Wheel Of Love

Wheel Of Love
Dua manusia pengganggu



Matahari berlalu begitu cepat, pagi berganti siang dan hari ini cuaca begitu cerah, secerah suasana hati pasangan suami istri yang sedang duduk di bawah pohon rindang yang ada di taman rumah mereka.


Viona menyandarkan kepalanya di bahu sang suami yang sedang sibuk menelfon asisten nya. Viona diam menyimak pembicaraan suaminya sampai selesai.


"Masuk yuk mas, panas disini!!" ajak Viona ketika melihat Reza memasukkan ponsel nya ke dalam saku.


"ayo." ucap Reza seraya berdiri.


Saat baru menginjak lantai teras rumahnya, suara dua mobil terdengar masuk di pelataran miliknya. Reza menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang datang, dan ternyata itu mobil Juna dan Farhan.


"ck, dua manusia ini selalu datang di saat yang tidak tepat." Reza berdecak dengan berkacak pinggang menghadap ke arah Juna dan juga Farhan.


"Hay bro!!" Farhan melambaikan tangannya setelah keluar dari mobil nya. Sementara itu Juna di dalam mobilnya terkekeh geli melihat ekspresi wajah Reza yang masam.


"Sepertinya ada yang sedang kesal." gumam Juna sebelum keluar dari mobilnya.


Juna dan Farhan menampilkan senyum tanpa dosa nya ketika sampai di hadapan Reza. Sementara Reza menatap kedua temannya dengan tatapan yang tidak biasa.


"Ngapain kalian kesini?" Tanya Reza dengan muka datarnya.


"Kita tadi ke kantor lu tapi elu nya gak masuk." ucap Farhan.


"Kita tadi free gak ada kerjaan, jadi ya kita mau ngumpul ke kantor lu." ucap Juna.


"Kemana si kampret Gilang kok tumben gak ikut." tanya Reza pada Juna.


"Dia masih ada kerjaan di kantornya." jawab Juna.


"Ayo masuk mas, ngobrol di dalam aja jangan di luar." ucap Viona pada Reza.


Akhirnya mereka berempat masuk ke dalam ruang tamu, Viona berjalan ke dapur untuk mengambilkan minum untuk tamu nya.


Sementara itu Juna dan Farhan sedang duduk di hadapan Reza dengan menahan senyum yang sejak tadi ingin meledak karena melihat wajah masam Reza.


"Jun... sepertinya semalam terjadi goncangan yang sangat Dahsyat di rumah ini." seloroh Farhan tanpa menatap Reza.


"Hmmmm Elu benar Han, mungkin disini juga ada Vampir Han yang suka menerkam wanita." ucap Juna sambil menyilangkan kedua kaki nya. Reza hanya diam mendengar penuturan kedua temannya yang sudah pasti untuk dirinya.


"Han kira-kira siapa ya yang menang pertarungan tadi malam?" Tanya Juna kepada Farhan.


"Mungkin wanitanya." Kelakar Farhan.


Reza melempar bantal sofa ke arah Farhan yang sedang tertawa karena membayangkan Reza yang kalah pertarungan.


"SIALAN KALIAN!!" umpat Reza pada dua temannya.


Akhirnya tawa Juna dan Farhan pun meledak memenuhi ruang tamu, mereka sudah tidak tahan lagi untuk mentertawakan Reza yang sedang kesal.


"Kalian datang di waktu yang salah!! baru aja gue mau mulai, kalian pada nongol aja." Ucap Reza.


"Ya sory Za...Gue gak tahu kalau elu mau berperang." jawab Juna.


Viona berjalan dari dalam rumahnya sambil membawa nampan yang berisi minuman dan makanan ringan untuk menjamu tamu agung yang ada di rumahnya saat ini.


"Terima kasih." Jawab Juna dan Farhan.


Viona duduk di samping suaminya, ikut bergabung dengan kedua teman Reza. Ia hanya mendengar ucapan-ucapan Farhan yang sejak tadi mengejek suaminya. Viona ikut tertawa ketika hal-hal lucu terlontar dari mulut Juna dan juga Farhan.


"Mas, aku ke kamar dulu ya. Ngantuk!" ucap Viona pada Reza.


"Iya kamu istirahat aja dulu." jawab Reza dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Aku duluan ya, silahkan di nikmati makanannya." Pamit Viona pada Juna dan juga Farhan.


"Iya kamu istirahat aja sebelum di terkam Vampir nanti malam Vi." Seloroh Juna.


Viona menanggapi ucapan Juna hanya dengan senyuman, ia malu harus menjawab ucapan Juna tadi. Dengan langkah cepat Viona menuju kamarnya untuk segera berkelana ke alam mimpi karena matanya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi lagi.


Sepeninggal Viona, Ketiga pria yang ada di ruang tamu melanjutkan obrolan mereka mengenai bisnis dan pergerakan saham saat ini. Sesekali candaan keluar dari mulut ketiganya.


"Za...Gimana kabar si Mirna." tiba-tiba Farhan bertanya mengenai Mirna.


"Mana gue tahu, kemarin dia hadir di resepsi pernikahan gue, kalian tidak bertemu dengan dia." jawab Reza.


"Gue kok merasa ada yang aneh ya Za, tidak mungkin Mirna menyerah secepat ini untuk ngelepasin elu." Juna menatap Reza dengan penasaran.


"Gue juga penasaran Jun, tapi gue udah gak perduli lagi, yang penting dia gak ngerusak rumah tangga gue." Reza bersekedap sambil memandang Juna.


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan Mirna." Sahut Farhan yang sejak tadi mendengar obrolan kedua teman nya.


"Mungkin." Reza mengedik kan bahu nya. Sejenak suasana menjadi sunyi, ketiganya sibuk menerka apa yang terjadi pada Mirna.


Setelah pembahasan tentang Mirna, mereka kembali lagi membahas masalah pekerjaan masing-masing sampai dua jam lamanya. Sekilas Juna melihat arloji yang melingkar di tangannya.


"Gue balik dulu Za." Ucap Juna setelah menghabiskan minuman di gelasnya.


"Iya gue juga mau balik, takut nge ganggu orang yang mau berperang." sahut Farhan.


Ketiganya beranjak dari tempat duduknya, Reza mengantar kedua teman nya sampai di teras depan. Juna dan Farhan masuk mobil masing-masing dan segera melajukan mobilnya keluar dari rumah Reza.


πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—


_


_


Nanti malam di sambung lagi ya makπŸ˜€jangan lupa like, vote dan komen nya😘


_


_


_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯