔥🔥🔥