
Senja telah usai, hari berganti malam. Langit jingga berubah menjadi gelap. Reza baru saja menyelesaikan olahraga di ruang Gym nya. Ia mengambil minum di lemari es yang ada di dapur.
Disana ada Viona yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua dengan bu Mina. Viona sedang mengupas pepaya yang begitu menggiurkan warna nya.
"Sayang, mau di buat apa pepaya nya?" tanya Reza yang ada di belakang Viona. Ia Melilitkan kedua tangannya di pinggang sang istri.
"Mas!!! ada bu Mina itu loh!! Malu ih..." ucap Viona yang masih memegang pisau di tangannya. Bu Mina tersenyum melihat kedua majikannya yang sedang berpelukan. Bu mina langsung keluar dari dapur untuk menata makanan di atas meja makan.
"Biarin aja, lagian bu Mina kan enggak lihat." Reza membenamkan wajahnya di ceruk leher Viona.
"Mas Reza sekarang mandi gih!! setelah ini kita makan malam. Oke mas??" Ucap Viona ketika akan selesai mengupas pepaya di tangannya.
"Nanti Malam lagi ya yang!! ya ya ya..." bisik Reza di telinga Viona.
"Kan tiap hari udah mas, malam ini libur dulu ya makan wortelnya. Vio capek mas!" ucap Viona sambil menatap wajah suaminya dari samping.
"Ya udah nanti mas pijitan ya kalau gitu." ucap Reza dengan menyeringai.
"Beneran nih??gratis apa bayar Nih??" Viona melepaskan lilitan tangan suaminya, ia berjalan menuju westafel untuk mencuci pepaya nya.
"Gratis tis tis untuk Istriku yang paling cantik." ucap Reza sebelum mengecup pipi istrinya. Viona hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya yang tak malu mencium nya di hadapan orang lain.
Reza melangkahkan kaki nya untuk menaiki tangga menuju kamar nya untuk membersihkan dirinya dari keringat hasil olahraga nya.
Lima belas menit kemudian Reza sudah rapi dan terlihat lebih segar. Ia segera menuju ruang makan dimana sang istri telah menunggu nya.
"Mas Reza mau makan yang mana?" tanya Viona ketika suaminya sudah duduk di kursinya.
"Mau makan kamu aja." jawab Reza yang sedang memandang istrinya dengan tatapan yang menggoda.
"Mas Reza!!" Viona berseru.
Reza terkekeh melihat wajah kesal istrinya, ia sangat suka menggoda Viona dengan berkata mesum di hadapannya karena hal itu bisa membuat Viona menjadi kesal.
Tanpa berbicara lagi mereka berdua menikmati makan malam nya, suara dentingan sendok dan garpu saling bersahutan bagai nada yang mengiringi makan malam suami istri ini.
Viona membereskan piring kotor yang ada di meja makan sedang kan Reza pergi ke teras belakang untuk menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi hitam yang menemani nya.
Reza duduk selonjoran di kursi sun longer yang ada di pinggiran kolam. Ia menatap bintang yang bertaburan di atas langit. Fikiran nya melayang jauh memikirkan pak Andre, ia takut jika suatu saat pak Andre kembali dan menyakiti istri nya.
Viona datang menghampiri Suaminya, ia membawa pepaya yang tadi di kupasnya dan beberapa makanan ringanq. Viona melihat suaminya menengadahkan kepala nya dengan tatapan kosong.
"Mas...mikirin apa sih?" Viona menepuk pelan pundak suaminya. Hal itu berhasil membuat lamunannya hilang entah kemana.
"Mikirin kamu sayang." ucap Reza dengan senyum manis yang terukir di bibirnya.
"Gombal deh!!" Viona menyebikkan bibirnya.
Reza mengubah posisi duduknya dengan bersila, ia menepuk kursi di depannya dengan menatap wajah Istrinya.
Viona meletakkan piring yang berisi buah di meja lalu ia mendaratkan tubuhnya untuk duduk di depan Reza. Mereka berdua ngobrol sambil menikmati pepaya dan makanan ringan lainnya.
"Sayang, aku kok belum pernah dengar kamu cerita tentang masa lalu kamu ya!!" ucap Reza tiba-tiba.
"Masa lalu aku gak ada yang seru mas, aku gak sebebas anak muda lainnya. Papa overprotektif banget kalau sama aku." ucap Viona setelah mengunyah wafer coklat kesukaan nya.
"Kamu gak punya mantan gitu selain Husein?" tanya Reza penasaran.
"Ada satu temannya kak Riki dulu." jawab Viona.
"Pembalap juga?" tanya Reza lagi yang di jawab dengan anggukan oleh Viona.
"Ish!!apa sih mas Reza pertanyaannya gak mutu banget!!" gerutu Viona.
"Ya kan aku pengen tau aja yang, Cerita dong!!" Ucap Reza setelah menghisap rokoknya.
"Aku tuh pernah di cium tapi gk pernah berciuman mas!" ucap Viona tanpa menatap Reza.
Reza membeliak kan matanya karena mendengar ucapan istrinya." Jadi maksudnya ini gimana yang??" Reza sedikit menahan tawanya.
"Jadi dulu aku pertama kali pacaran itu waktu SMA mas, ya sama temannya kak Riki. Itu pun harus sembunyi-sembunyi. Waktu itu dia pernah maksa aku untuk berciuman tapi aku berhasil kabur, jadi ya dia hanya nempelin bibirnya gitu. Setelah itu aku putus sama dia, karena aku takut mas dia itu mesum banget." ucap Viona sambil mengingat kejadian saat itu.
"Terus kalau sama Husein gimana?" tanya Reza penasaran.
"Aku gak ngapa-ngapain sama kak Husein, dia cuma ngecup kening kadang juga pipi, selebihnya dia gak pernah ngajakin aku mesum mas." ucap Viona dengan wajah sendu ketika mengingat sosok pria yang pernah menjaga nya selama ini.
"Dulu setelah putus dari teman nya kak Riki, aku jomblo sampai kuliah semester dua. banyak sih mas yang ngedeketin tapi aku masih takut aja kalau di ajak mesum apalagi kalau ketahuan papa, tamatlah sudah riwayatku." ucap Viona dengan menepuk jidatnya.
"Apa karena Husein sakit jadi dia tidak berani melakukan hal mesum sama kamu yang?" Reza menerka-nerka dengan apa yang pernah dialami istrinya.
"Mungkin aja gitu mas, tapi kalau menurutku mungkin karena dia sangat mencintaiku kali mas sampai dia tidak ingin merusak aku dengan berhubungan badan." Jawab Viona.
"Apapun itu, aku tetap harus berterima kasih kepada Husein karena dia sudah menjaga jodohku dengan baik." Reza meraih tubuh Viona ke dalam dekapannya.
"Iya, itu semua benar mas, kak Husein memang sangat menjagaku waktu itu." ucap Viona dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu tidak ingin tahu bagaimana masa lalu ku yang?" tanya Reza.
"Tidak mas, aku tidak ingin tau apapun masa lalu kamu karena itu hanya akan membuatku terluka. Jika mas Reza punya kesalahan besar di masa lalu tolong jangan di ulangi di masa depan bersamaku." ucap Viona sambil menengadahkan kepalanya untuk menatap wajah sang suami.
"Kamu terlalu sempurna untuk menjadi istri pria brengsek sepertiku sayang!" Ucap Reza sambil menatap istrinya.
"Kalau tuhan sudah berkehendak mau gimana lagi mas, Sekuat apapun kita menghindar pasti tetap akan bersama. Kamu tau wheel of love mas?" Viona melepaskan diri dari dekapan Suaminya. ia duduk berhadapan dengan Reza.
"Wheel of love?? Roda Cinta kah?" Tanya Reza.
"Hmmm benar mas. Kita sama-sama sudah diantarkan oleh roda cinta masing-masing ke dalam cinta yang ada di pernikahan ini mas. Dulu di awal pernikahan kita sudah melakukan kesalahan dengan mencintai orang lain dalam ikatan suci ini mas. Aku harap ke depan nya kita belajar menjadi lebih baik ya mas." Ucap Viona panjang lebar.
Reza terharu mendengar penuturan istrinya. Meskipun masih muda ia bahkan bisa berpikir dewasa seperti ini.
"Tentu sayang!! Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu sayang!!" ucap Reza sebelum menghujani Viona dengan kecupan di keningnya.
Malam itu Reza dan Viona menghabiskan malam nya dengan ngobrol hal- hal receh di teras belakang rumahnya. Sesekali terdengar gelak tawa di antara keduanya.
_
_
_
Maaf baru bisa up kak🙏🙏jangan lupa Like, Vote dan komen nya kak😘
Terima kasih😉
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥