Wheel Of Love

Wheel Of Love
Cemburu?



"Kak Husein, aku datang kak." ucap Viona dengan menaruh bunga di pusara Husein.


Viona duduk bersimpuh di sebelah makam Husein dengan mata yang berkaca-kaca, Viona masih belum bisa melupakan Husein sepenuh nya, kilasan kenangan-kenangan indah masih berkeliaran di pikiran nya.


"Apa kak Husein bahagia disana?" tanya Viona sambil mengusap pusara Husein.


"Tentu Vi, Kak Husein mu itu pasti bahagia di tempatnya yang baru, apalagi kalau kamu melakukan harapan nya selama ini." sahut Mela sambil menepuk pundak Viona.


Viona menoleh ke arah Mela "benarkah?"


"Ayo cepat kita baca doa dulu, entar ngobrol nya di mobil aja ya, gue takut lama-lama disini!!" ucap Reva sambil mengedarkan pandangan nya.


Ketiga gadis itu pun akhirnya melakukan doa bersama untuk Husein, Mereka melakukan dengan khidmat hingga selesai.


"Aku pulang kak, semoga kak Husein tenang disana." ucap Viona dengan mata yang berkaca-kaca.


Akhirnya Mereka bertiga berjalan keluar dari area makam dan segera pulang ke rumah Viona.


Mela dan Reva memutuskan untuk mampir di rumah Viona untuk sekedar bersantai.


Viona membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Mereka bertiga ke kamarnya.


Viona segera bergabung dengan kedua temannya yang sudah terlentang di atas ranjang nya.


"Gimana skripsi kalian apa sudah selesai?" tanya Reva.


"hehehe...Gue belum selesai" Ucap Mela dengan senyum tanpa dosa.


"Gila lu...sebentar lagi sidang woe.." ucap Reva dengan tangan yang sudah menoyor kepala Mela." elu gimana Vi?" lanjut Reva.


"Gue tinggal dikit lagi, masih buntu otak gue buat berfikir huhh..." jawab Viona.


"Eh Vi, jadi sebenarnya hubungan elu sama mas Reza gimana sih?" tanya Mela tiba-tiba.


"Gue juga gak tahu, gue minta cerai tapi dia meminta waktu untuk memikirkan lagi, gue tuh bingung sama mas Reza, mau nya apa sih tuh laki." Viona mengomel dengan muka yang di tekuk.


"Jangan-jangan dia mulai ada rasa sama elu Vi!! ucap Reva.


"Mana mungkin ada rasa, udah jelas dia masih aja mempertahankan wanita lain, gue benci banget dengan keadaan ini, huuuhhh....!! Viona menghela nafasnya kasar ketika mengingat saat Reza bermesraan dengan perempuan lain.


"Elu cemburu Vi?" Ucap Mela sambil menatap wajah Viona.


"haaa...masa sih gue cemburu?gue aja gak ada cinta sama dia!!" ucap Viona.


"gue setuju sama elu mel, kalau emang nih ya elu gak ada rasa sama Laki lu, mana mungkin elu marah saat dia berduaan sama perempuan lain." Ucap Reva tanpa menatap Viona.


"Sekarang gini deh, apa elu merasakan sesuatu yang beda saat di dekat mas Reza?" tanya Mela kemuudian.


"jantung gue rasa nya berdetak lebih kencang kalau dekat sama mas Reza, gue salah tingkah, padahal ya kalau sama kak Husein gue gak pernah segugup itu." Viona menjelaskan dengan terbuka apa yang di rasakan olehnya.


Reva dan Mela menahan tawanya mendengar penuturan Viona barusan.


"itu nama nya elu ada rasa sama suami lu vi!!oh ya ampun kenapa temen gue oon begini!" Mela mengusap muka nya dengan kesal.


"Masa sih?emang bisa ya pindah ke lain cinta secepat itu?" tanya Viona dengan menatap kedua teman nya.


"apapun itu vi, gue saranin ya mending elu perbaiki deh hubungan elu sama mas Reza. Elu gak kasian apa sama Husein, dia udah ngorbanin perasaannya hanya untuk liat elu bahagia, masak elu mau menyerah aja sama pernikahan ini, jadi mending elu bicarain baik-baik deh sama suami Lu." Ucap Mela dengan serius.


Viona hanya diam sambil mencerna apa yang di bicarakan oleh kedua teman nya, "akan gue pertimbangkan lagi lah."


Mereka bertiga asyik dalam obrolan dan gurauan di kamar Viona sampai tertidur pulas, dan ketiga nya bangun saat hari sudah mulai petang.


**


Sementara itu Reza di bali saat ini sedang uring-uringan melihat kekacauan di kantor cabang yang ada di sana. Sejenak Reza memijat kening nya pelan untuk mengurangi pening yang ada di kepala nya.


Sambil memejamkan mata, Reza menyelami pikiran nya. di dalam otak nya saat ini ada Masalah kantor, Mirna, Viona dan mama Salma.


"Dit, cepat selesaikan masalah nya, aku ingin cepat pulang Dit." perintah Reza kepada Adit yang ada di Sofa sambil berkutat dengan laptop nya.


"mungkin besok siang sudah selesai pak, setelah itu bapak sudah tidak ada jadwal lagi di sini." ucap Adit masih dengan laptop di hadapannya.


"kalau begitu urus kepulangan kita besok sore dit." ucap Reza


"baik pak." ucap Adit.


Rasanya Reza ingin segera pulang untuk menemui mama nya. Penyesalan yang ada di hati nya begitu besar karena pernah membantah mama nya hingga masuk rumah sakit.


Wajah Viona yang menangis tiba-tiba terlintas di mata nya, Reza ingat jika belum sempat memberi kabar pada Viona, dengan segera ia mengeluarkan ponsel yang ada di saku nya. Mata nya melotot ketika ada banyak panggilan dan pesan dari Mirna.


"Cih, telfon sampai 50 kali dan mengirim pesan sampai 100 kali, dasar perempuan gak tahu malu." gerutu Reza sambil memandang ponsel nya.


Sayang...


Sayang...


Sayang...


Sayang...


Tolong angkat telfon ku sebentar saja.


Akan aku jelaskan semua nya sayang...


Maafin aku yank..


Aku sangat mencintai kamu..


Sayang jangan seperti ini...


Dan masih banyak lagi pesan yang dikirim oleh Mirna.


"ck SIALAN! benar-benar gak tahu malu perempuan ini!" umpat Reza kesal ketika membaca pesan terakhir yang dikirim oleh Mirna.


Sayang, kenapa kartu dari kamu semua nya terblokir sih?


😂😂😂


🔥🔥🔥🔥🔥