Wheel Of Love

Wheel Of Love
Di rumah Husein



Jam sudah menunjukkan pukul 18.45 WIB. Viona dan Reza datang terlambat di rumah Husein, Jalanan macet yang menyebabkan mereka berdua datang terlambat di rumah Husein.


Acara sudah di mulai beberapa saat yang lalu, terlihat banyak tamu undangan yang sudah duduk di tempat masing-masing untuk melaksanakan pengajian. Viona dan Reza segera bergabung dengan tamu yang lain di kursi paling belakang.


Acara berlangsung dengan khidmat, rangkaian acara demi acara telah di laksanakan sampai penutupan doa. Para undangan mulai beranjak dari tempat duduknya setelah acara selesai.


Viona dan Reza masuk ke dalam rumah untuk menemui keluarga Husein yang sedang berkumpul.


"Assalamualaikum..." ucap Viona di ambang pintu.


Semuanya menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang, lalu semua menjawab salam dari Viona. "Waalaikumsalam..."


Bunda Wina langsung berdiri menyambut kedatangan Viona, beliau sedikit berlari melihat Viona yang termanggu di depan pintu.


"Anakku..." ucap bunda Wina ketika sudah memeluk Viona.


"kenapa baru datang nak?" lanjut bunda Wina yang masih ada di pelukan Viona.


"Vio sudah dari tadi Bund tapi Vio di depan." ucap Viona sambil mengurai pelukan bunda Viona.


"Bunda... ini mas Reza suami Viona." Viona memperkenalkan Reza pada bunda Wina.


"Saya Reza tante..." Reza menjabat tangan bunda Wina.


"Selamat datang di keluarga kami nak Reza, Mari kita masuk ke dalam." Ucap Bunda Wina dengan mengulas senyum nya. Viona berjalan di belakang bunda Wina untuk bergabung dengan anggota keluarga yang lain.


Viona dan Reza menjabat tangan satu persatu anggota keluarga yang ada dalam ruangan itu, Mereka sudah tahu siapa Viona sebenarnya.


Di dalam Ruangan ini semua mengajak ngobrol Viona dan Reza, tidak ada kecanggungan di antara mereka semua.


"Vi kita lantai atas ya, bunda dan ayah ingin bicara sebentar saja, Ajak suami kamu juga." Bunda Wina mengajak Viona untuk mengikuti nya ke lantai 2 rumahnya. Viona hanya mengangguk lalu dengan bahasa mata ia mengajak Reza untuk mengikuti bunda Wina.


Mereka berempat melewati tangga untuk sampai ke lantai dua, Reza terus menggenggam tangan kanan Viona, ia melihat gurat kesedihan di wajah Viona, ia mengerti semua ini tidak mudah untuk di lalui apalagi melihat kedekatan keluarga Husein pada Viona.


Mereka berempat duduk di ruang keluarga yang ada di lantai dua, pak Salim memandang wajah Reza dengan seksama.


"Nak... terima kasih ya sudah datang kesini, bunda kira kamu tidak akan datang bersama suami kamu." ucap Bunda Wina.


"Kami pasti datang bunda..." ucap Viona


"Nak Reza... Terima kasih telah mempertahankan putri kami ini." ucap pak Salim sambil menatap Reza.


"maksudnya bagaimana pak?" Reza terlihat Bingung dengan ucapan pak Salim.


"Viona sudah kami anggap seperti putri kami sendiri, Kami tahu hubungan kalian awalnya tidak baik-baik saja, melihat hari ini nak Reza dan Viona datang bersama membuat hati kami menjadi lega." ucap pak Salim.


"Ayah dan Bunda sangat terpukul jika sampai kalian berpisah, Ayah berharap kamu bisa menjaga hati putri kami dengan baik nak Reza. Kami sangat menyayangi Viona jadi ayah minta tolong pada nak Reza untuk benar-benar mencintai Viona." Pak Salim memandang Reza dengan penuh harap.


"Bapak jangan khawatir, saya akan menjaga dan mencintai Viona selamanya pak, saya minta maaf pak sudah merebut posisi anak bapak di hati Viona." Reza menundukkan kepala nya.


Pak Salim menghampiri Reza dan duduk di sebelahnya, lalu menggenggam tangan Reza.


"Terima kasih nak Reza. Dengan begini mungkin Husein akan benar-benar tenang di surga. Melihat orang yang di cintai nya bahagia dengan hidupnya. Sekali lagi terima kasih nak Reza."


"saya yang sangat berterima kasih kepada bapak sekeluarga yang menerima saya dan juga Viona, kami akan segera menggelar Resepsi pak, saya minta restu dari bapak." Reza menatap manik Hitam pak Salim tanpa berkedip.


"Saya merestui pernikahan kalian, semoga kalian selalu di beri kebahagiaan, tolong beri tahu kami kapan Resepsi kalian di laksanakan kami pasti akan datang." ucap Pak Salim.


"Nak tolong jaga pernikahanmu ya, jadi istri yang baik untuk suami ya nak." bunda Wina memberi wejangan pada sosok wanita muda yang sedang di peluknya. Viona hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucap Bunda Wina.


"Ya sudah sekarang kita turun lagi ya, kita gabung sama keluarga yang lain, kalian juga belum makan kan?" ucap bunda Wina sambil mengusap sisa air mata yang ada di pipinya.


Setelah menyelesaikan perbincangannya mereka berempat turun lagi menuju ruangan tempat keluarga mereka berkumpul. Saat sampai di anak tangga terakhir Viona membelakkan matanya menatap sosok gadis di depannya.


"Mela!!" teriak Viona


"Viona!!" Mela terkejut melihat Viona yang sedang berdiri di anak tangga.


"Gilang!!" Reza memanggil pria yang sedang menggandeng Teman Viona ini.


"Kalian saling kenal?" sahut bunda Wina.


"Ini teman Gilang te..." jawab Gilang sambil nyengir.


"Ya sudah kalian berempat silahkan makan dahulu, Gilang tolong ajak mereka makan dulu." ucap Pak Salim.


"Iya om." jawab Gilang.


Gilang, Mela, Viona dan Reza berjalan menuju ke Ruang makan yang sudah disiapkan, Mereka berempat duduk saling berhadapan.


"Mel elu berhutang penjelasan ke gue kenapa loe bisa ada di sini." ucap Viona saat mengambilkan makan untuk Reza.


"Iya iya entar gue jelasin. Sekarang kita makan dulu ya zheyenk.." ucap Mela dengan nada yang menggoda Viona.


Viona hanya menyebikkan bibirnya mendengar ucapan Mela sementara Reza dan Gilang hanya diam mendengarkan Viona dan Mela. Mereka makan dalam Diam, hanya suara dentingan Garpu dan Sendok yang saling bersahutan.


Setelah menyelesaikan makannya, mereka berempat bergabung lagi di ruangan tempat berkumpulnya keluarga pak Salim. Cukup lama mereka semua berbincang- bincang membahas banyak hal hingga waktu begitu cepat berlalu.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 Wib Viona dan Reza pamit untuk kembali pulang. Mereka berdua berpamitan kepada semua orang yang ada di situ. Viona dan Reza berjalan keluar dari rumah Husein diikuti oleh Gilang dan juga Mela.


"Kalian ngapain ngikutin kita?" Tanya Reza ketika sampai di depan mobilnya.


"Kita juga mau balik za, udah malem." jawab Gilang.


"Elu gak mampir ke rumah gue lang?" tanya Reza.


"Sebenarnya gue pengen juga main ke rumah baru loe tapi gue bawa anak gadis orang men!!" Gilang mengerlingkan matanya kepada Mela.


"Ya sudah besok ajak Juna dan Farhan main ke rumah gue kita lama kan gk kumpul bareng." ajak Reza.


"Mel besok kamu ikut juga ya...ajak Reva juga, besok gue tagih penjelasannya." ucap Viona kepada Mela.


"Asyiapp nyonya Atdmaja!!" jawab Mela dengan terkekeh. Mereka berempat akhirnya masuk kedalam mobil masing-masing untuk pulang.


_


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥